Selasa, 20 Februari 2018 - 13:57:17 WIB
Upacara Pembukaan PPRA LVII Tahun 2018
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: HEADLINE




Jakarta, kabar-kini.com,- Lemhannas yang mempunyai jaringan luas siap gelar PPRA LVII, Keragaman latar belakang profesi, disiplin ilmu, dan pengalaman selama menempuh pendidikan Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) diharapkan dapat menghasilkan pemikiran komprehensif dan konstruktif dalam proses pembentukan watak dan karakter kader pemimpin nasional dengan wawasan kebangsaan yang kuat.

Untuk itu, Lemhannas memandang perlu untuk mengangkat keseragaman di dalam masyarakat yang diwakili para peserta selama menempuh proses pendidikan di Lemhannas," kata Gubernur Lemhannas Letjen (Purn) Agus Widjojo saat Gelar pembukaan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LVII di Gedung Dwiwarna Purwa, Lemhannas, Jakarta Pusat, Selasa (20/2/2018).

PPRA merupakan program pendidikan di lingkungan Lemhannas, untuk menyiapkan kader pimpinan nasional terpilih yang mewakili berbagai stakeholders masyarakat. Pada gilirannya nanti, diharapkan lulusan Lemhanas mampu memberikan pendidikan dan aplikasi yang mendalam mengenai pemahaman wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila di masyarakat.
Lemhannas menyertakan peserta yang berasal dari berbagai kalangan, baik dari birokrasi, TNI, Polri, akademisi, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, maupun peserta negara asing yang berasal dari Malaysia, Singapura, Filipina, Timor Leste, Vietnam, Republik Mali, Zimbabwe, dan Yordania.

Pendidikan untuk pimpinan tingkat nasional ini ditujukan agar pembangunan kehidupan politik nasional mampu mewujudkan kehidupan demokrasi yang sehat, jujur, beretika dan bermartabat. Pada kesempatan tersebut.

"Saudara-saudara dituntut untuk menjunjung tinggi kejujuran, moralitas, dan etika akademik dalam penyelesaian berbagai kewajiban maupun penugasan yang diberikan lembaga kepada saudara-saudara," jelasnya

Dikesempatan yang sama, Pak Agus Widjojo mengatakan, Para peserta inikan bukan milik lemhannas, TNI miliknya mabes TNI, Para perwira POLRI miliknya mabes Polri jadi yang merancang pembinaan para mabes masing-masing jadi bahwa mereka ditempatkan selesai dari sini tergantung dari Induk."Ujarnya

Kita hanya memberikan sentuhan akhir tentang wawasan kebangsaan, kita harapkan bahwa dimanapun mereka tiba, walaupun ketrampilan dalam jabatan sudah dipersiapkan pendidikan kedinasan Internal, tetapi dalam wawasan dan didalam cara pandangnya mereka selalu untuk kembali melihat kepentingan wawasan kebangsaan yang artinya seperti condongnya seorang pejabat dimanapun mereka berada mungkin walaupun didaerah jangan dilupakan bahwa apapun mereka katakan tindakan apapun yang mereka lakukan kebijakan apapun yang mereka pormulasikan jangan lupa untuk mempertahankan intrik implikasinya untuk seluruh Indonesia bukan ditempat dia bertugas dan lingkup keluarganya saja," Tambah Agus Widjojo dengan senyum bijaknya.(warisman)


    Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
    2014 KABAR KINI .com - All rights reserved