Kabar-kini.com, Jakarta – Belanja pemerintah melalui sistem e-Katalog LKPP terus menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan dari tahun ke tahun. Nilai transaksi e-Katalog meningkat dari Rp83,6 triliun pada 2022, melonjak menjadi Rp196,7 triliun pada 2023, dan terus menanjak hingga Rp223,81 triliun pada kuartal ketiga 2024. LKPP juga mencatat pencapaian penting dalam implementasi Katalog Elektronik Versi 6 (V6), yang kini memuat lebih dari 3,5 juta produk—terdiri atas 2,9 juta produk termigrasi dan 615 ribu produk hasil kurasi hingga akhir 2024.
Digitalisasi pengadaan barang/jasa pemerintah terbukti menjadi motor strategis pertumbuhan ekonomi nasional. Selain memperluas akses pasar bagi penyedia lokal, khususnya UMKM, digitalisasi juga memperkuat rantai pasok dalam negeri. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF) dan Indonesia Procurement Forum & Expo (IPFE) berkolaborasi dalam ajang nasional pada 30 Juli – 1 Agustus 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Dengan tema “Digitalisasi Pengadaan untuk Indonesia Emas: Inovasi, Kolaborasi, dan Keberlanjutan”, ICEF-IPFE 2025 menjadi platform strategis yang mempertemukan pelaku usaha, kementerian, lembaga, dan pemda untuk membangun ekosistem pengadaan yang efisien, inklusif, dan transparan.
Menempati area seluas 2.700 m², pameran menghadirkan ratusan brand dari berbagai sektor: teknologi informasi, kendaraan & EV, videotron, smartboard, drone, alat berat, furnitur, kesehatan, dan lainnya. Peserta ternama di antaranya: Lenovo, Axioo, Sharp, Wuling, BYD, Silogin, Vivente. BRI dan Bank DKI juga berperan sebagai mitra pembiayaan dan transaksi.
Acara ini diselenggarakan oleh LKPP, Kadin Indonesia, dan IAPI, serta dilaksanakan oleh PT Satu Tujuan Event, dengan target lebih dari 15.000 pengunjung profesional dari instansi dan pelaku usaha.
LKPP telah menerbitkan Surat Edaran Kepala LKPP Nomor 9 Tahun 2024 yang mewajibkan penggunaan V6 mulai 1 Januari 2025. Sistem ini terintegrasi dengan SAKTI (Kemenkeu) dan SIPD RI (Kemendagri), mendorong proses pengadaan yang cepat, transparan, dan partisipatif bagi UMKM.
Kepala LKPP Hendrar Prihadi menyampaikan ICEF-IPFE 2025 menjadi ruang solusi bersama untuk menjawab tantangan tersebut, “sekaligus memaksimalkan potensi digitalisasi pengadaan barang/jasa bagi pertumbuhan ekonomi,” ujarnya di Jiexpo Kemayoran. Rabu, (30/07/2025).
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya N. Bakrie mengatakan ICEF adalah langkah konkret untuk memperkuat industri lokal, “menciptakan lapangan kerja, dan memperbesar investasi di Indonesia,” ujarnya di lokasi yang sama.
Ketua Umum IAPI, Andi Zabur Rahman menyatakan Kolaborasi ICEF dan IPFE diharapkan memperbesar dampak strategis dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen,” ujarnya di lokasi sama.
Dirut PT Satu Tujuan Event, Bambang Setiawan mengatakan Kami ingin peserta mendapatkan pengalaman edukatif, membuka peluang bisnis nyata, dan berkontribusi dalam percepatan digitalisasi pengadaan,” tuturnya.
Selama tiga hari, ICEF-IPFE 2025 menyajikan:
• Business matching
• Workshop teknis
• Bimtek & sertifikasi kompetensi
• Diskusi enam sektor prioritas: pangan, hilirisasi industri, pendidikan, kesehatan, teknologi digital, dan jasa konstruksi.
Dengan pendekatan yang komprehensif, ICEF-IPFE 2025 diyakini menjadi katalis utama transformasi digital pengadaan menuju Indonesia Emas 2045.
📱 Instagram: @icef.id
🌐 Website: https://icef.co.id


