{"id":135391,"date":"2025-10-05T01:39:50","date_gmt":"2025-10-05T01:39:50","guid":{"rendered":"https:\/\/kabar-kini.com\/?p=135391"},"modified":"2025-10-05T01:39:51","modified_gmt":"2025-10-05T01:39:51","slug":"cia-fest-2025-hari-kedua-guru-jadi-garda-depan-literasi-anak-rayakan-tradisi-dan-alam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabar-kini.com\/?p=135391","title":{"rendered":"CIA Fest 2025 Hari Kedua: Guru Jadi Garda Depan Literasi, Anak Rayakan Tradisi dan Alam"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Kabar-kini.com, <\/strong>Jakarta \u2013 Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA) melanjutkan rangkaian CIA Fest 2025, ajang literasi anak terbesar di Indonesia yang digelar pada 3\u20135 Oktober 2025 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Mengusung tema \u201cSuara Anak untuk Alam\u201d, festival ini menjadi refleksi kepedulian bersama terhadap tantangan lingkungan hidup seperti krisis iklim, pencemaran, dan berkurangnya ruang hijau yang berimplikasi pada tumbuh kembang anak. Sejalan dengan tema besar Majalah CIA tahun 2025 yakni \u201cLingkungan\u201d, CIA Fest menjadi wadah aspirasi anak untuk menumbuhkan kesadaran literasi lingkungan sejak dini.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu agenda utama hari kedua adalah \u201cCerita Inspirasi Guru\u201d, yang dihadiri oleh Dr. Iwan Junaedi, S.Si., M.Pd., Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (GTK). Ia menjelaskan bahwa peluncuran platform Hanya Untuk Guru merupakan langkah nyata pemerintah dalam mendukung kesejahteraan dan pengembangan profesional para pendidik.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSekarang adalah era bapak ibu guru bisa mengakses dan mengeksplor segala yang dibutuhkan. Karena itu, peluncuran platform Hanya Untuk Guru adalah salah satu cara bapak ibu guru difasilitasi mengakses kebutuhan pendukung demi kemajuan Generasi Emas,\u201d ujar Dr. Iwan Junaedi, Direktur GTK Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n<p>Sesi tersebut juga menghadirkan Romo Odemus Bei Witono S.J., Direktur Perkumpulan Strada, salah satu yayasan pendidikan terbesar dan tertua di Indonesia. Sesi Hanya Untuk Guru semakin bermakna dengan kehadiran guru-guru dari Kabupaten Balangan, Barito Timur, dan Tabalong yang membagikan kisah nyata perjuangan mereka dalam menguatkan literasi di daerah. Beberapa guru juga sempat berdialog langsung mengenai arah kebijakan Kemendikdasmen, yang menjadi contoh nyata keterbukaan komunikasi antara pendidik dan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam konteks literasi berkelanjutan, Stefanie Agustin, Pendiri Majalah CIA, menegaskan bahwa guru memiliki peran sentral dalam membentuk generasi literat Indonesia. Ia menyampaikan bahwa program Hanya Untuk Guru menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan bagi tenaga pendidik yang bekerja di garda terdepan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSejak awal, Majalah CIA meyakini bahwa literasi anak tidak akan tumbuh tanpa peran guru. Melalui platform Hanya Untuk Guru, kami ingin menghadirkan ruang apresiasi dan dukungan bagi para guru yang selama ini bekerja di garda terdepan,\u201d kata Stefanie Agustin.<\/p>\n\n\n\n<p>Hari kedua CIA Fest 2025 juga menampilkan MAINLYMPIC, program permainan tradisional yang sepanjang tahun ini telah digelar di 50 Sekolah Dasar se-Jabodetabek. Acara ditutup dengan pertandingan antar sekolah yang penuh keceriaan. MAINLYMPIC merupakan hasil kolaborasi CIA bersama Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI), yang menyoroti pentingnya permainan tradisional sebagai sarana membangun karakter, kebersamaan, serta kesehatan fisik dan mental anak.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain MAINLYMPIC, CIA Fest 2025 juga menghadirkan 14 mata lomba literasi, sebagai wadah bagi anak-anak untuk menunjukkan kecakapan, kreativitas, dan kemampuan kognitif mereka. Lomba-lomba tersebut antara lain: Cerdas Cermat, Debat, Eja Kata, Fashion Show, Kreasi Lakon, Kreasi Topeng, Mading Kreatif, Modern Dance, Musikalisasi Puisi, Paduan Suara SD, Paduan Suara TK, Poster, Storytelling, dan Tari Grup.<\/p>\n\n\n\n<p>Khusus lomba Debat, CIA Fest berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Pada babak final, hadir dewan juri kehormatan yaitu Totok Amin Soefijanto, Ed.D., Rektor Institut Media dan Digital Ekonomi (IMDE); Yeri Nurita, S.S., Plt. Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara Perpusnas RI; serta Magdalena Chori Rachmawati, Dosen PPG Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Totok Amin Soefijanto menilai bahwa kompetisi debat menjadi wadah penting dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan komunikasi yang sehat di kalangan anak-anak.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDebat ini bukan soal menang atau kalah, melainkan tentang melatih kebiasaan berdialog, mencari informasi yang valid, dan saling menghargai. Anak-anak belajar untuk mendengarkan aspirasi lawan bicara mereka. Kebiasaan ini sangat penting karena membentuk empati dan keterampilan komunikasi yang sehat,\u201d ujar Totok Amin Soefijanto, Rektor IMDE.<\/p>\n\n\n\n<p>Tahun ini, selain menjadi mitra institusi CIA Fest 2025, IMDE juga mendukung program WARIOR CIA (Wartawan Junior CIA), yaitu pelatihan jurnalis cilik di mana anak-anak belajar langsung meliput, menulis, berkarya, dan berbagi inspirasi. Kehadiran WARIOR CIA menegaskan misi Majalah CIA dalam melahirkan generasi literat yang kritis, kreatif, dan berdaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Hari kedua CIA Fest menjadi bukti nyata bahwa literasi tidak hanya soal membaca dan menulis, melainkan juga fondasi pengembangan diri dan peningkatan kapasitas sepanjang hayat. Generasi muda dan masyarakat literat adalah kunci keberhasilan bangsa. Semakin banyak pihak yang memaknai literasi, semakin besar pula harapan untuk menghadirkan literasi yang benar-benar memerdekakan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kabar-kini.com, Jakarta \u2013 Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA) melanjutkan rangkaian CIA Fest 2025, ajang literasi anak terbesar di Indonesia yang digelar pada 3\u20135 Oktober 2025 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Mengusung tema \u201cSuara Anak untuk Alam\u201d, festival ini menjadi refleksi kepedulian bersama terhadap tantangan lingkungan hidup seperti krisis iklim, pencemaran, dan berkurangnya ruang hijau<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":135392,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-135391","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/135391","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=135391"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/135391\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":135393,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/135391\/revisions\/135393"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/135392"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=135391"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=135391"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=135391"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}