Kabar-kini.com, LRT Jabodebek menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden kecelakaan kereta yang terjadi di wilayah Bekasi pada Senin malam (27/4). LRT Jabodebek turut menyampaikan doa bagi para korban serta berharap proses penanganan dan pemulihan operasional perjalanan kereta api dapat berjalan lancar sehingga layanan transportasi bagi masyarakat dapat segera kembali normal.
Seiring dengan adanya penyesuaian operasional perjalanan kereta di kawasan Bekasi, sebagian masyarakat memanfaatkan LRT Jabodebek sebagai salah satu pilihan perjalanan menuju Jakarta.
Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa LRT Jabodebek berupaya tetap memberikan pelayanan yang selamat, aman, dan nyaman bagi masyarakat yang membutuhkan alternatif perjalanan dalam melakukan mobilitasnya sehari-hari.
“LRT Jabodebek terus melayani perjalanan masyarakat dari kawasan Bekasi menuju Jakarta, dan berharap proses pemulihan operasional perjalanan kereta di wilayah Bekasi dapat segera berjalan lancar sehingga mobilitas masyarakat kembali normal,” ujarnya.
Berdasarkan data hingga pukul 16.30 WIB, sebanyak 9.023 pengguna berangkat dari Stasiun Jati Mulya pada Selasa (28/4). Jumlah tersebut meningkat 45 persen dibandingkan Senin (27/4) yang tercatat sebanyak 6.224 pengguna.
Stasiun Jati Mulya berjarak sekitar 2,7 kilometer dari Stasiun Bekasi Timur dan dapat ditempuh sekitar 10 menit menggunakan kendaraan roda dua. Keberadaan stasiun ini dapat menjadi salah satu pilihan perjalanan bagi masyarakat di kawasan Bekasi yang menuju Jakarta.
LRT Jabodebek juga memiliki konektivitas dengan berbagai moda transportasi lain sehingga memudahkan mobilitas lanjutan pengguna menuju berbagai kawasan di Jakarta. Beberapa stasiun yang telah terintegrasi antara lain:
<span;><span;>* Stasiun Cikoko yang terhubung dengan Stasiun Cawang KRL serta layanan TransJakarta;
<span;><span;>* Stasiun Dukuh Atas yang terhubung dengan Stasiun Sudirman KRL, KA Bandara, MRT Jakarta, dan TransJakarta;
<span;><span;>* Stasiun Halim yang terkoneksi dengan layanan Kereta Cepat Whoosh;
<span;><span;>* Stasiun Cawang yang melayani konektivitas lanjutan menuju arah Harjamukti.
Dari sisi tarif, LRT Jabodebek menetapkan tarif maksimal Rp20.000 pada jam sibuk (peak hour) yaitu pukul 06.00–08.59 WIB dan 16.00–19.59 WIB. Sementara di luar jam tersebut, tarif maksimal hanya Rp10.000.
LRT Jabodebek mengimbau seluruh pengguna untuk tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan bersama selama menggunakan layanan, termasuk tidak memaksa masuk saat pintu kereta telah tertutup serta memberikan prioritas kepada pengguna seperti lansia, ibu hamil atau menyusui, serta penyandang disabilitas.






