Minggu, 29 Juli 2018 - 14:28:28 WIB
Seribu Anak Jakarta Rayakan HAN Lewat Jambore Kreativitas Generasi Z
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: METROPOLITAN

Jakarta, kabar-kini.com, Forum Anak DKI Jakarta dengan dukungan dari Wahana Visi Indonesia dan Pemerintah DKI Jakarta menyelenggarakan Jambore Kreativitas Generasi Z. Acara ini bertujuan untuk memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2018 sekaligus membangun kesadaran publik untuk menghapuskan kekerasan terhadap anak. “Seringkali kami mendengar dari orang dewasa kalau anak-anak zaman sekarang, generasi kami, sukanya hanya bermain. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperlihatkan kreativitas yang kami miliki sebagai Generasi Z sebagai kontribusi kami menghentikan kekerasan pada anak,” ujar Mukti selaku perwakilan Forum Anak DKI Jakarta.

Acara yang digelar pada 28-29 Juli 2018 di SMKN 26 Jakarta Timur ini juga digunakan oleh forum anak dalam membangun kesadaran publik atas bahaya dan dampak dari kekerasan terhadap anak. Ketua Panitia, Thasya Tjusila menjelaskan, “Kami melihat bahwa kekerasan yang dialami oleh anak semakin bertambah setiap tahunnya. Kekerasan yang terjadi tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa namun juga dari anak-anak sendiri. Untuk itu dalam kegiatan ini kami menyajikan sepuluh kelas informasi yang kita petakan sesuai kebutuhan penghentian kekerasan pada anak, yaitu Perkawinan Anak, Pacaran Sehat atau Kekerasan dalam Pacaran, Pornografi, Internet Sehat, Kekerasan Fisik Terhadap Anak, Bahaya Rokok, Anak Korban Terorisme, Eksploitasi, Child Trafficking dan Sekolah Ramah Anak. Berharap semakin banyak anak anak juga sadar cara melindungi diri mereka dari berbagai tindak kekerasan.”
Berdasarkan Penelitian Komisi Perlindungan Anak Indonesia, sepanjang tahun 2011–2016, terdapat 22.109 kasus perlindungan anak. Hampir 50% dari kasus adalah kekerasan fisik dan seksual, dan angka itu terus menanjak tiap tahun. Pada tahun 2011-2014 ditemukan 1.022 kasus kekerasan terhadap anak yang dipicu oleh media sosial dan internet. Studi kekerasan terhadap anak tahun 2013 yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menemukan bahwa ada hubungan antara kekerasan yang dialami seseorang pada masa kecil dengan tindak pidana pembunuhan, pemerkosaan dan penyalahgunaan obat bius.

plt kepala bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak pada DPPAPP, dr. Angliana Dianawati, M.PH yang ikut hadir dan berdialog langsung dengan anak-anak menyampaikan, ”Pemerintah telah banyak mengeluarkan kebijakan dan program demi terwujudnya kesejahteraan anak, dan kami berkomitmen untuk terus memperbaiki dan meningkatkan upaya ini. Mari gunakan momentum Hari Anak Nasional untuk mengingatkan kita untuk melakukan yang terbaik untuk anak Indonesia. Pemerintah mengapresiasi yang dilakukan oleh forum anak atas terselenggaranya kegiatan ini, juga dukungan dari Wahana Visi Indonesia.”

Doseba Tua Sinay, Direktur Nasional Wahana Visi Indonesia menyampaikan setiap anak memiliki hak untuk hidup utuh sepenuhnya, berhak untuk mendapatkan pendidikan, berhak untuk mendapatkan

perlindungan dan berhak untuk bebas dari segala bentuk kekerasan. Anak-anak berhak untuk berpartisipasi dan didengarkan suaranya.

“Wahana Visi Indonesia sebagai organisasi fokus anak, mendukung dan mengupayakan terwujudnya hak anak. Melalui kegiatan ini, partisipasi anak sangat ditekankan. Panitia kegiatan ini adalah forum anak, mereka yang mengusung tema dan konsep kegiatannya. WVI mengajak semua pihak untuk memperingati Hari Anak Nasional kali ini dengan komitmen menghapus segala penghalang anak-anak berpartisipasi dan menunjukkan kemampuan mereka. Termasuk upaya agar anak-anak terbebas dari segala bentuk kekerasan,” tambah Doseba Tua Sinay.


    Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
    2014 KABAR KINI .com - All rights reserved