Kabar-kini.com, Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Koalisi Serikat Pekerja dan Partai Buruh (KSPPB) menyelenggarakan seminar setengah hari bertema “Mengobarkan Semangat Perjuangan Marsinah” di Jakarta, Rabu (12/11). Acara ini digelar untuk mengenang perjuangan Marsinah yang baru saja ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto.
Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan bahwa seminar ini menjadi momen penting untuk meneladani nilai-nilai perjuangan Marsinah, sekaligus meneguhkan peran buruh perempuan dalam memperjuangkan hak-haknya. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto karena telah menetapkan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional. Ini pertama kalinya seorang guru perempuan sekaligus buruh diangkat menjadi Pahlawan Nasional dalam sejarah Republik Indonesia,” ujar Iqbal.
Ia mengungkapkan, ide pengusulan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional bermula dari peringatan Hari Buruh 1 Mei 2025 di Monas, ketika dirinya menyampaikan langsung usulan tersebut kepada Presiden Prabowo. “Saya katakan kepada Bapak Presiden, belum pernah ada buruh yang jadi Pahlawan Nasional. Beliau langsung merespons, ‘Menurut kamu siapa?’ Saya jawab, Marsinah,” jelasnya.
Menurut Iqbal, Marsinah layak mendapat penghargaan tersebut karena perjuangannya yang tulus dan berani. “Marsinah bukan berasal dari kalangan elit buruh, tetapi buruh pabrik biasa yang berani memperjuangkan hak upah, hak berserikat, dan hak perlindungan bagi buruh perempuan. Semangatnya menjadi inspirasi bagi seluruh pekerja Indonesia,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Iqbal juga memberikan apresiasi kepada Ketua Institut Sarinah, Eva Sundari, yang berperan besar dalam melengkapi seluruh persyaratan administratif pengusulan Marsinah. “Kalau saya hanya menyampaikan ide, Mbak Eva-lah yang menyiapkan naskah akademik, foto-foto, hingga koordinasi dengan Bupati Nganjuk. Tanpa kerja kerasnya, proses ini mungkin tidak akan selesai,” ujarnya.
Melalui seminar ini, KSPI berharap semangat perjuangan Marsinah dapat terus menginspirasi generasi muda, terutama kaum buruh perempuan dan guru di seluruh Indonesia. “Semangat Marsinah bukan hanya sejarah, tetapi juga api perjuangan yang harus terus menyala di setiap hati pekerja. Ia bukan milik satu serikat, melainkan milik seluruh rakyat pekerja,” tegas Iqbal.



