PT KAI (Persero) Daop 1 Jakarta berkomitmen tidak akan mengabaikan hal yang berkaitan dengan keselamatan perjalanan kereta api. Terlebih berkaitan dengan operasional perjalanan kereta api.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, mengatakan berkaitan dengan adanya video dengan menunjukkan penambat rel yang terlepas dari dudukannya/longgar akibat bantalan yang pecah, KAI Daop 1 Jakarta mengklarifikasi jika Petugas Pemeriksa Jalur sebelumnya telah mengetahui adanya hal tersebut dan melakukan pencatatan diatas bantalan yang pecah dan melaporkannya untuk segera diagendakan waktu penggantian. Lokasi keberadaan tepatnya di KM 43+5/7 petak jalan antara Stasiun Bojonggede – Stasiun Citayam.
Namun demikian, oleh anak-anak yang juga mengetahui ada penambat rel yang longgar, justru di rekam sambil diperagakan dengan melepas pasang penambat rel tersebut, yang secara teknis telah ditata oleh Petugas Pemeriksa Jalur, seolah-olah tidak mengetahui.
“Petugas Pemeriksa Jalur telah menempatkan penambat rel tersebut sedemikian rupa, untuk menopang sementara sambil menunggu dilakukannya penggantian bantalan.
Tindakan anak-anak berada di jalur kereta api sangatlah membahayakan keselamatan diri sendiri. Jalur kereta api merupakan area steril bukan tempat untuk bermain,” ucap Ixfan.
Namun demikian, KAI Daop 1 Jakarta mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas kepeduliannya dan turut menjaga keselamatan perjalanan kereta api.
““Selanjutnya kondisi bantalan yang pecah telah dilakukan penggantian bantalan dan melengkapi kembali alat penambat rel sesuai tempat dan fungsinya,” ucap Ixfan lebih lanjut.
KAI Daop 1 Jakarta mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak beraktivitas apapun di jalur KA. Demi menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan juga diri sendiri.
“Apabila menemukan adanya gangguan pada perjalanan KA, masyarakat bisa melaporkan kepada petugas terdekat, dan tidak langsung berada di jalur KA,” pungkas Ixfan.



