Jumat, 27 Desember 2019 - 02:02:29 WIB
Film Animasi Garapan Wau Animation dan Primeworks Studios Hadir Di Indonesia
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: HEADLINE


Kabar-kini.com, Jakarta, Menyusul keberhasilan box office di Malaysia, Singapura dan Brunei, film fitur animasi ketiga Malaysia tahun ini, EJEN ALI THE MOVIE, Akhirnya akan tayang di Indonesia. Ini adalah film animasi garapan Wau Animation dan Primeworks Studios yang dijadwalkan rilis di bioskop Indonesia pada 1 Januari 2020.

Datuk Ahmad Izham Omar, Chief Executive Officer Primeworks Studios mengatakan, film animasi asal Malaysia tersebut mendapat sambutan luar biasa di luar negeri seperti Singapura dan Brunei Darussalam.

"Di Singapura dan Brunei, Ejen Ali The Movie mendapatkan sambutan dan antusias yang luar biasa dan ini memberikan semangat kami dalam memajukan dunia animasi," kata Datuk Ahmad Izham Omar di acara jumpa pers di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (26/12/2019).

Dia mengatakan, film animasi ini menawarkan kualitas yang tak kalah dengan animasi Hollywood. Kualitas itu hadir dari proses pembuatan yang tidak sebentar, yaitu selama satu tahun delapan bulan.

Tak hanya menghibur, film animasi yang disutradarai Usamah Zaid Yasin ini juga menghadirkan action yang ciamik, humor sederhana yang kocak, dan pesan moral untuk anak-anak maupun orang dewasa yang menontonnya.

Usamah Zaid Yasin, Chief Executive Officer Wau Animation mengakui, pembuatan Ejen Ali The Movie sangat sulit, terlebih dengan budget yang terbatas. Namun, proses ini berhasil dibuktikan dengan hasil film dan sambutannya di berbagai negara di luar Malaysia.

"Bukan cuma waktu menulis cerita yang lama, tapi juga dari segi budget. Film ini dihasilkan satu tahun delapan bulan, tapi dibandingkan dengan animasi Hollywood yang empat tahun. Jadi, perlu kerja keras untuk menghasilkan film ini," tutur Usamah Zaid Yasin di kesempatan yang sama.

Filem terbitan Primeworks Studios dan Wau Animation itu mengisahkan Ali, budak berusia 12 tahun yang direkrut menjadi penyiasat di agensi perisikan dikenali sebagai Meta Advance Tactical Agency (MATA).

Ali ditugaskan melindungi kota futuristik Cyberaya daripada ancaman luar.

Konflik timbul apabila Ali mengetahui dia bukanlah satu-satunya ejen yang boleh mengawal gajet istimewa iaitu Infinity Retinal Intelligence System (IRIS).

Gajet itu diubahsuai menjadi IRIS Neo, perkakasan yang boleh dikawal serta digunakan oleh ejen lain.

Inovasi baharu itu dipersoalkan Ali apabila dia merasa terpinggir dan kedudukannya sebagai ejen istimewa MATA tergugat.

Pada saat itu, Ali didatangi individu misteri yang mendakwa tahu kisah silamnya.

Jadi, bermulalah pengembaraan Ejen Ali demi membongkar kebenaran biarpun kesetiaannya terhadap MATA teruji. (War).



    Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
    2014 KABAR KINI .com - All rights reserved