Rabu, 24 Oktober 2018 - 15:27:34 WIB
Lemhannas Gelar Jakarta Geopolitical Forum (JFG) II/2018
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: HEADLINE



Jakarta, kabar-kini.com, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menggelar Jakarta Geopolitical Forum (JGF) II/2018, di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (24/10/18).

Pada open session disampaikan welcome remarks oleh Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, Duta Besar RI dan Berkuasa Penuh Prof Dr Dorodjatun Kuntjoro Jati, dan sambutan Menteri Luar Negeri RI, Retno L Marsudi.

Gubernur Lemhannas, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, mengatakan, Jakarta Geopolitical Forum merupakan session sharing bagi para pakar geopolitik dunia dalam menelaah situasi kawasan di dunia. Forum ini diinisiasi oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia sejak 2016 lalu.

Menurut Gubernur Lemhannas, pihaknya mencari masukan tentang geopolitik Indonesia saat ini, untuk menentukan bagaimana kepentingan nasional Indonesia kedepan.

Hasil dari JGF II/2018, kata Agus, Lemhannas akan mencari makna bagaimana strategi Indonesia di masa depan. Sebab, sudah waktunya Lemhannas melakukan pemutakhiran materi dalam geopolitik dan bagaimana Indonesia memposisikan diri untuk kepentingan Indonesia 100 tahun kedepan.

Diharapkan forum strategis JGF II/2018 dapat dimanfaatkan bagi pembicara (speaker) maupun peserta untuk mendiskusikan isu geopolitik di tingkat dunia.

“Geopolitik yang dimaknai sebagai ruang hidup menjadi isu sentral bagi seluruh negara di dunia. Bagaimana Indonesia memposisikan diri dalam geopolitik dunia,” jelasnya.

Pada sesi plenary pertama dalam JGF dibuka dengan paparan The Geopolitical Overview yang disampaikan Profesor Dorodjatun Kuntjoro Jakti. Menurutnya, lonjakan populasi penduduk dunia kian mempertajam persaingan antar negara dalam menjaga wilayah dan mengelola sumber daya alamnya. Kondisi ini juga diperparah dengan adanya konflik di sejumlah negara.

Ia mengatakan, adanya arus pengungsi dari negara yang dilanda perang ke wilayah negara lain secara langsung berdampak terhadap stabilitas politik sebuah kawasan sehingga berdampak pula terhadap situasi geopolitik dunia.

“(Diskusi) fokusnya banyak berkisar pada sumber krisis yang banyak tampak. Bila kita bergerak tidak hati-hati maka kekacauan (disarray) akan menumpuk,” kata Dorodjatun.

Ia melanjutkan, dalam seminar ini akan dibahas tentang persoalan dunia diantaranya pertumbuhan jumlah penduduk.

“Trade War dan Indo Pasific buat kita sangat penting diperhatikan. Jika PDB tambah satu persen, maka perdagangan dunia bertambah tiga persen. Soal geopolitik bagi Indonesia sangat penting karena Indonesia saat ini berada di persimpangan jalan dan Indonesia tidak bisa tidak, memperhatikan hal ini,” terangnya.

Berikutnya pada sesi plenari kedua para peserta JGF akan mendiskusikan topik Ekonomi Politik & Keamanan dan Perdamaian Dunia (Political Economic & Global Peace and Security I).

Kemudian pada sesi plenari ketiga, para peserta JGF akan melanjutkan diskusi yang membahas topik yang sama, yakni Ekonomi Politik & Keamanan dan Perdamaian Dunia (Political Economic & Global Peace and Security).
(Waris)


    Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
    2014 KABAR KINI .com - All rights reserved