Kamis, 29 Maret 2018 - 22:46:20 WIB
Aib Cyberbully, Rumah Produksi Surya Films Coba Menyentil Para Pembully
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: FILM



Jakarta, Kabar-kini.com - Bercerita tentang cyber bully diantara delapan orang sahabat yang berujung kematian, film yang disutradarai oleh Amar Mukhi itu menceritakan bagaimana efek domino yang dihasilkan dari "candaan" bully-membully.

"Saat ini lagi jaman maraknya banget cyber bully, karena bully lewat media sosial tidak akan ketahuan, nggak dapet impact apa-apa, tapi dibalik itu semua orang yang di bully mentalnya rusak. Jadi aku berharap ini jangan anggap remeh. Tolong ubah kalau ngebully lo anggap masalah sepele, lo nggak tau kan perasaannya gimana orang yang di bully," ucap Damita Argobie, pemeran Angel saat ditemui awak media, di kawasan Menteng, beberapa waktu lalu.

Damita pun berharap, film yang ia bintangi bersama dengan beberapa pemain muda lainnya ini bisa menyentil para pembully jika hal tersebut bisa berdampak buruk pada kondisi psikis korbannya.

Dalam kisah asal-asul manusia yang dibawa oleh agama-agama Samawi, Bullying dikisahkan telah terjadi sejak awal keberadaan manusia di Bumi. Dimana Qabil mendzalimi saudaranya Habil. Diriwayatkan Qabil selalu mau menang sendiri dan sebaliknya Habil selalu menjadi pihak yang tertindas.

"Film ini aku berharap menyentil para pem-bully buat sadar yang dilakuin itu salah dan bisa menimbulkan hal fatal kepada org yang lo bully," ujar Damita Argobie.

Selain Damita Argobie, beberapa aktor muda yang juga turut berperan dalam film Aib Cyberbully antara lain Yuniza Icha, Shoumaya Tazkiyyah, Harris Illano Vriza, Mikey Lie, Wendy Wilson, Baron Yusuf Siregar, dan Adeayu Sudrajat.

Dari kisah paling awal tersebut, jelas menyiratkan ketika satu orang manusia berhubungan dengan manusia lainnya atau ketika terjadi interaksi sosial, selalu akan menimbulkan perbedaan kelakuan, perlakuan, derajat ataupun strata kedudukan.

Para ahli Sociologist merumuskan istilah bullying sebagai sebuah “Perilaku yang mendominasi”. Dan inilah yang terjadi di kalangan masyarakat sekarang. Seseorang ataupun segolongan orang menunjukkan kekuatannya dan berusaha menjadi lebih kuat atau lebih hebat dari orang lain atau golongan lain dengan cara mengintimidasi, untuk menunjukan dominasinya.

Pada era digital ini, dimana informasi bergerak hanya dalam hitungan detik, dan akses (seperti;SmartPhone, Laptop, PC) menuju dunia digital pun sudah bisa dibilang merata meliputi semua kelas sosial. Menjadikan ruang antara dunia fisik dan dunia virtual bercampur aduk. Tidak ada lagi batasan antara dunia nyata dan maya. Yang terjadi di dunia maya, juga adalah yang terjadi di dunia nyata.

Format baru dari bullying di jaman sekarang adalah Cyberbully. Tindakan bully yang terjadi melalui dunia digital. Media social yang menyediakan space(kolom comment) untuk terjadinya interaksi, sering kali disalahgunakan untuk mengintimidasi, menjatuhkan seseorang, dan menyebar seruan yang berkonotasi negative. Ini lebih mengerikan lagi karena pelaku bisa melakukan tindakan Bully tanpa bertatapan. Tanpa ada batasan ruang dan waktu. Bisa jadi pelaku bahkan tidak diketahui, karena bersembunyi di balik account media social yang ia gunakan.

Berdasarkan fenomena ini, SuryaFilms mempersembahkan sebuah film dengan judul AIB #Cyberbully yang menghadirkan kasus pembullyan seorang teman melalui media social yang mencapai titik terekstrim, yaitu hilangnya nyawa seseorang.

Segenap pihak yang terlibat dalam produksi film ini berharap para penonton bisa menyadari bahaya dari bullying itu sendiri dan kemudian bersama-sama mencegah Bullying baik itu yang terjadi di dunia maya ataupun nyata. #jangandianggapremeh #stopbullying #aibcyberbully #aibcyberbullythemovie https://youtu.be/IQ7NWVb7eC0

Rencananya, film yang membuat kampanye #StopBullying ini akan tayang di bioskop pada Juli 2018 mendatang.

(War)

    Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
    2014 KABAR KINI .com - All rights reserved