Selasa, 29 Oktober 2019 - 22:28:12 WIB
Fraksi PDIP Panggil Bank DKI, Masalah Penyegelan Tanah Warga
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: HEADLINE



Kabar-kini.com– Jakarta, :Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Dwi Rio Sambodo mempertanyakan penggadaian sertifikat tanah atas milik Ichsan ke Bank DKI Jakarta, beralamat di Tanah Tinggi Sawah XII No. 112, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Dwi Rio Sambodo Selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur, meminta Bank DKI yang diwakili staff legalnya M Yogie SS, Yeni Nainggolan, Yayat untuk melengkapi dokumen dan foto sebagai bukti terjadi penggadaian sertifikat tanah atas nama Ichsan seluas 218 meter persegi SHM 591.

“Fraksi PDI Perjuangan melihat ada perbedaan dokumen antara Bank DKI dengan keluarga Ichsan, yang dalam hal ini diwakili sang istri Iin Jubaidah. Kami hanya bisa masuk dalam ranah kebijakan mempertanyakan hal ini. Namun, jika sudah masuk ranah hukum maka kami tidak dapat mengintervensi,” tegas Rio di ruang Pengaduan Fraksi PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Rio mempertanyakan perbedaan dokumen yang dimiliki Bank DKI atas penggadaian sertifikat tanah atas nama Ichsan. “Senin depan (4/11) Bank DKI dapat melengkapi dokumen penggadaian sertifikat tanaha,”tambahnya.

Hal senada, Anggota DPRD Jhonny Simanjuntak meminta pihak Bank DKI jangan sampai merugikan masyarakat dalam agunan dalam soal pinjaman. Jhonny meminta Bank DKI cermat dalam memberikan pinjaman terhadap peminjam.

“Karenanya dalam memberikan pinjaman cermat Bank DKI melihat dokumen atau pun arsip lainnya, jangan sampai masyarakat gak minjam tiba-tiba dirugikan,”ucap Jhonny.

Iin mengatakan, suaminya hanya punya istri dirinya. “Suami saya gak pernah nikah lagi. Saya heran kok ada nama istri bukan atas nama saya,”kata Iin.

Dalam mediasi pihak Bank DKI dengan keluarga Ichsan, yang diwakili sang istri terjadi perbedaan dokumen berupa kartu keluarga dan nama istri. Disebut pihak legal Bank DKI Yogie dalam KK nomor 317106120870006 tertulis nama istri atas nama Tia Refendi.

Padahal, KK nomor 3171081201095356 tertulis istri sah Ichsan atas nama Iin Jubaidah.

Iin melanjutkan, suaminya meninggal dikarenakan sakit pikiran akibat tanah tergadai ke Bank DKI. Padahal, lanjut Iin, suaminya Ichsan tidak pernah menggadaikan ke Bank plat merah itu. Namun, tidak disangka tanah miliknya disegel pihak Bank.

Keponakan Iin, Arthur heran atas perbedaan nomor KK. “Yang saya tahu Bank memberikan agunan cermat, dan tidak teledor, kok bisa nama istri berbeda,”tambah Arthur.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Ichsan yang sehari-hari pedagang daging di Pasar Johar Baru, mengalami kesulitan keuangan, hingga akhirnya meminjam uang Rp 97 juta kepada Tony Wiguna, kawannya. Dengan jaminan sertifikat tanah miliknya.

Tidak disangka, saat ingin membayar utang pinjaman tersebut, Ichsan menyambangi rumah Tonny sesuai alamat yang diberi. Sayangnya, alamat yang dituju fiktif. Tony pemberi pinjaman bak ditelan bumi.

Beberapa bulan kemudian, keluarga Ichsan lebih dikejutkan, aparat Polres Metro Jakarta Pusat memasang plang di atas tanah miliknya bertuliskan “Tanah ini dalam proses penyidikan”. Pasalnya, Bank DKI mengklaim tanah tersebut sudah digadaikan sebesar Rp 950 Juta.

Seusai sang suami meninggal, akhirnya Iin didampingi lembaga swadaya masyarakat JALAK yang diketuai Amin Santoso dkk meminta perlindungan terhadap anggota DPRD fraksi PDI Perjuangan. Hadir dalam mendengar keluhan warga Johar Baru, Anggota DPRD Wa Ode Herlina, Pantas Nainggolan, dan jajaran staff Ahli Anggota DPRD. (Aris)


    Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
    2014 KABAR KINI .com - All rights reserved