{"id":201394,"date":"2026-09-27T08:16:05","date_gmt":"2026-09-27T08:16:05","guid":{"rendered":"https:\/\/kabar-kini.com\/?p=201394"},"modified":"2026-09-27T09:08:34","modified_gmt":"2026-09-27T09:08:34","slug":"dari-timbang-langkat-ke-binjai-kereta-api-yang-membentuk-kota-dan-mobilitas-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabar-kini.com\/?p=201394","title":{"rendered":"Dari Timbang Langkat ke Binjai: Kereta Api yang Membentuk Kota dan Mobilitas Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kabar-kini.com, Jauh sebelum Binjai berkembang sebagai kota yang terhubung erat dengan Medan, kereta api telah lebih dulu hadir di kawasan tersebut. Ketika jalur Medan\u2013Timbang Langkat dibuka pada tahun 1887, kereta api menjadi bagian penting dari perubahan besar kawasan perkebunan, perdagangan, migrasi, hingga pertumbuhan perkotaan Binjai.<\/p>\n<p>Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa keberadaan Stasiun Binjai memiliki akar sejarah yang kuat sejak era kolonial Belanda.<\/p>\n<p>&#8220;Sebelum bernama Stasiun Binjai seperti sekarang, dulu namanya adalah Stasiun Timbang Langkat, sesuai dengan konsesi pembangunan jalur yang diberikan oleh Pemerintah Belanda kepada Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) pada 23 Januari 1883. Di mana sesuai konsesi tersebut, DSM diberi izin membangun jalur kereta api antara Medan, Deli Tua, dan berakhir di Stasiun Timbang Langkat dengan jarak 20,8 kilometer,&#8221; ujar Anwar di Medan.<\/p>\n<p>Sampai dengan tahun 1930-an, berdasarkan arsip foto yang tersimpan di beberapa museum perkeretaapian Belanda, stasiun yang sekarang berada di Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, tersebut masih bernama Stasiun Timbang Langkat. Namun, pasca kemerdekaan pada saat proses nasionalisasi DSM dilakukan, stasiun tersebut sudah berganti nama menjadi Stasiun Binjai.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak ada arsip resmi yang mencatat kapan perubahan nama Stasiun Timbang Langkat menjadi Stasiun Binjai. Kemungkinan hal itu dilakukan seiring berkembangnya kawasan Langkat Hulu, kawasan di mana stasiun ini berada ikut berkembang menjadi kota administrasi. Kereta api hadir ketika kawasan tersebut sedang tumbuh, lalu ikut mempercepat perubahan Timbang Langkat menjadi perkotaan,&#8221; tambah Anwar.<\/p>\n<p>Seperti jaringan kereta api kebanyakan di Sumatera Utara pada umumnya, jalur Medan menuju Timbang Langkat atau Binjai ini dulunya dibangun untuk memperkuat angkutan perkebunan, khususnya komoditas tembakau dan lada.<\/p>\n<p>Hingga akhir tahun 1919, dari Stasiun Binjai dulunya terdapat dua lintasan. Satu lintasan menuju ke Stasiun Selesai hingga Stasiun Kuala yang berada di Kabupaten Langkat, di mana jalur ini aktif hingga tahun 2002 sebagai jalur angkutan perkebunan dengan komoditi utama angkutan Crude Palm Oil (CPO) dan lateks. Sementara satu lintas lainnya membentang dari Stasiun Binjai menuju ke Stasiun Besitang, yang merupakan stasiun transit pertemuan antara jalur kereta api yang dikelola oleh DSM dan Atjeh Tram (Atjeh Staatsspoorwegen) yang berada di Aceh.<\/p>\n<p>Kini, Stasiun Binjai memiliki peran yang lebih strategis sebagai pendukung utama mobilitas harian masyarakat. Hal ini didukung oleh hadirnya kereta api lokal KA Srilelawangsa yang dikelola oleh anak usaha KAI, yakni KAI Bandara. Dengan tarif terjangkau sebesar Rp5.000, warga sekitar Kota Binjai yang bekerja, menuntut ilmu, maupun memiliki usaha di Medan dapat menggunakannya untuk transportasi harian.<\/p>\n<p>Tingginya antusiasme warga terlihat dari catatan volume harian tertinggi di Stasiun Binjai yang mencapai 9.985 penumpang pada hari kerja dan 9.730 penumpang pada akhir pekan.<\/p>\n<p>Pergerakan harian ini juga tecermin dari penggunaan fasilitas parkir. Stasiun Binjai memiliki daya tampung area parkir sebanyak 400 sepeda motor dan 35 mobil. Data dari KAI Services, anak usaha KAI yang mengelola parkir di kawasan Stasiun Binjai, mencatat bahwa pada hari kerja, angka tertinggi kendaraan yang parkir mencapai 600 sepeda motor dan 89 mobil. Sebaliknya, pada akhir pekan, jumlah pengguna fasilitas parkir mengalami penurunan drastis.<\/p>\n<p>&#8220;Dari kedua data tersebut menunjukkan bahwa peran Stasiun Binjai yang sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya ini telah bergeser, dari dulunya melayani angkutan perkebunan, sekarang telah beralih fungsi menjadi pendukung mobilitas harian masyarakat Kota Binjai,&#8221; terang Anwar.<\/p>\n<p>Anwar mengatakan bahwa, kereta api mengambil peran penting dalam sejarah perkembangan Kota Binjai. Perjalanan sejarah Stasiun Binjai adalah bukti bagaimana kereta api tidak hanya hadir sebagai saksi pembangunan, tetapi juga sebagai motor penggerak transformasi kawasan dari wilayah perkebunan menjadi pusat perkotaan yang dinamis.<\/p>\n<p>\u201dKAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian nilai sejarah dan cagar budaya Stasiun Binjai, sekaligus mengoptimalkan keandalan layanannya demi mendukung mobilitas harian masyarakat serta memperkuat konektivitas ekonomi wilayah Sumatera Utara secara berkelanjutan,&#8221; pungkas Anwar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Kabar-kini.com, Jauh sebelum Binjai berkembang sebagai kota yang terhubung erat dengan Medan, kereta api telah lebih dulu hadir di kawasan tersebut. Ketika jalur Medan\u2013Timbang Langkat dibuka pada tahun 1887, kereta api menjadi bagian penting dari perubahan besar kawasan perkebunan, perdagangan, migrasi, hingga pertumbuhan perkotaan Binjai. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":201395,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-201394","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-transportasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/201394","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=201394"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/201394\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":201396,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/201394\/revisions\/201396"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/201395"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=201394"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=201394"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabar-kini.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=201394"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}