Jumat, 22 November 2019 - 23:02:24 WIB
Carrie: The Musical Musik dan Lirik oleh Michael Card and Dean Pitchford
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: MUSIK



Kabar-kini.com. Jakarta - Di bawah JYPA, Shaumozza Hendrarso (Produser dan Pemeran Anggota), Aqsa Suryana (Sutradara), Aisha Servia (Sutradara), Pazia Faisal (Sutradara Musik), Anya Suryadarma (Sutradara Musik), Mohammed Harmoun (Co-Koreografer), Ashira Deendra (Co-Koreografer), dan Givanya Gianda (Co-Koreografer) telah menghasilkan Carrie: The Musical. Musikal tersebut menceritakan kisah tentang Carrie White dan kekerasan yang dihadapi dia dalam rumah tangga dan di sekolah. Musik dan lirik yang ditulis oleh Michael Gord and Dean Pitchford menyoroti bagaimana rasa sakit yang ditimbulkan pada masing-masing karakter mencerminkan pikiran dan tindakan mereka. Meskipun konsep kekuatan telekinetik jauh dari kenyataan, masalah KDRT yang tidak terselesaikan dalam cerita sangat hadir dalam masyarakat saat ini, walaupun tidak sering dibicarakan secara terbuka.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, JYPA memiliki tujuan untuk memajukan kaum muda. Namun, visi mereka tidak terbatas pada pertumbuhan diri ataupun explorasi. Dengan suara yang mereka miliki di panggung, mereka ingin menyebarkan pesan-pesan penting mengenai masalah modern, dan memberi bantuan kepada para korban masalah-masalah tersebut. Melalui Carrie: The Musical, mereka ingin memulai percakapan tentang KDRT dan menginspirasi orang-orang untuk bicarakan topik tersebut yang telah dijauhi dan diabaikan oleh masyarakat Indonesia. dengan seni, mereka memberi wawasan unik mengenai topik tersebut dan menunjukkan betapa pentingnya bersatu sebagai suatu komunilas untuk memberi dukungan dan menguatkan korban-korban isu KDRT.

Malalui kolaborasi dengan Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia bersatu sebagai suatu komunitas untuk memberi dukungan dan menguatkan korban korban isu KDRT. Melalui kolaborasi dengan Lembaga Hukum - Asosiasi Perempuan Indinesia untuk Keadilan Jakarta, kami memiliki tujuan untuk memberi suara kepada mereka yang dibungkam oleh orang-orang yang telah menimbulkan kekerasan flsik atau verbal dan menurunkan jumlah nyawa yang hilang karena terbatasnya akses ke bantuan mental dan hukum untuk korban-korban KDRT. (Waris)




    Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
    2014 KABAR KINI .com - All rights reserved