Rabu, 21 Maret 2018 - 18:19:41 WIB
Kadispenad Gelar Jumpa Pers Tentang Tank M113A1 Terperosok
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: NASIONAL.




Jakarta, kabar-kini.com,-Sabtu 10 Maret lalu, kabar duka menyelimuti warga Purworejo, Jawa Tengah. Tank M113A1 milik TNI AD terperosok ke sungai Bogowonto hingga menelan dua korban jiwa, yakni Pratu Randy Suryadi dan Kepala Taman Kanak-Kanak (TK) Ananda, Iswandari.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Alfret Denny Tuejuh membeberkan penyebab terjerumusnya tank tersebut, kepada awak media.
Sebagaimana perintah Panglima TNI, mudah-mudahan setelah rilis ini tidak ada kabar yang beredar bahwa alutsista Angkatan Darat begini dan begitu. Nanti lebih lanjut akan dipaparkan oleh Aspam Kasad," kata Denny di Kantor Dinas Penerangan Angkatan Darat, Jakarta Pusat, Rabu (21/3).

1. Kondisi tank dalam keadaan baik

Berdasarkan keterangan Aspam Kasad Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, kondisi tank yang digunakan untuk kegiatan outbond 180 anak PAUD dan TK serta 20 guru itu dalam keadaan baik.
Secara umun kondisi tank yang digunakan dalam kegiatan outbod tidak terdapat masalah, terhadap, dalam hal pemeliharaan dan perawatan. Itu terlihat dari pemeriksaan berkala," kata Nur Rahmad menyambung penjelasan Kadispenad.



2. Tank terlalu dekat dengan hilir sungai

Karena setiap tanknya hanya mampu membawa 20 orang, akhirnya peserta outbond yang tengah menjalani kegiatan perkenalan alutsista dibagi menjadi tiga kloter. Dalam kegiatan tersebut, siswa dan guru diperkenankan menumpangi tank M113A1.

Untuk kloter pertama berjalan lancar. Memasuki kloter kedua, lebih tepatnya pukul 10.00 WIB, musibah melanda. Posisi tank yang terlalu dekat dengan hilir sungai diduga menjadi penyebab utama kendaraan perang itu terperosok ke sungai Bogowonto.
Untuk tank yang terperosok itu sudah kita selidiki, kita tarik dan kita periksa. Memang dia (tank) sudah sering berputar di Sungai Bogowonto, sering berlatih di sana, namun (pada saat itu) tank berputarnya terlalu mepet dengan hilir delta sungai. Sehingga tank terperosok di sungai yang kebetulan kedalamannya 150 cm," papar Rahmad.

3. Ada pelanggaran SOP

Rahmad mengatakan ada pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) yang dilakukan prajurit yang tengah bertugas.
Kegiatan outbond ini tidak dilaksanakan sesuai standar operasional melintas di air. Akibatnya, tank terperosok dan mengalami gangguan terhadap fungsi tank, namun kondisi mesin beberapa saat masih hidup. Matinya mesin tank disebabkan gangguan pada sirkulasi udara, "kata dia.

Selain itu, sebagian aturan yang dilanggar adalah mekanisme perizinan untuk membawa masyarakat sipil bersama alutsista dan alur perizinannya.

Kecelakaan tank milik Yonif Mekanis Raider 412/ Kostrad terjadi di Sungai Bogowonto, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, saat kegiatan outbond bersama 20 anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan TK Sindurjan, Sabtu (10/3).

Pada saat itu, Tank M113A1 milik TNI AD terseret arus sungai. Akibatnya, dua orang yakni prajurit TNI AD Pratu Randi dan Ketua Yayasan TK Ananda Iswandari meninggal dunia. Keduanya tewas karena kelelahan usai menolong anak-anak agar tidak terseret arus sungai.


    Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
    2014 KABAR KINI .com - All rights reserved