Connect with us

Nasional

Salah Satu Prajurit Terbaik Yalet Timba Ilmu di Negeri Kanguru

 

Jakarta. Demi meningkatkan pengetahuan dan kemampuan prajurit Yonif R 755/Yalet, Danyonif R 755/Yalet Letkol Inf Kunto Adi Setiawan, S.E, M.Han, mengirimkan satu personel Perwira terbaik Yonif R 755/Yalet Lettu Inf Prayoga Restu untuk mengikuti rangkaian latihan bersama dengan pasukan militer dari negeri tetangga (Australia) bersama 50 orang perwakilan personel TNI AD, dalam kegiatan Junior Officer Combat Intructor Trainee Australia (JOCIT-A).

Hal tersebut disampaikan Danyonif R 755/Yalet Letkol Inf Kunto Adi Setiawan, S.E., M.Han, dalam rilis tertulisnya di Merauke, Papua. Rabu (22/2/2023).

Dijelaskan Danyon, bahwa sebelumnya para peserta JOCIT melaksankan serangkaian tes dan kegiatan di daerah latihan Cipatat, Pusdikif, Pussenif dalam rangkaian kegiatan Junior Officer Combat Instructor Trainee-Indonesia, dengan didatangkannya pelatih dari Angkatan Darat Australia dan Angkatan Darat Indonesia.

Kegiatan yang dilaksankan seperti pengujian kemampuan Bahasa Inggris, Kesegaran Jasmani, Kesehatan, serta berbagai tes Akademik seperti kemampuan teknis dan taktis kemiliteran. Personel yang terpilih akan diberangkatkan guna melaksankan latihan lanjutan di Australia.

Adapun materi yang menjadi inti pelatihan JOCIT-A adalah Jungle Warefare (Perang Hutan) namun ada juga materi tambahan yang harus dilaksanakan selama melaksankan kegiatan di Tully, Australia.

Pada tahap pertama peserta JOCIT-A melaksankan pembekalan di DITC (Defense International Training Centre) bertempat di Leverton, Australia. Peserta mendapat pembekalan tentang Australian History, Australian Defence Force (ADF), Slang , Culture and Georaphic.

Tahap selanjutnya Peserta JOCIT-A bergeser ke Combat Training Centre bertempat di Tully, Australia. Disini pun peserta Jocit juga mendapatkan pembekalan dan melaksankan materi yang sudah disiapkan seperti Austeyr ,Bayonette, TEWTS (Tactical Exercise Without Troops), Military Obstacle Course, Camp Clearance, Tactical Technique Procedure (TTP), dan True Grit.

“Ilmu yang didapat di Negeri Kangguru tersebut diharapkan dapat menjadi bekal pengetahuan dan pengalaman bagi Prajurit Yalet yang berada di Ujung Timur Indonesia ini, dengan semakin gesit nya perkembangan teknologi dan taktik militer di dunia, kami juga harus tetap mengupgrade kemampuan prajurit untuk menjaga keutuhan NKRI di wilayah Timur,” ungkap Danyon. (Penkostrad).

Autentikasi
Kapen Kostrad, Kolonel Inf Agus Soeprianto, S.I.P.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

More in Nasional