Jumat, 12 Juni 2020 - 21:07:11 WIB
Webinar Online Mengawal Film Nasional Saat Tayang di Era New Normal.
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: HEADLINE





Kabar-kini.com, Jakarta, - Acha Septriasa masih merasa kebingungan jika suatu hari nanti diminta syuting film saat New Normal diterapkan di Indonesia.

Sampai sejauh ini Acha Septriasa belum kembali syuting dan nonton film di bioskop di Sydney, Australia, tempat tinggalnya sekarang bersama keluarga.

Acha Septriasa masih menunggu sampai ada pemberitahuan bahwa Sydney dan bagian dunia lainnya, termasuk Indonesia, sudah kondusif untuk industri film Indonesia.

"Saya belum ke bioskop lagi. Tapi Australia masih ditutup perbatasannya sampai 1 Juli 2020," kata Acha Septriasa, Jumat (12/6/2020) sore.

Saat itu Acha Septriasa berbincang dari Sydney dalam Webinar Online Mengawal Film Nasional Saat Tayang di Era New Normal.

Sebagai bintang film, Acha Septriasa merasa cukup terdampak penyebaran Covid-19.

Apalagi sebagai pemain film yang bekerja di lokasi syuting, Acha Septriasa meyakini, para aktor dan aktris rawan tertular Covid-19.

Sebab, saat beradegan didepan kamera film, tidak akan memakai alat pelindung diri selama syuting dilakukan.

"Sebagai pekerja seni, saya belum tahu cara memulai dengan aman membuat film," kata Acha Septriasa.

Acha Septriasa baru saja mendengar, proses syuting Avatar 2 sudah mulai dilakukan di Selandia Baru.

Selama syuting Avatar 2 dilakukan, baik pemain film maupun ratusan kru filmnya memakai standar kesehatan yang ditetapkan WHO.

Lola Amaria, produser dan bintang film, menambahkan, biaya memproduksi film akan bertambah banyak jika dilakukan di tengah New Normal.

Misalnya, sebut Lola Amaria, ada 80 kru film yang harus menjalani rapid test dan dilakukan sampai 3 kali serta ditemani paramedis.

"Berapa biaya tambahannya. Sementara produser berjuang supaya kembali modal saat membuat film," ujar Lola Amaria.

Ia yakin, apabila standar kesehatannya benar-benar diikuti, tambahan biaya yang dikeluarkan produser untuk membuat sebuah film tidak sedikit.

"Kalaupun ada biayanya, apakah semua kru bisa mematuhi imbauan itu. Semua pasti akan berubah, pasti akan ada jarak selama syuting," kata Lola Amaria.

Djonny Sjafruddin sebagai pemilik Bioskop dari Sumatera, Jawa hingga Sulawesi mengatakan "Dalam Bisnis Bioskop seharusnya ada komunikasi seperti orang Cina, agar saling menguntungkan antara pengusaha Bioskop dan produser film. 

Termasuk kerjasama dengan Pemerintah agar ada ruang dan bantuan bagi anak muda yang ingin membuat Film Indonesia. " Ujar Djonny

Pengamat Film dan wartawan Senior adalah Yan Widjaya menurutnya "Ada banyak sekali judul Film yang tertunda tayang karna Pandemi ini, namun film Indonesia yang paling dinanti penayangan nya ada 4 judul yakni Hamka (Buya Hamka), Bung Hatta, Taufan (menceritakan Perjuangan Zaman Penjajahan Jepang), dan Gatot Kaca karya Hanung Bramantyo."

Bioskop akan buka kembali di Era New Normal dengan kapasitas penonton 50% dan menjalankan protokol kesehatan yang sesuai. Lalu Bagaimana mengembalikan antusias penonton untuk kembali ke Bioskop dan memperhitungkan untung rugi sebuah film ? 

Albert Tanoso menjawab pertanyaan ini, "Protokol kesehatan sudah mulai menyusul pada hari Jumat lalu, point utama agar Film tetap tayang dan upaya mengembalikan antusias penonton adalah dengan cara kampanye ke masyarakat secara langsung maupun promosi melalui media sosial seperti Instagram karena semakin banyak promosi maka harapannya akan semakin meningkat jumlah penonton."

Setidaknya ada 122 judul film Nasional yang belum tayang dan akan dijadwalkan tayang hingga Desember 2020 serta 180 Judul Film Import yang siap berdesakan dengan jam tayang film Nasional. 

Semoga saja Pandemi ini segera mereda dan Bioskop kembali ramai seperti sediakala.(war)




    Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
    2014 KABAR KINI .com - All rights reserved