_Pengadaan kereta, gerbong, lokomotif, dan KRL baru diarahkan untuk meningkatkan kapasitas layanan sekaligus memperkuat industri perkeretaapian nasional_
PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melanjutkan investasi sarana perkeretaapian untuk memperkuat kapasitas angkutan barang dan layanan penumpang. Pengadaan sarana dilakukan secara bertahap melalui penambahan kereta, gerbong, lokomotif, serta rangkaian Commuter Line guna menjaga keandalan operasional di tengah pertumbuhan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan penguatan sarana menjadi kebutuhan strategis karena layanan kereta api memegang peran penting dalam menghubungkan masyarakat, kawasan industri, pusat logistik, pelabuhan, dan berbagai simpul ekonomi nasional.
“Investasi sarana ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas layanan, menjaga keandalan operasional, serta mendukung efisiensi angkutan barang dan penumpang. KAI ingin memastikan pertumbuhan mobilitas dan logistik nasional ditopang oleh sarana yang semakin andal, modern, dan berkapasitas memadai,” ujar Anne.
Hingga saat ini, program pengadaan sarana KAI mencakup 436 unit kereta new generation, 902 unit gerbong, dan 52 unit lokomotif. Pengadaan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang KAI dalam memperkuat kesiapan sarana untuk menghadapi peningkatan kebutuhan layanan di berbagai wilayah operasional.
Dari sisi pengadaan baru, KAI juga menyiapkan 612 unit kereta produksi PT INKA (Persero), 1.125 unit gerbong produksi PT INKA (Persero), serta 54 unit lokomotif CC205 produksi Progress Rail. Untuk pengadaan gerbong datar, sebagian sarana telah tiba di Simpang, Sumatera Selatan, dan sebagian lainnya masih dalam tahap pengiriman, pengujian, serta produksi dengan target penyelesaian secara bertahap hingga akhir 2026.
Pengadaan gerbong diarahkan untuk memperkuat angkutan logistik berbasis rel, khususnya pada layanan peti kemas dan komoditas strategis. Dengan kapasitas angkut yang lebih besar, kereta api dapat menjadi pilihan distribusi yang lebih efisien dan terukur bagi sektor industri.
Pada sektor traksi, KAI juga memperkuat kesiapan lokomotif untuk mendukung angkutan barang. Setelah sebelumnya merealisasikan pengadaan lokomotif CC205, KAI kembali melanjutkan pengadaan 54 unit lokomotif CC205 dengan nilai investasi mencapai USD222,5 juta atau sekitar Rp3,56 triliun. Sebagian lokomotif telah tiba dan dipersiapkan secara bertahap untuk memperkuat operasional angkutan barang nasional.
Anne menjelaskan bahwa penguatan sarana juga dilakukan pada layanan penumpang melalui pengadaan kereta new generation. Kereta tersebut dihadirkan untuk meningkatkan kenyamanan perjalanan, memperkuat kapasitas layanan antarkota, serta menjawab ekspektasi pelanggan terhadap layanan transportasi publik yang semakin modern.
“KAI terus mendorong peningkatan kualitas layanan penumpang melalui sarana yang lebih nyaman, aman, dan sesuai kebutuhan pelanggan. Pengadaan kereta new generation menjadi bagian dari transformasi layanan yang terus kami jalankan,” kata Anne.
Untuk layanan Commuter Line, pengadaan sarana juga terus berjalan. Pengadaan KRL produksi INKA sebelumnya mencakup 16 trainset, dengan 7 trainset telah beroperasi melayani masyarakat di wilayah perkotaan.
KAI menilai investasi sarana memiliki nilai strategis karena memberi dampak langsung terhadap kapasitas layanan, ketepatan operasional, efisiensi distribusi, serta penguatan industri dalam negeri. Keterlibatan PT INKA dalam pengadaan kereta dan gerbong turut mendukung peningkatan kapasitas manufaktur perkeretaapian nasional.
“Mayoritas pengadaan sarana KAI melibatkan industri dalam negeri. Ini penting untuk memperkuat ekosistem perkeretaapian nasional, membuka ruang peningkatan kompetensi manufaktur, serta memastikan kebutuhan sarana dapat dipenuhi secara berkelanjutan,” ujar Anne.
Anne menambahkan, investasi sarana akan terus diarahkan untuk memperkuat konektivitas nasional, meningkatkan kapasitas logistik berbasis rel, dan menjaga kualitas layanan transportasi publik. Dengan penguatan tersebut, KAI berkomitmen menghadirkan layanan kereta api yang semakin andal, produktif, dan relevan dengan kebutuhan ekonomi nasional.






