{"id":138044,"date":"2025-10-20T13:20:47","date_gmt":"2025-10-20T13:20:47","guid":{"rendered":"https:\/\/kabar-kini.com\/?p=138044"},"modified":"2025-10-21T00:32:30","modified_gmt":"2025-10-21T00:32:30","slug":"rmi-nu-dan-mui-kawal-kehalalan-program-mbg-tegas-tolak-food-tray-impor-non-halal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabar-kini.com\/?p=138044","title":{"rendered":"RMI-NU dan MUI Kawal Kehalalan Program MBG: Tegas Tolak Food Tray Impor Non-Halal"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kabar-kini.com<\/strong>, Jakarta \u2014 Rabithah Ma\u2019ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) DKI Jakarta bersama Asosiasi Pesantren NU dan lembaga terkait menggelar Konferensi Pers Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Acara ini digelar untuk menegaskan pentingnya kehalalan dalam pelaksanaan program nasional MBG, terutama dalam aspek rantai pasok pangan, peralatan makan, hingga proses penyajian di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan Islam, di Hotel Sofyan Cut Mutia, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (20\/10\/2025).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan yang diawali dengan dialog bertajuk \u201cAsosiasi Pesantren NU Mendukung Program MBG Presiden Prabowo serta Menolak Food Tray Impor China\u201d tersebut dihadiri oleh KH. Rahmad Dzalani Kiki, Ketua RMI-NU DKI Jakarta; Ust. Wafa Ariansyah, Wakil Sekretaris RMI-NU DKI Jakarta; serta perwakilan dari Asosiasi Produsen Wadah Makan Indonesia (APMAKI).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam konferensi pers ini, KH. Rahmad Dzalani Kiki menegaskan komitmen RMI-NU untuk mendukung penuh program MBG yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia juga menyuarakan penolakan terhadap produk food tray impor asal China yang diduga menggunakan minyak babi dalam proses produksinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKegiatan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi publik tentang apa yang kita perjuangkan bersama. Kita mendesak agar pengadaan food tray benar-benar berlogo halal dan sesuai standar. Faktanya, masih banyak food tray impor dari China yang menggunakan label halal secara tidak sah. Pemerintah harus mengambil tindakan tegas, dan masyarakat perlu dilibatkan dalam pengawasan peredaran produk non-halal,\u201d tegas KH. Rahmad Dzalani Kiki.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa label halal hanya dapat dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang, yakni Komisi Fatwah MUI. Oleh karena itu, pihaknya menegaskan akan memperjuangkan kepastian halal bagi masyarakat, terutama di lingkungan pesantren.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Dr. KH. Aminudin Yakub, dari Komisi Fatwah MUI Pusat, menyampaikan pandangan tegas terkait pentingnya pengawasan menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG. Ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan seluruh mata rantai penyediaan makanan bergizi gratis memenuhi standar halal, mulai dari bahan baku, proses memasak, hingga penyajian kepada peserta didik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKehalalan adalah ketentuan mutlak bagi umat Muslim. Untuk anak-anak peserta didik di seluruh Indonesia, makanan yang disajikan harus benar-benar halal dan tayyib. Karena itu, kami mendesak agar BGN mengawasi rantai pasok MBG dan mencegah penggunaan bahan yang tidak memenuhi standar halal,\u201d ujar KH. Aminudin Yakub.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beliau juga mengingatkan agar BGN bersama lembaga terkait meningkatkan pengawasan terhadap masuknya produk luar negeri, terutama yang tidak memiliki sertifikasi halal yang sah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBadan Gizi Nasional harus memantau ketat masuknya barang-barang impor yang tidak memenuhi standar halal. Jangan sampai program mulia seperti MBG ini justru tercemar oleh produk yang tidak halal,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Wadah Makan Indonesia (APMAKI), Ardy Susanto, menegaskan bahwa produsen lokal sebenarnya siap mendukung penuh program MBG melalui penyediaan wadah makan halal dan berstandar nasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cProdusen lokal telah mampu memproduksi hingga 12 juta food tray per bulan untuk mendukung program MBG. Namun, kami prihatin karena beredar perdagangan food tray impor secara daring yang tidak sesuai peraturan, bahkan ada yang diduga memalsukan sertifikat halal MUI,\u201d jelas Ardy.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Ardy, keberadaan food tray impor yang tidak memenuhi ketentuan justru merugikan industri nasional dan mengancam kredibilitas program MBG yang sejatinya bertujuan memberikan makanan bergizi dan halal bagi peserta didik di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konferensi pers ini juga menegaskan bahwa RMI-NU DKI Jakarta bersama MUI akan terus mengawal isu kehalalan dalam seluruh aspek pelaksanaan MBG, termasuk edukasi kepada pesantren tentang pentingnya sertifikasi dapur halal. Dalam hal ini, penggunaan food tray berlogo halal menjadi salah satu syarat utama untuk memastikan dapur MBG memenuhi standar kehalalan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai wujud nyata perhatian terhadap gizi anak bangsa. Melalui dukungan pesantren dan lembaga keagamaan, program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat nutrisi, tetapi juga menjadi teladan penerapan standar halal di tingkat nasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan sinergi antara RMI-NU, MUI, dan asosiasi produsen lokal, konferensi ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem halal nasional serta memastikan bahwa setiap hidangan yang dikonsumsi peserta didik di bawah program MBG benar-benar aman, sehat, dan halal. (WAR)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kabar-kini.com, Jakarta \u2014 Rabithah Ma\u2019ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) DKI Jakarta bersama Asosiasi Pesantren NU dan lembaga terkait menggelar Konferensi Pers Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Acara ini digelar untuk menegaskan pentingnya kehalalan dalam pelaksanaan program nasional MBG, terutama dalam aspek rantai pasok pangan, peralatan makan, hingga proses penyajian di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":138045,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-138044","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragamberita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/138044","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=138044"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/138044\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":138067,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/138044\/revisions\/138067"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/138045"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=138044"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=138044"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=138044"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}