{"id":183979,"date":"2026-07-03T06:20:25","date_gmt":"2026-07-03T06:20:25","guid":{"rendered":"https:\/\/kabar-kini.com\/?p=183979"},"modified":"2026-07-03T06:22:01","modified_gmt":"2026-07-03T06:22:01","slug":"gambir-dikembangkan-sebagai-pusat-hospitality-dan-leisure-kai-optimalkan-aset-stasiun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabar-kini.com\/?p=183979","title":{"rendered":"Gambir Dikembangkan sebagai Pusat Hospitality dan Leisure, KAI Optimalkan Aset Stasiun"},"content":{"rendered":"<p>Gambir Dikembangkan sebagai Pusat Hospitality dan Leisure, KAI Optimalkan Aset Stasiun<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>_Saat ini 132 area\/titik komersial telah tersewa di Gambir; jika pengembangan berjalan sesuai kajian, retail, kuliner, lounge, hotel, rooftop park, ruang pertemuan, dan ruang publik berpotensi membuka sekitar 500\u20131.000 peluang kerja langsung dan pendukung_<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PT Kereta Api Indonesia (Persero) menempatkan pengembangan Stasiun Gambir sebagai bagian dari optimalisasi aset di pusat Jakarta. Arah pengembangan ini berfokus pada hospitality, yaitu layanan yang memberi kenyamanan bagi pelanggan, serta leisure, yaitu ruang untuk makan, berbelanja, menunggu perjalanan, beristirahat, menikmati ruang publik, dan melanjutkan aktivitas di kawasan sekitar Monas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pengembangan Gambir diarahkan agar ruang stasiun lebih produktif dan memberi manfaat lebih luas. Aset stasiun yang berada di jantung Jakarta dikelola agar mendukung layanan pelanggan, membuka ruang bagi tenant, memperkuat aktivitas ekonomi, serta menciptakan peluang kerja langsung dan pendukung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Gambir memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan Monas, kawasan pemerintahan, perkantoran, hotel, ruang publik, serta akses transportasi lanjutan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cGambir adalah pintu perjalanan Kereta Api Jarak Jauh sekaligus teras kedatangan pusat Jakarta. Karena itu, pengembangannya kami arahkan sebagai ruang hospitality dan leisure agar pelanggan dapat menunggu perjalanan dengan nyaman, makan, berbelanja, mengakses layanan perjalanan, serta melanjutkan aktivitas ke pusat kota,\u201d ujar Anne.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saat ini, berdasarkan data tenant Stasiun Gambir 2026, terdapat 132 area\/titik komersial yang telah tersewa, terdiri dari 67 space dan 65 open space. Space merupakan ruang komersial yang digunakan untuk outlet atau layanan tertentu, sedangkan open space merupakan titik pemanfaatan ruang terbuka untuk kebutuhan layanan, promosi, mesin layanan, parkir, atau aktivitas komersial lain.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tenant yang hadir di Gambir mencakup kuliner, kedai kopi, minimarket, ritel, toko oleh-oleh, toko buku, lounge, loker, hotel transit, pod, ATM, vending machine, parkir, media luar ruang, serta layanan pendukung perjalanan. Keberadaan tenant tersebut menunjukkan bahwa Gambir telah memiliki ekosistem ekonomi yang hidup dan dibutuhkan pelanggan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Data pelanggan juga memperlihatkan kuatnya basis mobilitas di Gambir. Pada 2022, Stasiun Gambir melayani 5.759.495 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 6.530.778 pelanggan pada 2023 atau tumbuh 13,39%. Pada 2024, volume pelanggan tercatat 5.914.820 pelanggan, kemudian kembali meningkat menjadi 6.105.784 pelanggan pada 2025 atau tumbuh 3,23% dibanding tahun sebelumnya. Rata-rata pelanggan Gambir pada 2025 mencapai sekitar 16.700 pelanggan per hari. Pada Semester I 2026, Gambir telah melayani 3.227.508 pelanggan, terdiri dari 1.652.532 pelanggan berangkat dan 1.574.976 pelanggan tiba.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurut Anne, arus pelanggan sebesar itu membutuhkan layanan pendukung yang memadai. Pelanggan membutuhkan ruang tunggu yang nyaman, pilihan makanan dan minuman, ritel kebutuhan perjalanan, layanan informasi, akses transportasi lanjutan, serta ruang yang ramah bagi keluarga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cOptimalisasi Gambir kami arahkan agar aset stasiun bekerja lebih produktif. Pelanggan mendapat pengalaman<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><em>yang<\/em><\/p>\n<p>lebih nyaman, mitra usaha mendapat ruang tumbuh, tenaga kerja terserap, dan kawasan sekitar Monas semakin hidup dengan aktivitas yang tertata,\u201d kata Anne.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari sisi tenaga kerja, satu outlet kecil secara sederhana dapat menyerap 2\u20133 pekerja untuk kasir, penyajian, dapur, dan operasional harian. Dengan 67 space aktif, ekosistem outlet eksisting di Gambir dapat menopang sekitar 134\u2013201 tenaga kerja langsung di level tenant. Jumlah ini belum mencakup tenaga kebersihan, keamanan, teknisi, parkir, pengelola hotel transit, pengelola lounge, logistik tenant, pemasok makanan-minuman, serta layanan pendukung lainnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam Kajian Optimalisasi Bisnis dan Visioning Stasiun Gambir, New Gambir diarahkan sebagai Modern Station &amp; Lifestyle Hub, atau stasiun modern yang terhubung dengan pusat gaya hidup. Kajian tersebut memuat pengembangan retail, kuliner, lounge, hotel, rooftop park, ruang publik, serta ruang pertemuan dan kegiatan. Kajian juga menggunakan istilah NLA atau Net Leasable Area, yaitu luas area komersial yang dapat disewakan kepada tenant.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Berdasarkan kajian tersebut, fasilitas ritel pengembangan baru memiliki luas area komersial yang dapat disewakan sekitar 15.479 m\u00b2, sedangkan hotel dan ruang pertemuan sekitar 3.756 m\u00b2. Ruang pertemuan dalam kajian juga berkaitan dengan istilah MICE, singkatan dari Meeting, Incentive, Convention, Exhibition, yaitu fasilitas untuk rapat, kegiatan perusahaan, konvensi, pameran, dan agenda komunitas atau korporasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Apabila pengembangan berjalan sesuai kajian, area ritel baru tersebut berpotensi menampung sekitar 220\u2013310 unit usaha kecil dan menengah, dengan gambaran ukuran 50\u201370 m\u00b2 per tenant. Jika setiap unit menyerap 2\u20133 pekerja, potensi tenaga kerja langsung dari tenant dapat mencapai sekitar 440\u2013930 orang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Di luar tenant, kawasan hospitality dan leisure juga membutuhkan tenaga pendukung seperti kebersihan, keamanan, teknisi gedung, pengelola parkir, customer service, pengelola taman, pengelola rooftop, loading, logistik, dan pengelolaan sampah. Dengan demikian, pada fase operasional penuh, pengembangan Gambir berpotensi membuka sekitar 500\u20131.000 peluang kerja langsung dan pendukung. Potensi tersebut akan mengikuti desain akhir, komposisi tenant, tahapan pembangunan, dan pola operasional kawasan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Anne menjelaskan, pengembangan Gambir juga menjadi bagian dari penguatan Non-Fare Box atau NFB, yaitu pendapatan di luar tiket kereta api. Melalui fungsi komersial yang tertata, stasiun dapat memberi layanan yang lebih baik kepada pelanggan sekaligus memperkuat nilai ekonomi aset perusahaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKAI ingin Gambir menjadi ruang perjalanan sekaligus ruang pengalaman kota. Dengan pengembangan berbasis hospitality, leisure, dan Non-Fare Box, Gambir disiapkan menjadi wajah layanan KAI di pusat Jakarta yang nyaman bagi pelanggan, produktif bagi perusahaan, dan bermanfaat bagi masyarakat,\u201d tutup Anne.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gambir Dikembangkan sebagai Pusat Hospitality dan Leisure, KAI Optimalkan Aset Stasiun &nbsp; _Saat ini 132 area\/titik komersial telah tersewa di Gambir; jika pengembangan berjalan sesuai kajian, retail, kuliner, lounge, hotel, rooftop park, ruang pertemuan, dan ruang publik berpotensi membuka sekitar 500\u20131.000 peluang kerja langsung dan pendukung_ &nbsp; PT Kereta Api Indonesia (Persero) menempatkan pengembangan Stasiun<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":183980,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-183979","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragamberita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/183979","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=183979"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/183979\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":183981,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/183979\/revisions\/183981"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/183980"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=183979"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=183979"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=183979"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}