Kamis, 30 Juli 2020 - 10:20:51 WIB
Kepedulian Dandim 1006/Mtp Ditengah Derita Johar Latifah (7) Akhirnya Berbuah Manis
Diposting oleh : Redaksi
Kategori: NASIONAL.


Kabar-kini.com, Martapura, Hanya semangat untuk sembuh yang ada dipikiran Syafrudin orang tua anak perempuan penderita kurang gizi bernama Johar Latifah (7) warga RT 02 Desa Bi-ih, Kecamatan Karang Intam, Kabupaten Banjar.

Cepat tanggap langsung di lakukan Dandim 1006/Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto, yang juga Dansatgas TMMD Ke-108 di Desa Bi-ih, saat mendapat laporan anggota babinsa, ada anak kecil sakit akibat kurang gizi di Desa itu, yang kondisi ekonomi orang tuanya kurang mampu.

Menurut informasi yang saya terima, kata Dandim, hasil pemeriksaan kesehatan, diketahui Latifah ada kelainan jantung. Ketika mengalami deman panas, kaki dan mulutnya membiru dan mengalami bisu dan tuli. "ujar Dandim.

Diusia 3 bulan, ia (latifah,red) pernah dirawat RS karena mengalami muntah darah, karena ketiadaan biaya, keluarga membawa pulang. Derita anak malang ini semakin bertambah ketika ibunya meninggal dunia disaat dia masih membutuhkan kasih sayang."ujar Dandim, Kamis (30/07/20)

Mendapat laporan tersebut, Dandim 1006/Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto, langsung melakukan koordinasi dengan Sekda Kabupaten Banjar dan Dinas Kesehatan serta Dinas Sosial untuk segera mungkin dapat menangani penyakit yang diderita Johar Latifah (7) anak perempuan malang itu.

"Jangan dipersulit dalam penanganan dan pengobatan Latifah anak perempuan malang itu. "kata Dansatgas.


Seperti diceritakan Syafrudin orang tua Latifah, sejak balita anaknya mengalami gizi buruk. Saat lahir, dengan berat 2,3 Kg, anaknya tiga hari tidak mau menyusu.

"Iy pak.. tadi pagi anak saya tidak mau makan, perutnya sakit dan demam panas, tetapi minum masih mau.
"Tadi sudah diberikan obat oleh bidan desa (bindes) tetapi anak saya tidak mau dan menolak minum obat, "lirih Syafrudin sendu.

Sementra itu, Kadiskes Kab Banjar Dr Diauddin M.Kes menyampaikan, kebetulan kita dapat laporan juga dari Pak Dandim dan aparat setempat. Adanya laporan tersebut, kita langsung mengutus Kepala Puskesmas ke rumah anak malang tersebut.

Dijelaskan Dr Diauddin saat awak media menanyakan perihal johar latipah mengungkapkan " memang anak tersebut sebenarnya sudah lama kita memantau karena diketahui sakitnya sudah lama. Artinya penyakitnya bawaan sejak kecil, tetapi belakangan ini kondisinya agak melemah, ungkapnya.

"Kita sekarang memantau ke sana. Dinkes Kab Banjar bekerjasama Dinsos, akan membantu semaksinal mungkin untuk menanganinya. "ujarnya.

" Nanti kalau misalnya sudah siap segala pendanaan dan lain lain, Dinas Kesehatan akan menidaklanjutinya membawa ke rumah sakit, ujarnya lagi

Saat ditanya awak media mengapa harus menunggu segala pendanaan, apa tidak dilakukan tindakan cepat (darurat) oleh Dinas Kesehatan Kab Banjar, Dr Diauddin, menjelaskan, "dalam hal ini, semua harus berjalan beriringan dimana kita kerjasama dengan dinas sosial. Untuk kesehatannya kita tangani sambil administrasi juga jalan, jelasnya.

" Perlu saya jelaskan, kata Dr Diauddin, maksudnya beriringan, kita tidak menunggu administrasi selesai baru kita bawa, ucapnya lagi.

"Saat ini, kita masih menunggu laporan balik dari puskesmas bagaimana kondisi terakhir anak itu,"jelasnya.(Red)

    Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
    2014 KABAR KINI .com - All rights reserved