Kabar-kini.com, Jakarta – Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini menjadi ajang refleksi mendalam bagi para tokoh nasional untuk meneguhkan komitmen terhadap cita-cita bangsa. Dalam forum diskusi bertema “Dengan Semangat Sumpah Pemuda Kita Dukung Pemerintahan Prabowo Memberantas Korupsi dan Reformasi Polri” yang digelar di Hotel Sofyan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025), muncul gagasan bahwa semangat generasi muda 1928 harus dihidupkan kembali dalam bentuk keberanian memperbaiki institusi dan melawan praktik korupsi yang mengakar.
Diskusi yang berlangsung selama empat jam ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Muslim Arbi, Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar, Dr. Anton Permana, S.IP., M.H., dan Dr. (Cand) Burhanuddin Zein, S.H., M.H., dengan M.H. Budi Santoso sebagai moderator.
Suasana forum berlangsung hangat dan penuh gagasan kritis, terutama ketika topik reformasi Polri dan pemberantasan korupsi menjadi sorotan utama.
Dr. Anton Permana menilai bahwa momentum pergantian pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto harus dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan struktural dan moral di tubuh Polri. Ia menegaskan bahwa reformasi bukanlah bentuk perlawanan terhadap lembaga, melainkan panggilan moral agar Polri kembali ke khitahnya sebagai penjaga keamanan rakyat, bukan alat kekuasaan.
“Polri harus kembali menjadi polisi sipil yang taat konstitusi dan fokus pada perlindungan masyarakat. Reformasi bukan ancaman, tapi bentuk kasih sayang rakyat agar institusi ini kembali dipercaya,” ujar Anton.
Ia juga menggagas pembentukan Dewan Keamanan Nasional sebagai solusi untuk menyeimbangkan peran lembaga negara di bidang keamanan, sehingga tidak ada lagi lembaga yang berperan sebagai super body. Gagasan ini disambut antusias peserta diskusi sebagai langkah konkret menuju tata kelola pemerintahan yang sehat dan berimbang.
Lebih lanjut, Anton menekankan bahwa pemberantasan korupsi adalah fondasi utama keberhasilan visi Indonesia Emas 2045. Ia menyerukan agar masyarakat tidak sekadar menuntut, tetapi juga aktif mendukung pemerintah dalam membasmi praktik korupsi di segala lini.
“Kita harus mendukung penuh langkah Presiden Prabowo. Korupsi adalah sumber kemiskinan dan ketimpangan. Jika korupsi diberantas dan Polri direformasi, separuh persoalan bangsa akan terselesaikan,” tegasnya.
Diskusi tersebut kemudian menjadi lebih dari sekadar forum intelektual — melainkan simbol kebangkitan semangat nasionalisme baru yang berlandaskan kejujuran, keberanian, dan keadilan sosial. Para peserta sepakat bahwa semangat Sumpah Pemuda hari ini tidak hanya diucapkan dalam teks, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata mendukung pemerintahan yang bersih, transparan, dan berkeadilan.
Dengan mengusung semangat “Bersatu, Berdaulat, Adil, dan Makmur”, forum ini menutup rangkaian diskusi dengan keyakinan bahwa masa depan Indonesia akan semakin kuat bila keberanian melawan korupsi dan memperbaiki institusi dijalankan secara konsisten oleh seluruh elemen bangsa.






