Senin, 03 September 2018 - 14:12:15 WIB
PRESTASI ATLET PRESTASI BANGSA
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: OLAHRAGA


Jakarta, ( kabar-kini.com) - Gempita dan semarak pelaksanaan Asian Games (AG) 2018 baru saja usai, setelah ajang olah raga akbar negara-negara Asia ini resmi ditutup pada Minggu (2/9/2018) malam. Namun begitu, kebanggaan yang mengisi relung hati segenap anak bangsa, rasanya tak pernah usai. Pasalnya, bukan hanya sukses menjadi tuan rumah penyelenggara, namun Indonesia juga sukses menorehkan prestasi memukau dari para atletnya.

Atlet kebanggan tanah air berhasil mengantongi 98 medali dengan rincian 31 medali emas, 24 medali perak dan 43 perunggu. Raihan ini  menjadikan Indonesia melesat dari target sebelumnya di delpan besar klasemen menjadi peringkat empat.

Sepanjang sejarah penyelenggaraan AG mulai dari tahun 1951 hingga 2014, hanya pada tahun 1962, Indonesia mengumpulkan medali terbanyak, yaitu 10 medali emas. Saat itu, Indonesia juga bertindak sebagai tuan rumah. Dalam lima pelaksanaan AG sebelumnya, yaitu tahun 1998, 2002, 2006, 2010 dan 2014, Indonesia berturut-turut hanya mampu menduduki peringkat ke-11, 14, 22, 15 dan 17.

Itulah sebabnya betapa pencapaian dalam pelaksanaan AG 2018 menciptakan kebanggan yang begitu membuncah di dada rakyat Indonesia. Di tengah kebanggaan itu pulalah muncul kesadaran bahwa seluruh capaian itu bukanlah diperoleh tanpa proses.

Sejumlah upaya keras memang telah dilakukan berbagai elemen bangsa ini demi mampu memaksimalkan prestasi olahraga para atlet. Salah satunya dengan diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomr 95 tahun 2017 tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional. Semangat Perpres ini adalah membuat tanggung jawab pembinaan atlet menjadi lebih jelas dan pembiayaan pun lebih baik.

Konsekuensi dari Perpres ini adalah pemangkasan rantai birokrasi anggaran dalam pembinaan atlet, menjadi lebih singkat, langsung dari Kemenpora ke induk organisasi cabang olahraga dengan meniadakan Satlak Prima.

Upaya lain yang ditempuh telah pula melahirkan kebijakan olahraga terkait peningkatan besaran bonus bagi atlet peraih medali. Jika sebelumnya bonus berjumlah Rp400 juta bagi peraih emas, kini pemerintah menaikkan hingga Rp1.5 miliar. Secara rinci disebutkan jika peraih medali emas itu ganda, maka masing-masing atlet mendapatkan Rp1 miliar, sedangkan jika beregu maka setiap atletnya mendapatkan Rp750 juta.

Sementara peraih medali perak tunggal, bonus yang diberikan mencapai Rp500 juta, ganda sebanyak Rp400 juta dan beregu Rp300 juta. Sedangkan bagi peraih medali perunggu pemerintah memberikan Rp250 juta, ganda Rp200 juta dan beregu Rp150 juta.

Tak hanya memperoleh hadiah dalam nominal, atlet berprestasi juga bakal mendapat peningkatan status Pegawai Negeri Sipil dan rumah. Pemerintah juga memberikan bonus kepada para pelatih dan asistennya. Besarannya bervariasi mulai dari Rp450 juta tanpa potong pajak yang langsung diberikan ke rekening masing-masing.

Melalui semua kebijakan tersebut, Presiden menaruh harapan besar agar atlet Indonesia senantiasa bisa meraih prestasi maksimal dan anak mudapun tak ragu untuk menjadi atlet.

Lompatan besar yang dicapai atlet Indonesia dalam AG 2018 membuktikan secara kebudayaan Indonesia menyimpan potensi. Prestasi yang dicapai para atlet merupakan buah dari komitmen yang kuat seluruh komponen bangsa. (FMB9/War).

    Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
    2014 KABAR KINI .com - All rights reserved