Sabtu, 21 September 2019 - 00:53:10 WIB
Fast Retailing Bekerjasama dengan Organisasi Buruh Internasional
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: GAYA HIDUP

(ILO) untuk Jaminan Sosial dan usaha meningkatkan Lingkungan Kerja bagi Tenaga Kerja Asia

Kabar-kini.com, September 4, 2019, Jakarta, Indonesia - Fast Retailing hari ini mengumumkan rencana kerjasamanya dengan Organisasi Buruh Internasional (ILO), badan khusus PBB yang mempromosikan pekerjaan yang
layak bagi semua orang untuk meningkatkan sistem jaminan sosial dan lingkungan kerja bagi tenaga kerja
di Asia.

Dalam kerjasama ini, ILO akan melakukan analisis komparatif terhadap pasar tenaga kerja dan keamanan lingkungan kerja dari ekonomi tenaga kerja di Asia, di area negara - negara dimana produksi Fast Retailing berada - Bangladesh, Kamboja, Cina, India, Indonesia, Myanmar dan Vietnam, dengan tujuan untuk melanjutkan dialog kebijakan di seluruh area tersebut.

Dimulai pada bulan September 2019, Fast Retailing akan menyediakan dana sebesar US $ 1,8 juta dalam jangka waktu dua tahun (2019-2021). Dana tersebut akan diinvestasikan dalam penelitian ILO tentang
pasar tenaga kerja dan sistem jaminan sosial di negara-negara Asia, serta mempromosikan asuransi ketenagakerjaan di Indonesia dan memperkuat mekanisme dukungan terhadap tenaga kerja saat mereka tidak bekerja. Ini adalah proyek terbesar dalam sejarah ILO untuk inisiatif jaminan sosial yang didanai oleh swasta.

Tadashi Yanai, Ketua, Presiden dan CEO Fast Retailing, menjelaskan pentingnya proyek ini. “Asia adalah mesin pertumbuhan bisnis global. Untuk mewujudkan pertumbuhan berkelanjutan di Asia, adalah penting untuk memastikan lingkungan kerja yang layak dan menjunjung tinggi hak - hak tenaga kerja di seluruh area. Kami memiliki jaringan toko ritel yang besar dan terus berkembang di Asia, dan para tenaga kerja memberikan kontribusi yang signifikan bagi bisnis kami melalui jaringan mitra manufaktur independen. Hingga saat ini, kami terus bekerja untuk melindungi orang-orang dalam rantai suplai kami melalui kombinasi dari inisiatif kami sendiri dan kerjasama dengan para pengelola industri dan LSM terkait. Dengan kemitraan bersama ILO, kami berharap dapat berkontribusi lebih luas dan menemukan solusi untuk masalah-masalah yang dihadapi bukan hanya mereka yang ada dalam rantai suplai kami, melainkan semua tenaga kerja yang berada di Asia - melalui langkah-langkah jaminan sosial yang sistematis dan usaha dalam meningkatkan lingkungan kerja di seluruh area.

Tenaga kerja di Asia, terutama pekerja pabrik garmen, berisiko tinggi untuk berganti pekerjaan karena kebutuhan pekerjaan yang berubah dengan cepat akibat dari ekonomi yang berkembang pesat di Asia.
Namun, skema perlindungan sosial dan kebijakan pasar tenaga kerja yang ada sekarang ini seringkali tidak sepenuhnya melindungi tenaga kerja dari risiko pengangguran ataupun dulu di Indonesia dan akan dikelola oleh kantor ILO di Indonesia.


Dalam proyek gabungan pertama ini - yang memadukan antara jaminan sosial dan langkah - langkah kelayakan tenaga kerja untuk dipekerjakan kembali - ILO akan melibatkan lembaga pemerintah, asosiasi pekerja dan organisasi pengusaha di Indonesia untuk mengamankan sejumlah tujuan utama:

Memastikan upah minimum dan mencegah tenaga kerja yang menganggur dan keluarganya jatuh
miskin;

Memfasilitasi tenaga kerja untuk kembali bekerja sesegera mungkin melalui layanan
ketenagakerjaan;

Meningkatkan keterampilan dan kemampuan tenaga kerja agar bisa mendapatkan pekerjaan yang
lebih baik di pasar tenaga kerja yang terus berubah.

“Proyek ini akan menggabungkan jaminan sosial dengan pelatihan yang dipimpin oleh dunia industri dan layanan pekerjaan untuk mengurangi dampak restrukturisasi ekonomi dan reformasi ketenagakerjaan terhadap pekerja, kata Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia, dalam menekankan pentingnya pendekatan terpadu untuk mengatasi pengangguran dan kondisi kemiskinan tenaga kerja serta keterlibatan sosial di Asia.

Miyamoto menambahkan, seiring dengan perubahan struktur ekonomi, tenaga kerja perempuan, yang
mendominasi jumlah tenaga kerja di pabrik garmen, sangat berisiko untuk jatuh miskin. “Salah satu rencana positif dari proyek ini adalah untuk membantu perempuan berganti sektor pekerjaan, dengan memperoleh keterampilan baru atau mengembangkan bisnis mereka sendiri, terutama mengingat bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan membayar lebih banyak untuk kesejahteraan keluarga dan pendidikan untuk anak-anak.

“Memperkuat jaminan sosial pekerja adalah prioritas pemerintah. Proyek ini tepat pada waktunya karena dewan tripartit nasional (LKS tripartit) telah meminta bantuan teknis ILO untuk rencana perubahan jaminan sosial. Masukan teknis dari proyek ini akan membantu diskusi dan pengambilan keputusan oleh Dewan berdasarkan bukti yang nyata,” kata Haiyani Rumondang, Direktur Jenderal Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kementerian Tenaga Kerja, Indonesia.(Waris)

    Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
    2014 KABAR KINI .com - All rights reserved