Jumat, 20 September 2019 - 16:42:29 WIB
Lembaga Ketahanan Nasional RI Selenggarakan Seminar Nasional
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: HEADLINE

Pengembangan SDM Unggul untuk Memanfaatkan Peluang Bonus Demografi Menuju Indonesia Maju pada RPJMN 2020 - 2024

Kabar-kini com, Jakarta, Lemhannas RI, Jakarta Lembaga Ketahanan Nasional RI (Lemhannas RI) sukses selenggarakan Seminar Nasional dengan mengangkat tema "Pengembangan SDM Unggul Untuk Memanfaatkan Peluang Bonus Demografi Menuju Indonesia Maju pada RPJMN 2020 /2024" di Gedung Dwiwarna Purwa. Lemhannas RI (20/9). Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo mengungkapkan. seminar ini merupakan Iangkah untuk Memberikan sumbangsih pemikiran Lemhannas RI kepada Presiden RI dalam RPJMN 2020-2024 terkait upaya peningkatan modal manusia. untuk selanjutnya dapat dijadikan Sebagai dasar bagi Presiden RI dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. "Seminar ini diselenggarakan oleh Lemhannas RI dalam perannya sebagai Lembaga "
"Think Tank" dan pembina Ketahanan Nasional untuk selanjutnya dapat dijadikan sebagai dasar Presiden Republik Indonesia dalam menentukan kebijakan lebih lanjut." ungkap Agus Widjojo.

Seminar Nasional ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana Upaya merealisasikan bonus demografi melalui rencana strategis yang telah dicanangkan, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah disertai dengan sinkronisasi Delaksanannya. serta bagaimana implikasi dan kontribusinya bagi bangsa Indonesia ke depan dengan tujuan untuk menghasilkan satu hasil kajian yang komprehensif sebagai masukan kepada Presiden RI dalam menyikapi dan menentukan kebijakan lebih Ianjut.

Seminar nasional tersebut menjawab pertanyaan strategis yaitu terkait usulan rencana Strategis pemerintah pusat dalam perencanaan pembangunan pada RPJMN 2020-2024 serta kementerian dan lembaga untuk memastikan bahwa bonus demografi ini bisa direalisasikan, bagaimana sinkronisasi antar sektor dalam mengimplementasikan platform Dembangunan SDM tersebut. bagaimana sinkronisasi perencanaan pusat dan daerah agar dapat berjalan secara efektif dan efisien, serta bagaimana perspektif dari daerah dalam mengimplementasikan platform pembangunan SDM tersebut.

Dari 34 provinsi di Indonesia, terdapat tiga kategori permasalahan kualitas sumber daya manusia dan dalam hal peluang terjadinya bonus demografi, yaitu kelompok pertama provinsi yang mendapat bonus demografi, namun bonus demografi tersebut adalah berasal dari pendatang, sedangkan penduduk aslinya menjadi pengangguran, atau keluar daerah karena kalah bersaing dengan para pendatang; kelompok kedua yaitu provinsi yang mempunyai periode terjadi peluang bonus demografi relatif pendek; serta kelompok ketiga yaitu provinsi yang mempunyai rasio ketergantungan yang tinggi terhadap angkatan kerja, sehingga tidak akan mengalami peluang bonus demografi. Dari ketiga pengelompokan dalam mengelola dan memanfaatan Bonus Demografi tersebut, maka diambil tiga provinsi yang akan dijadikan sebagai model untuk pemecahan masalah-masalah di daerah dalam mengelola dan pemanfaatan bonus demografi. Pemecahan masalah bonus demografi difokuskan pada empat sasaran prioritas yaitu Pendidikan, Ketenaga Kerjaan. Kesehatan dan Pembangunan Karakter (revolusi mental). Ketiga provinsi yang akan dijadikan model dalam mengembangkan SDM unggul untuk memanfaatkan bonus demografi adalah. Provinsi NTT, Jawa Tengah dan Banten.

Tampil sebagai narasumber dalam seminar ini yakni Puan Maharani (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI) mengangkat tema "Program Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Dalam Menyongsong Bonus Demografi", Prof Dr Muhajir Effendy (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI) mengangkat topik " Program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dalam Menyongsong Bonus Demografi", Muhammad Hanif Dhakiri (Menteri Ketenagakerjaan RI) yang mengangkat topik ”Program Kementerian Ketenaga Kerjaan Dalam Menyongsong Bonus Demografi", Prof Dr dr Nila Djuwita F. Moeloek (Menteri Kesehatan RI ) dengan topik "Program Kementerian Kesehatan Dalam Menyongsong Bonus Demografi", Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah) dengan tema “Road Map Pemanfaatan Bonus Demografi di Propinsi Jawa Tengah" , Dr. H. Wahidin Halim, M.Si (Gubernur Banten) dengan tajuk "Dampak Bonus Demografi Terhadap Penduduk Asli Banten", Victor Bungtilu Laiskodat (Gubernur Nusa Tenggara Timur ) dengan tema “Dampak Bonus Demografi Terhadap Tenaga Kerja di NTT".

Pembahas dalam seminar ini adalah Prof dr. Fasli Djalal, Dr. Bambang Wasito Adi, dan Prof. Dr. Ir. Umar Daihani, D.E.A.

Seminar sehari ini akan berlangsung dua sesi, dari pagi hingga sore hari yang di hadiri sejumlah pejabat dan kepala daerah.

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Prof Dr Bambang PS Brodjonegoro, mengatakan, bonus demografi itu adalah kesempatan sekali seumur hidup bagi bangsa Indonesia.

"Jadi ketika kita punya peluang, inilah kesempatan, mungkin sampai tahun 2043, lama lagi, hanya 20 tahun, tidak boleh kita lewatkan ya, boleh dibilang agak lambat untuk kemudian bisa maju kedepan," ujar Bambang.((Waris)


    Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
    2014 KABAR KINI .com - All rights reserved