Kabar-kini.com, Stasiun Bumiayu memiliki peran penting dalam jaringan transportasi kereta api di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sebagai stasiun kelas II yang berlokasi di Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, stasiun ini menjadi akses utama mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah Brebes bagian selatan.
Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin mengatakan, keberadaan Stasiun Bumiayu menjadi simpul transportasi vital yang mendukung mobilitas masyarakat di kawasan tersebut. Selain itu, stasiun ini juga berperan sebagai penghubung antarwilayah yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Stasiun Bumiayu bukan hanya menjadi titik keberangkatan dan kedatangan penumpang, tetapi juga bagian penting dalam mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat Brebes selatan,” ujar As’ad.
Tak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, Stasiun Bumiayu juga memiliki daya tarik tersendiri. Dikelilingi perbukitan hijau, stasiun ini kerap disebut sebagai salah satu stasiun tercantik di Indonesia.
Dari stasiun ini, masyarakat maupun wisatawan juga dapat menjangkau berbagai destinasi wisata di Brebes selatan. Salah satu destinasi unggulan yang mudah diakses adalah Kebun Teh Kaligua, yang dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari stasiun. Di sekitar kawasan stasiun juga terdapat ikon lokal berupa Jembatan Sakalibel yang membentang di atas Sungai Keruh dan jalan lingkar Bumiayu.
Dari sisi konektivitas, terdapat 39 perjalanan kereta api yang melayani penumpang di Stasiun Bumiayu setiap hari. Pelanggan dapat menikmati akses langsung menuju kota-kota di Pulau Jawa seperti Jakarta, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, hingga Jember.
KAI juga mengoperasikan layanan kereta api bersubsidi dari pemerintah melalui skema Public Service Obligation (PSO) guna memberikan pilihan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat. Kereta api PSO yang berhenti di Stasiun Bumiayu adalah KA Bengawan relasi Purwosari – Pasarsenen. Melalui layanan ini, masyarakat dapat bepergian menuju Jakarta dengan tarif Rp70.000 hingga Rp74.000.
Dari sisi kinerja, volume penumpang di Stasiun Bumiayu menunjukkan tren peningkatan setiap tahunnya. Rata-rata volume penumpang berangkat dan datang per bulan pada tahun 2023 tercatat sebanyak 15.709 penumpang. Jumlah tersebut meningkat menjadi 18.465 penumpang pada 2024, kemudian 21.726 penumpang pada 2025, dan hingga April 2026 mencapai 25.865 penumpang.
Peningkatan tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api sekaligus menunjukkan peran strategis Stasiun Bumiayu sebagai pusat mobilitas masyarakat di Brebes selatan.
“KAI Daop 5 Purwokerto akan terus meningkatkan kualitas layanan di Stasiun Bumiayu, baik dari sisi fasilitas, keselamatan, maupun kenyamanan pelanggan. Kami berharap kehadiran stasiun ini tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah Brebes selatan,” tutup As’ad.






