Jumat, 01 Juli 2022 - 07:49:47 WIB
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2021 PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: EKONOMI.






Kabar-kini.com, Jakarta, 1 Juli 2022 -, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk tahun buku 2021 di Jakarta.

Agenda yang dibahas diantaranya yaitu para pemegang saham menunjuk Ibu Welly Tantono dan Bapak Bing Hartono Poernomosidi sebagai Komisaris Independen, menggantikan Bapak Soesilo Widjaja. Ibu Welly Tantono merupakan lulusan dari Duke University School of Law JD (with honors) dan Harvard University (with honors) dan beliau juga memegang
beberapa posisi penting perusahaan di kawasan Asia.

Bapak Bing Hartono Poernomosidi adalah seseorang yang memiliki reputasi profesional dan memegang beberapa posisi dalam audit dan sektor baja. Biografi lengkap dapat dilihat dalam website kami.

Para pemegang saham juga memberikan suara untuk mendistribusikan dividen sebesar Rp 9,- per lembar
saham. Pembayaran ini meningkat 50% dari dividen tahun lalu, mencerminkan sekitar 3% hasil dividen dari harga saham saat ini. Dengan total saham beredar sekitar 7 miliar lembar saham, total pembayaran dividen akan menjadi sekitar 63 miliar rupiah, mencerminkan rasio pembayaran dividen sekitar 13%.

Alasan perusahaan menaikkan dividen adalah:

1. Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu, manajemen berkeyakinan bahwa perekonomian Indonesia dan khususnya prospek SPINDO dalam kondisi yang baik.

2. Namun demikian, posisi keuangan perusahaan selanjutnya harus dapat akan bertahan terhadap kondisi ekonomi yang bergejolak dan tidak terduga dikarenakan inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi.

3. Mempertahankan likuiditas yang cukup untuk belanja modal, seperti penambahan kapasitas stainless steel, depo baru di Makassar, pengembangan lebih lanjut Unit 7, serta peningkatan

berkelanjutan di seluruh kapasitas yang ada.
Perusahaan memiliki kebijakan untuk secara konsisten mendistribusikan keuntungan perusahaan kepada
pemegang saham dan sepenuhnya mengharapkan ini akan meningkat sesuai dengan keuntungan
tahunan, dan dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang dari pemegang saham utama dan
minoritas.

RUPS juga membahas penggunaan dana hasil Obligasi dan Sukuk yang akan digunakan untuk modal kerja,
sesuai prospektus. Sebagian besar dana telah disalurkan pada 31 Desember 2021 dan sisanya sebesar 1,3
Miliar rupiah telah digunakan sepenuhnya pada Maret 2022. Semua legalitas dan dokumentasi terkait
telah diselesaikan.

"Meski penjualan ke luar negeri belum mencapai targetnya, memasuki kuartal III 2022 kami cukup yakin bisa mengejar ketinggalan,” kata Johannes.

Keyakinan ini berdasarkan sertifikasi  underwriters laboratory yang telah dikantongi Spindo sehingga peluang ekspor masih besar. Sebagai informasi, sertifikasi underwriters laboratory merupakan standar keamana yang diterapkan di Amerika Serikat. Dengan adanya sertifikasi ini secara signfikan dapat memengaruhi permintaan produk ekspor khususnya untuk produk fire system yang merupakan produk sistem pemadam kebakaran.

Memang, di tahun ini Spindo akan memacu penjualan produk bernilai tinggi yakni sprinkler. Sebelumnya manajemen ISSP pernah bilang bahwa pasar ekspor yang akan dituju untuk memasarkan produk ini ke Amerika, Kanada, Australia, serta diusahakan dapat menembus pasar Eropa dan Asia Tenggara.

Untuk penjualan ke dalam negeri, Spindo aktif berkontribusi pada proyek pipa gas dan proyek minyak & gas (migas) yang membutuhkan pipa dengan kualitas API. Salah satu proyek yang diikuti oleh Spindo ialah pembangunan pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap I (Ruas Semarang-Batang).

"Secara umum proyek-proyek migas saat ini (termasuk Cisem) sudah dapat dipenuhi kebutuhan pengadaannya oleh pabrikan dalam negeri. Pabrik pabrik pipa dalam negeri termasuk Spindo mampu memproduksi pipa sesuai spesifikasi yang dibutuhkan," terangnya.

Sejauh ini, manajemen Spindo tetap optimitistis dengan target yang telah dicanangkan sebelumnya yakni penjualan diproyeksikan akan tumbuh 30% yoy.

Johannes mengatakan, pihaknya terus memantau ketat perkembangan global dan nasional. Dia berharap semoga tim ekonomi Indonesia dapat tetap bijaksaa menyikapi dinamika global yang terjadi saat ini.

Di kuartal I 2022, Spindo mencatatkan beban pokok penjualan naik signifikan dari Rp 831 miliar di kuartal I 2021 menjadi Rp 1,76 triliun di awal tahun ini. Alhasil, meskipun pendapatannya naik signifikan, laba ISSP justru turun tipis dari Rp 121,65 miliar menjadi Rp 120,38 miliar sampai dengan Maret 2022.(red)
.










    Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
    2014 KABAR KINI .com - All rights reserved