Kabar-kini.com, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat kinerja positif angkutan kereta api jarak jauh sepanjang tahun 2025. Selama periode Januari hingga Desember 2025, volume penumpang KA jarak jauh di wilayah Daop 1 Jakarta mencapai 9.871.995 penumpang, meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 9.403.175 penumpang.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan bahwa capaian tersebut kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api semakin meningkat sebagai moda transportasi andalan.
“Pertumbuhan jumlah penumpang ini menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan jarak jauh, terutama karena faktor kenyamanan, ketepatan waktu, serta kemudahan akses antarmoda,” ujar Franoto.
Berdasarkan data Daop 1 Jakarta, Stasiun Pasar Senen menjadi stasiun dengan volume penumpang tertinggi sepanjang 2025, yakni mencapai 4.138.151 penumpang. Disusul Stasiun Gambir sebanyak 3.089.297 penumpang, Stasiun Bekasi 1.329.456 penumpang, Stasiun Jatinegara 530.303 penumpang, Stasiun Cikarang 434.334 penumpang, Stasiun Cikampek 179.774 penumpang, serta Stasiun Karawang 170.304 penumpang.
Dari sisi pertumbuhan, Stasiun Jatinegara mencatat lonjakan paling signifikan. Jumlah penumpang yang naik dari stasiun tersebut meningkat hingga 157 persen, dari 206.682 penumpang pada 2024 menjadi 530.303 penumpang pada 2025. Selain itu, Stasiun Karawang mengalami pertumbuhan sebesar 36 persen, sementara Stasiun Cikampek juga mencatat kenaikan sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Franoto menjelaskan, pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan infrastruktur dan kualitas pelayanan, termasuk integrasi antarmoda transportasi.
“Pengembangan fasilitas stasiun, kemudahan integrasi dengan Commuter Line, TransJakarta, angkutan daring, serta transportasi umum lainnya menjadi faktor penting yang mendorong peningkatan jumlah pengguna jasa kereta api,” kata Franoto.
Selain peningkatan layanan, KAI Daop 1 Jakarta juga secara konsisten mengimplementasikan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) dalam operasional perkeretaapian. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui pengurangan sampah plastik dengan penyediaan water station di stasiun, penggunaan kemasan makanan dan waste bag berbahan kertas, serta pemakaian alat makan berbahan kayu.
KAI juga melakukan pengurangan penggunaan kertas melalui penyediaan fasilitas e-boarding dan penerapan boarding berbasis face recognition di sejumlah stasiun. Dari sisi operasional dan energi, KAI telah menggunakan bahan bakar ramah lingkungan B40 serta memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk mendukung kebutuhan energi di lingkungan perkeretaapian.
“KAI akan terus meningkatkan kualitas layanan yang tidak hanya berorientasi pada kenyamanan pelanggan, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan, sejalan dengan tema perusahaan ‘KAI Semakin Melayani’,” tutup Franoto.
Humas Daop 1 Jakarta