{"id":173707,"date":"2026-05-10T04:00:22","date_gmt":"2026-05-10T04:00:22","guid":{"rendered":"https:\/\/kabar-kini.com\/?p=173707"},"modified":"2026-05-10T04:00:22","modified_gmt":"2026-05-10T04:00:22","slug":"kai-percepat-penataan-perlintasan-sebidang-untuk-memperkuat-keselamatan-perjalanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabar-kini.com\/?p=173707","title":{"rendered":"KAI Percepat Penataan Perlintasan Sebidang untuk Memperkuat Keselamatan Perjalanan"},"content":{"rendered":"<ol>\n<li dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\"><\/li>\n<\/ol>\n<p dir=\"ltr\">_<i>KAI bersama DJKA Kementerian Perhubungan dan para pemangku kepentingan telah melakukan penutupan 29 titik serta penyempitan 5 titik perlintasan pada periode 27 April\u20139 Mei 2026<\/i>_<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan menjadi perhatian bersama setelah kejadian di Bekasi Timur pada 27 April 2026. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan penertiban perlintasan sebidang guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menindaklanjuti arahan tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada Kamis 30 April 2026, menyampaikan bahwa pemerintah akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang melalui pengaturan skala prioritas, inventarisasi kondisi lapangan, serta penguatan sarana dan prasarana keselamatan bersama para pemangku kepentingan terkait.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Saat ini terdapat 3.674 perlintasan sebidang di Indonesia, dengan 1.810 titik menjadi fokus penanganan. Dari jumlah tersebut, ditargetkan sebanyak 172 perlintasan diarahkan untuk penutupan karena kondisi jalan yang terbatas, sementara 1.638 perlintasan lainnya memerlukan peningkatan fasilitas keselamatan secara bertahap.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sejalan dengan hal tersebut, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan percepatan penataan perlintasan dilakukan karena keselamatan perjalanan kereta api membutuhkan disiplin bersama dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cPerlintasan sebidang merupakan titik pertemuan antara perjalanan kereta api dan aktivitas masyarakat di jalan raya. Karena itu, setiap titik yang dinilai membahayakan perlu segera ditata agar risiko keselamatan dapat ditekan,\u201d ujar Anne.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Anne menegaskan kereta api memiliki karakteristik operasional yang berbeda dengan kendaraan jalan raya karena tidak dapat berhenti secara mendadak ketika melaju. Keberadaan perlintasan liar maupun akses tidak resmi di sekitar jalur rel berpotensi membahayakan masyarakat dan perjalanan kereta api.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cKeselamatan di perlintasan membutuhkan kepedulian bersama. Saat perlintasan yang berbahaya telah ditutup, kami mengajak masyarakat untuk tidak membukanya kembali dan tidak membuat perlintasan baru,\u201d lanjut Anne.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">KAI mencatat pada periode 27 April hingga 9 Mei 2026 telah dilakukan penutupan 29 titik perlintasan serta penyempitan 5 titik perlintasan di berbagai wilayah operasi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">*<b>Berikut penataan perlintasan yang telah dilakukan:<\/b>*<\/p>\n<p dir=\"ltr\">*<b>Daop 1 Jakarta: 9 titik penutupan<\/b>*<\/p>\n<p dir=\"ltr\">1. KM 58+5\/6 petak jalan Tigaraksa\u2013Cikoya, Provinsi Banten<br \/>\n2. KM 42+3\/4 petak jalan Parung Panjang\u2013Cilejit, Provinsi Jawa Barat<br \/>\n3. KM 58+3\/4 petak jalan Sukabumi\u2013Gandasoli, Provinsi Jawa Barat<br \/>\n4. JPL 152 KM 56+202 antara Tenjo\u2013Tigaraksa<br \/>\n5. JPL 143 KM 53+285 antara Daru\u2013Tenjo<br \/>\n6. JPL 132 KM 49+178 antara Cilejit\u2013Daru<br \/>\n7. JPL 187 KM 81+346 antara Rangkasbitung\u2013Jambu Baru<br \/>\n8. JPL 176 KM 73+438 antara Citeras\u2013Rangkasbitung<br \/>\n9. JPL 168 KM 64+526 antara Maja\u2013Citeras<\/p>\n<p dir=\"ltr\">*<b>Daop 2 Bandung: 1 penutupan dan 1 penyempitan<\/b>*<br \/>\n_<i>Penutupan:<\/i>_<\/p>\n<p dir=\"ltr\">1. JPL tidak terjaga KM 71+805 petak jalan Cireungas\u2013Lampegan<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Penyempitan:<\/p>\n<p dir=\"ltr\">1. JPL tidak terjaga KM 187+225 petak jalan Cicalengka\u2013Nagreg<\/p>\n<p dir=\"ltr\">*<b>Daop 5 Purwokerto: 1 titik penutupan<\/b>*<\/p>\n<p dir=\"ltr\">1. Penutupan akses pejalan kaki KM 325+3\/4 Emplasemen Stasiun Patuguran, Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes<\/p>\n<p dir=\"ltr\">*<b>Daop 6 Yogyakarta: 5 titik penutupan<\/b>*<\/p>\n<p dir=\"ltr\">2. Lintas Purwosari\u2013Wonogiri KM 6+2\/3, Sukoharjo<br \/>\n3. Lintas Purwosari\u2013Wonogiri KM 17+7\/8, Sukoharjo<br \/>\n4. Lintas Purwosari\u2013Wonogiri KM 17+8\/9, Sukoharjo<br \/>\n5. Lintas Brambanan\u2013Yogyakarta KM 525+3\/4 JPL 700, Sentolo<br \/>\n6. Lintas Wates\u2013Rewulu KM 528+718, Bantul<\/p>\n<p dir=\"ltr\">*<b>Daop 7 Madiun: 5 penutupan dan 2 penyempitan<\/b>*<\/p>\n<p dir=\"ltr\">_<i>Penutupan:<\/i>_<\/p>\n<p dir=\"ltr\">1. KM 214+5\/6 Desa Kutorejo, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk<br \/>\n2. KM 191+7 Desa Gampengrejo<br \/>\n3. JPL 206 KM 127+9\/0 Biluk, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar<br \/>\n4. JPL 203 KM 125+8\/9 Dusun Sanankulon, Kabupaten Blitar<br \/>\n5. JPL 209 KM 130+3\/4 Dusun Kandangan, Kabupaten Blitar<\/p>\n<p dir=\"ltr\">_<i>Penyempitan:<\/i>_<\/p>\n<p dir=\"ltr\">1. JPL 245 KM 154+5\/6 Desa Plosokandang<br \/>\n2. JPL 76 KM 86+1\/2 Jatipelem, Jombang<\/p>\n<p dir=\"ltr\">*<b>Daop 9 Jember:\u00a0 3 penutupan dan 2 penyempitan<\/b>*<\/p>\n<p dir=\"ltr\">_<i>Penutupan:<\/i>_<\/p>\n<p dir=\"ltr\">1. KM 95+7\/8 antara Bayeman\u2013Probolinggo, Kabupaten Probolinggo<br \/>\n2. KM 158+2\/3 antara Jatiroto\u2013Tanggul, Kabupaten Jember<br \/>\n3. KM 34+4\/5 antara Mrawan\u2013Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi<\/p>\n<p dir=\"ltr\">_<i>Penyempitan dan normalisasi:<\/i>_<\/p>\n<p dir=\"ltr\">1. KM 55+7\/8 antara Kalisetail\u2013Temuguruh, Kabupaten Banyuwangi<br \/>\n2. KM 197+9\/0 antara Jember\u2013Arjasa, Kabupaten Jember<\/p>\n<p dir=\"ltr\">*<b>Divre I Sumatra Utara: 1 titik penutupan<\/b>*<\/p>\n<p dir=\"ltr\">1. Perlintasan tidak terjaga KM 172+100 lintas Tanjungbalai\u2013Kisaran, Kabupaten Asahan<\/p>\n<p dir=\"ltr\">*<b>Divre II Sumatra Barat: 3 titik penutupan<\/b>*<\/p>\n<p dir=\"ltr\">1. KM 4+400 petak jalan Bukit Putus\u2013Indarung, Kota Padang<br \/>\n2. KM 12+600 petak jalan Indarung\u2013Duku, Kota Padang<br \/>\n3. KM 38+9\/0 petak jalan Duku\u2013Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman<\/p>\n<p dir=\"ltr\">*<b>Divre III Palembang: 1 titik penutupan<\/b>*<\/p>\n<p dir=\"ltr\">1. Perlintasan liar tidak terjaga KM 322+7\/8 Emplasemen Stasiun Prabumulih<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Anne menambahkan pembuatan perlintasan liar tanpa izin melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan dan dapat membahayakan keselamatan masyarakat. Sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 94 Tahun 2018, pembangunan perlintasan wajib melalui izin pemerintah serta memenuhi persyaratan teknis keselamatan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cKami mengajak masyarakat untuk tidak membuka kembali perlintasan yang telah ditutup dan tidak membuat akses baru secara mandiri di jalur rel. Setiap pengendara juga wajib berhenti sejenak serta tengok kanan dan kiri sebelum melintas di perlintasan sebidang, baik saat palang perlintasan terbuka maupun tertutup. Keselamatan di perlintasan membutuhkan kewaspadaan bersama karena risiko terhadap keselamatan dapat terjadi dalam hitungan detik,\u201d tutup Anne<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>_KAI bersama DJKA Kementerian Perhubungan dan para pemangku kepentingan telah melakukan penutupan 29 titik serta penyempitan 5 titik perlintasan pada periode 27 April\u20139 Mei 2026_ Keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan menjadi perhatian bersama setelah kejadian di Bekasi Timur pada 27 April 2026. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan penertiban perlintasan sebidang guna<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":173708,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-173707","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-transportasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/173707","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=173707"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/173707\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":173709,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/173707\/revisions\/173709"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/173708"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=173707"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=173707"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=173707"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}