Home / Ragam Berita / gerbang-lintas-utara-menuju-selatan-stasiun-prupuk-mengawal-geliat-ekonomi-baru-kabupaten-tegal/

gerbang-lintas-utara-menuju-selatan-stasiun-prupuk-mengawal-geliat-ekonomi-baru-kabupaten-tegal/

_Arus keberangkatan pelanggan meningkat 21,96%, selaras dengan tumbuhnya penduduk produktif, sektor formal, dan aktivitas hortikultura di wilayah selatan Kabupaten Tegal_

Kabar-kini, com, Perubahan sebuah daerah sering kali dapat dibaca dari bagaimana masyarakatnya bergerak. Ketika kesempatan kerja semakin terbuka, pusat-pusat ekonomi tumbuh, dan aktivitas perdagangan semakin ramai, kebutuhan untuk bepergian pun ikut meningkat. Di Kabupaten Tegal bagian selatan, dinamika tersebut terlihat dari geliat mobilitas yang terus berkembang di Stasiun Prupuk.

Terletak di Kecamatan Margasari, stasiun ini memiliki posisi yang penting dalam jaringan perkeretaapian Pulau Jawa. Stasiun Prupuk menjadi titik percabangan yang menghubungkan jalur lintas tengah Jawa pada koridor Cirebon–Purwokerto–Kroya dengan jalur menuju pesisir utara melalui Tegal. Posisi tersebut menjadikan Prupuk sebagai salah satu gerbang pergerakan masyarakat, logistik, dan aktivitas ekonomi yang menghubungkan berbagai wilayah di Jawa.

Pertumbuhan mobilitas masyarakat tercermin dari peningkatan volume pelanggan yang menggunakan layanan kereta api dari dan menuju stasiun ini. Sepanjang Januari hingga April 2026, sebanyak 15.297 pelanggan berangkat dari Stasiun Prupuk, meningkat 21,96 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 12.542 pelanggan. Pada periode yang sama, volume pelanggan yang datang mencapai 15.205 orang atau tumbuh 23,65 persen dibanding tahun sebelumnya sebanyak 12.296 pelanggan.

Kenaikan yang terjadi secara bersamaan pada arus keberangkatan dan kedatangan menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di wilayah ini bergerak dalam dua arah. Masyarakat memanfaatkan kereta api untuk bekerja, belajar, berdagang, maupun berwisata ke berbagai kota, sementara pada saat yang sama kawasan selatan Kabupaten Tegal juga semakin aktif menarik arus perjalanan dari luar daerah.

Fenomena tersebut sejalan dengan perkembangan demografi dan ekonomi Kabupaten Tegal. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2025, jumlah penduduk Kabupaten Tegal mencapai sekitar 1,69 juta jiwa. Kecamatan Margasari menjadi salah satu wilayah dengan jumlah penduduk terbesar, mencapai lebih dari 116 ribu jiwa. Besarnya populasi tersebut menciptakan kebutuhan mobilitas yang semakin tinggi seiring meningkatnya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Di saat yang sama, struktur ketenagakerjaan Kabupaten Tegal juga menunjukkan perubahan yang menarik. Data BPS Kabupaten Tegal tahun 2025 mencatat porsi pekerja formal telah mencapai sekitar 41,48 persen. Kondisi ini menggambarkan semakin banyak masyarakat yang bekerja dengan pola mobilitas rutin menuju pusat-pusat kegiatan ekonomi, kawasan perdagangan, layanan pendidikan, maupun sektor jasa. Dalam situasi tersebut, transportasi publik yang memiliki jadwal pasti dan waktu tempuh yang terukur menjadi kebutuhan yang semakin penting.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan bahwa pertumbuhan pelanggan di Stasiun Prupuk mencerminkan semakin eratnya hubungan antara konektivitas transportasi dan perkembangan ekonomi daerah.

“Peningkatan mobilitas masyarakat biasanya berjalan beriringan dengan tumbuhnya aktivitas ekonomi. Ketika peluang kerja bertambah, perdagangan berkembang, dan masyarakat semakin produktif, kebutuhan perjalanan juga meningkat. Stasiun Prupuk menjadi salah satu simpul yang membantu menghubungkan masyarakat dengan berbagai peluang tersebut,” ujar Anne.

Peran tersebut semakin relevan karena wilayah selatan Kabupaten Tegal dalam beberapa tahun terakhir berkembang sebagai kawasan agraris yang produktif. Margasari dan wilayah sekitarnya dikenal sebagai salah satu sentra bawang merah yang terus tumbuh. Komoditas hortikultura menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan aktivitas distribusi yang semakin intensif menuju berbagai daerah pemasaran.

“Mobilitas yang baik memberikan manfaat yang luas bagi daerah. Petani lebih mudah menjangkau pasar, pelaku usaha memperoleh akses yang lebih luas, dan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk bekerja maupun mengembangkan usaha. Konektivitas transportasi menjadi salah satu faktor yang mempercepat perputaran ekonomi daerah,” lanjut Anne.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Stasiun Prupuk melayani berbagai perjalanan antarkota melalui KA Progo, KA Gajahwong, KA Kutojaya Utara, KA Bengawan, KA Jayakarta, dan KA Gaya Baru Malam Selatan. Pada layanan aglomerasi dan regional, masyarakat juga dilayani oleh KA Kamandaka dan KA Joglosemarkerto yang menghubungkan berbagai kota di Jawa Tengah dan sekitarnya. Selain layanan penumpang, stasiun ini turut mendukung distribusi logistik nasional melalui operasional KA Pupuk Indonesia yang melayani kebutuhan sektor pertanian di jalur lintas selatan Jawa.

Di luar fungsi transportasi, Stasiun Prupuk juga berperan sebagai pintu masuk menuju sejumlah destinasi wisata unggulan Kabupaten Tegal. Wisatawan yang datang dengan kereta api dapat melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata Guci, Bumijawa, dan berbagai destinasi pegunungan di lereng Gunung Slamet. Arus wisata tersebut memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal, mulai dari transportasi lanjutan, penginapan, kuliner, hingga usaha mikro yang tumbuh di sekitar kawasan wisata.

Anne menambahkan bahwa perkembangan sebuah stasiun pada akhirnya dapat dilihat dari manfaat yang dirasakan masyarakat di sekitarnya. Ketika mobilitas meningkat, kesempatan ekonomi terbuka lebih luas dan konektivitas antarwilayah semakin kuat.

“Setiap pelanggan yang berangkat maupun tiba di Stasiun Prupuk membawa cerita dan tujuan yang berbeda-beda. Ada yang berangkat untuk bekerja, menempuh pendidikan, berdagang, atau bertemu keluarga. Kereta api hadir untuk menghubungkan berbagai perjalanan tersebut sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. KAI akan terus menjaga keandalan layanan agar manfaat konektivitas ini dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat,” tutup Anne.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *