Senin, 27 Agustus 2018 - 20:42:21 WIB
Sheila Timothy: Bikin Film Laga itu Susah dan Butuh Biaya Besar
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: FILM


Jakarta, kabar-kini.com,  Produser film Wiro Sableng Sheila Timothy saat Press Screening & Press Conference Film laga Wiro Sableng. Karya ini terbilang otentik dengan tokoh Wiro Sableng yang fenomenal besutan Bastian Tito.

"Kalau dilihat dari riset, film Indonesia yang paling banyak laku pasti drama kemudian horor. Action itu bukannya enggak laku, tapi karena bikin action itu susah, budget juga besar. Secara supplyfilm action Indonesia memang sedikit untuk Indonesia, tetapi penggemarnya juga banyak sekali. Kita lihat aja di Wiro Sableng penggemarnya juga banyak banget, "kata produser yang akrab disapa Lala itu Saat Jumpa Pers XXI  Epicentrum Jakarta Selatan Senin 27 Agustus 2018

Sebagai contoh nyata, untuk film box office tahun ini dipegang oleh Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 dan Dilan.
"Top box office Indonesia sekarang kan komedi drama, Warkop DKI 1 sama Dilan tahun ini," kata Lala.

Selama satu tahun belakangan, belasan judul film horor Indonesia lebih banyak dijumpai sebut saja Sebelum Iblis Menjempit, Alas Pati, Sajen, Kuntilanak, Rasuk, Jailangkung 2, Danur 2, Sabrina, Bayi Gaib dan Rumah Belanda.

Di tengah beberapa judul film horor yang kini bermunculan, Lala bersama tim produksi Lifelike Pictures merilis suguhan baru berupa film action.

"Film punya berbagai macam genre, enggak ada salahnya film bikin horor. Kita butuh keberagaman, enggak ada salahnya kita bikin film Wiro Sableng. Supaya ada pilihan untuk penonton tidak hanya horor, tapi juga ada action, komedi, fantasi di film horor," kata Lala.

Film Wiro Sableng adalah film laga yang diangkat dari novel karya Bastian Tito. Bercerita tentang perjalanan pendekar Wiro Sableng (Vino G. Bastian) yang mendapat titah dari sang guru, Sinto Gendeng (Ruth Marini) untuk meringkus mantan muridnya yang berkhianat Mahesa Birawa (Yayan Ruhiyan). Dalam perjalanan, Wiro ditemani dua orang sahabat, Anggini (Sherina Munaf) dan Bujang Gila Tapak Sakti (Fariz Alfarazi).

Cerita yang disadur dari karya novel Bastian Tito ini diarahkan sutradara Angga Dwimas Sasongko berdasarkan naskah yang ditulis Seno Gumira Ajidarma, Tumpal Tampubolon dan Lala Timothy.

Film ini menjadi proyek pertama kerjasama antara Lifelike Pictures dan Fox International Productions, anak perusahaan 20th Century Fox.

Wiro Sableng 212 tayang di seluruh bioskop Tanah Air 30 Agustus 2018.(war).

    Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
    2014 KABAR KINI .com - All rights reserved