Minggu, 07 Oktober 2018 - 16:04:11 WIB
Penanganan Tanggap Darurat Lancar dan Masih Berlanjut
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: NASIONAL.

Jakarta ,Kabar-kini.com - Dari data termutakhir BNPB pada H+8 ini, dijelaskan, Sampai Jumat (5/10/2018) malam tercatat 1.649 orang korban meninggal, tersebar di Kabupaten Donggala 159 orang. 1.413 di Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong sebanyak l6 orang dan 1 orang di Pasangkayu. Sulawesi Barat.

"Paling banyak korban memang di Palu. Kami melihat itu disebabkan terjangan tsunami, belum terevakuasi semua area tadi. Rita terus berusaha mengevakuasi dan semua jenazah yang ditemukan sudah dimakamkan semua," jelas Kepala Pusat Data lnformasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB.

Menurutnya, penanganan tanggap darurat di Sulteng cukup baik dan lancar. seluruh komponen masyatakat kompak membantu, sehingga penanganan lebih mudah. Berita-berita hoax juga sedikit, dibandingkan pasca gempa di Lombok NTB.

Helicopter dari BNPB, dan TNI juga sangat membantu mendrop logistik kesana hingga saat ini. Sedangkan dalam proses evakuasi korban bencana ada dari masyarakat relawan, Basarnas, Polri, TNI. Para jasad korban gempa dan tsunami itu ada dimakamkan secara massal di TPU Paboyan 628 jasad, 922 jenazah dimakamkan oleh keluarga sendiri. Sedangkan, seorang jenazah warga Korsel sudah dikremasi sesuai permintaan keluarga dan telah dibawa ke Korea.

Menyangkut kondisi para pengungsi, masih ada sebanyak 62.359 orang yang tersebar 147 titik. jumlah ini terjadi penurunan dari sehari sebelumnya karena sebagian sudah kembali ke rumah atau dievakukasi ke luar Sulteng. Pemerintah juga sudah mengevakuasi sejumlah pengungsi, terutama dari Palu menuju luar wilayah Sulteng. Sebanyak 6.157 orang sudah dievakuasi terdiri dari 4.631 orang ke Makassar, 1.173 orang ke Balikpapan, 182 orang ke Jakarta dan 171 orang ke Manado. Pemerintah memfasilitasi evakuasi ini dengan pesawat udara dan kapal laut. "Sebagian besar mereka adalah para pendatang di Sulteng atau orang asli Sulteng tapi memiliki saudara dan kerabat di daerah itu," ungkap Sutopo.

Sejauh ini, prioritas tanggap darurat bencana di Sulteng masih dilakukan, yaitu dilakukan percepatan evakuasi dan pencarian korban, pendirian rumah sakit lapangan, penanganan medis dan jenazah, distribusi logistik, percepatan pemulihan infrastruktur, dan penanganan bantuan luar negeri. Untuk percepatan evakuasi, membersihkan puing-puing bangunan rusak dan jalan, pemerintah sudah mengerahkan 51 alat berat. Sebanyak 39 unit lagi beroperasi di Kota Palu dan wilayah Sigi ada 12 unit.

"Kalau ada berita di medsos bahwa di Patobo, Balaroa, Mamboro, Biuronaru hanya dilakukan manual, itu tidak benar. Kami menggunakan alat berat sejak tiga hari lalu. Lumpur sudah mulai mengeras sehingga memudahkan pencarian korban; Ada juga di beberapa lokasi lumpur masih basah, ya tidak kita kerahkan alat berat di sana," jelas Kepala Pusdatin BNPB.(War)

    Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
    2014 KABAR KINI .com - All rights reserved