PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan berkedok rekrutmen KAI yang kini beredar melalui media sosial, khususnya platform TikTok.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa pihaknya menemukan adanya akun TikTok yang mengatasnamakan rekrutmen BUMN/KAI dan menyebarkan informasi lowongan kerja yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“KAI tidak pernah membuka rekrutmen melalui akun tidak resmi di media sosial, termasuk TikTok. Informasi yang beredar dari akun-akun tersebut dapat dipastikan bukan berasal dari KAI,” tegas Franoto.
Menurut Franoto, tingginya minat masyarakat terhadap rekrutmen KAI kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan dengan berbagai modus digital.
Adapun beberapa modus yang ditemukan antara lain:
• Penyebaran informasi lowongan melalui akun media sosial tidak resmi
• Pengarahan calon pelamar ke nomor atau kontak tertentu
• Permintaan sejumlah uang dengan alasan administrasi atau seleksi
• Janji kelulusan tanpa melalui proses yang transparan
KAI menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen resmi hanya dilakukan melalui website e-recruitment.kai.id serta media sosial resmi perusahaan. Di luar itu, masyarakat diminta untuk tidak mempercayai informasi tersebut.
Selain itu, KAI juga memastikan:
• Tidak pernah memungut biaya dalam bentuk apa pun
• Tidak bekerja sama dengan agen perjalanan atau pihak ketiga
• Tidak mewajibkan penggunaan hotel atau transportasi tertentu
• Tidak menjanjikan kelulusan instan
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi dan tidak mudah tergiur dengan tawaran yang mengatasnamakan KAI. Jangan sampai menjadi korban penipuan,” tambah Franoto.
Apabila masyarakat menemukan informasi mencurigakan, dapat segera melakukan konfirmasi melalui Contact Center KAI di 121, WhatsApp 081122233121, email [email protected], atau kanal resmi KAI lainnya.
KAI Daop 1 Jakarta berharap masyarakat semakin waspada terhadap berbagai modus penipuan digital, serta bersama-sama menjaga kepercayaan terhadap proses rekrutmen yang transparan dan profesional di lingkungan KAI.





