Kamis, 10 Oktober 2019 - 12:54:40 WIB
PIB GELAR KONVENSI CALON MENTERI VERSI RELAWAN
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: HEADLINE



Jakarta, kabar-kini.com, Pilar Indonesia Bersatu (PIB), Gelar Konvensi Calon Menteri Versi Relawan Jokowi Jilid II Priode 2019 - 2024 di Dcost Jl.Abdul Muis, Jakarta Pusat, Kamis(10/10/2019).

Enam calon menteri yang digadang gadang oleh relawan Jokowi diantaranya 1. Hendrik Leonardus karosekall SE.MBA
2. Eliata Budiati SKM,M.si
3.Dr. Michael, SE.ME
4. Dr. Tahya Anja. MH
5. Sandra Charlotte
6. Prof.Dr.Ir. San Afri Awang.M,Sc
Dari salah satu Calon Menteri yang Siap ditempatkan di kementerian Apa saja, Sandra Charlotte memberikan sambutan selama lima menit yang diberikan waktu oleh panitia :
Terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat Mandiri dan berkepribadian serta berasaskan gotong royong karena Pak Jokowi selalu menginginkan bangsa Indonesia itu yang berdaulat dengan berdaulat salah satu gotong royong yang tercangkup dalam ideologi Pancasila kita itulah Pancasila gotong royong halo Bisa nggak perlu 9999 ya memang banyak salah satunya peningkatan kualitas manusia Indonesia ya indonesia dan ada lagi 2 struktur ekonomi yang produktif Mandiri dan berdaya saing Kalau yang untuk ke-3 pembangunan yang merata dan berkeadilan keempat mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan yang ke-5 kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa berdasarkan sistem hukum yang bebas korupsi bermartabat dan terpercaya 7 perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga ke-8 pengelola pemerintahan yang bersih efektif dan terpercaya Sinergi pemerintah daerah dalam kerangka negara kesatuan seperti yang mungkin saya sedikit penjabaran satu aja kayak yang lain untuk peningkatan kualitas manusia di mana untuk supaya dalam hal ini tidak ada suatu seperti kayak pelajaran di SD SMP SMA ataupun perguruan tinggi tinggi negeri itu perlu lebih dikembangkan lagi untuk pelajaran agama kalian mohon maaf agak sedikit ini agama itu kalau boleh kalau ini kan pendapat saya mungkin bisa dipakai nanti kedepannya untuk agama itu sebaiknya memang tidak dalam pelajaran di sekolah kayak bisa kan maksudnya ini untuk di dalam sekolah negeri khususnya Kalau swasta mungkin masing-masing ada Bisakah swasta yang Kristen ya sekolah dapat pelajaran pembelajaran agama Kristen kalau yang ada Muhammadiyah Al Azhar mereka akan mendapatkan suatu pelajaran dari agama tersebut atau kalau mereka dimasukkan ke pesantren ya mereka pun dapat membentuk pendidikan pelajaran agama apa detil-detil nya sesuai dengan isi Alquran tersebut sehingga mungkin ini mohon maaf agak ini ekstrem untuk agama untuk pendidikan ini karena seperti yang sekarang kita lihat banyak demo-demo sampai anak SMP SMA ya diajarin bingung turun ke jalan nah ini untuk peningkatan kualitas manusianya ini Indonesia ini kan tentang SDM nya anak didik kita hari ini hari kita sudah di dalam rumah untuk Seperti kaya agama itu tersebut jadi kalau bisa untuk pendidikan meningkatkan kualitas manusia nya Kalau di sekolah itu Negeri khususnya yang gak usah pakai pelajaran agama karena agama itu udah punya hak asasi yang paling asasi jadi dia tinggi sehingga kalau untuk agama itu disesuaikan aja karena Sorry kayak di luar negeri Singapura di negara lain juga kan mereka di dalam sekolahnya mengadakan pelajaran agama agama di badan lagi lembaga lagi sehingga mereka bisa fokus dengan agama mungkin kalau yang di negeri kita ganti dengan pelajaran Budi Pekerti dan dalam budaya yaitu budi pekerti bagi budi pekerti budaya Indonesia sehingga mereka bisa tahu budaya Indonesia itu Sekian banyak dari Sabang sampai Merauke Nusantara pulau ke pulau itu sehingga pelajaran agama itu mereka dapatkan dari sekolah masing-masing yang mereka duduki kalau suasananya ya Muhammadiyah itu jadinya mereka khusus dapat pendidikan dan agama kalau yang udah pasti Ya udah pacaran Kristen Katolik juga begitu atau Penabur ya kan masing-masing punya itu sehingga akhirnya sekarang anak-anak kita apa anak-anak muda kita sampai nggak tahu itu kehidupan sekarang Sehingga segala sesuatu dihalalkan berbalik agama ke depannya kalau bisa untuk pendidikan agama mungkin dipisahkan dari pelajaran di sekolah Kalau dulu kan saya juga malam itu kalau ada pelajaran agama Kristen boleh keluar kalau di kantin perpustakaan atau tetap diam di situ juga boleh kalau bisa ya itulah jadinya disuruh jadi kita kita anak-anak kita ini jadi itu aja kedepannya dan untuk selebihnya ya kita terus bisa mewujudnyatakan apa yang Pak Jokowi memiliki dari visi misi itu tadi dia terima kasih

Acara ini dihadiri Ratusan para relawan dan juga awak media (waris)


    Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
    2014 KABAR KINI .com - All rights reserved