Kabar-kini.com, Jakarta – Antusiasme masyarakat terhadap gaya hidup halal kian meningkat, terlihat dari padatnya pengunjung di Halal Kulture District Jakarta 2025 yang resmi dibuka pada 1 Agustus dan akan berlangsung hingga 3 Agustus di Brickhall Fatmawati. Acara ini menjadi ruang bertemunya pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan generasi muda muslim dalam semangat berbagi ilmu, promosi produk halal, serta memperkuat jejaring ekonomi syariah di Indonesia.
CEO Mumtaz Creative, Agung Paramata, mengungkapkan bahwa tren halal lifestyle kini semakin berkembang dan mendapat respons positif dari publik. “Alhamdulillah, ini adalah event ketiga di tahun 2025. Masih ada satu agenda lagi di semester dua, Insyaallah bulan Oktober nanti di BSD. Temanya lebih ke olahraga dan hobi, karena komunitas seperti Padel lagi naik banget sekarang,” ujarnya di Brickhall, Fatmawati. Jum’at (01/08/2025).
Ia juga menjelaskan bahwa keterbatasan ruang di Jakarta membuat pihaknya harus menyaring peserta secara selektif. “Sebenarnya banyak banget yang ingin ikut dan berbagi ilmu. Tapi karena tempat terbatas, kita akan maksimalkan ruang yang tersedia. Insyaallah, di BSD nanti bisa lebih luas,” tutur Agung.
Halal Kulture tak hanya menghadirkan narasumber dari kalangan ustaz, tetapi juga praktisi digital marketing dan pelaku industri kreatif yang memberikan wawasan aplikatif untuk pengembangan UMKM. “Peserta-peserta kita sudah mulai menerapkan strategi digital marketing, meski masih sederhana. Kita juga mulai libatkan pakar, tapi tetap harus mengacu pada batasan-batasan syariat. Jadi harus tetap sejalan,” jelasnya.
Agung menekankan bahwa pelaku usaha muslim harus tetap optimis dan aktif bergerak. “Kita diajarkan bahwa rezeki datang dari Allah, bukan dari manusia. Tapi bukan berarti diam. Burung aja keluar pagi pulang kenyang, masa kita hanya diam? Salah satu ikhtiar kita adalah terus menjalin komunikasi dengan berbagai stakeholder,” ucapnya.
Ia juga berharap pemerintah bisa semakin memberikan dukungan nyata bagi pelaku UMKM halal, terutama dalam hal regulasi, perizinan, dan pajak. “Banyak pelaku usaha di bidang kuliner, fashion, hingga edukasi yang masih menghadapi hambatan. Kalau kegiatan seperti ini bisa dilihat oleh pemerintah dan ditindaklanjuti, tentu sangat membantu,” katanya.
Partisipasi peserta dalam Halal Kulture District Jakarta 2025 juga menunjukkan tren positif. “Lebih dari 60% peserta adalah repeaters dari edisi sebelumnya. Itu berarti mereka merasakan manfaatnya. Bahkan ada peserta dari luar kota seperti Surabaya, Yogyakarta, dan Tasikmalaya,” terang Agung.
Ke depan, Mumtaz Creative menargetkan untuk memperluas jangkauan ke kota-kota di Pulau Jawa. “Kami sedang mencermati potensi pasar dan kemampuan UMKM di daerah. Kalau memungkinkan, Insyaallah akan kita buka spot baru yang lebih fokus, bahkan untuk segmen wanita dengan kebutuhan khusus, seperti area tertutup,” tutupnya.



