Home / Ragam Berita / Weekend ke Karangkates Makin Mudah, Stasiun Sumberpucung Buka Akses Wisata dan Ekonomi Warga

Weekend ke Karangkates Makin Mudah, Stasiun Sumberpucung Buka Akses Wisata dan Ekonomi Warga

_Dekat Bendungan Sutami, layanan kereta api mendukung perjalanan wisata, budidaya perikanan, UMKM lokal, dan mobilitas 41.201 penduduk usia produktif di Kabupaten Malang_

Kabar-kini.com, Akhir pekan sering menjadi waktu bagi masyarakat untuk melepas penat, menikmati wisata alam, berkumpul bersama keluarga, atau mencari suasana baru yang dekat dari rumah. Di Kabupaten Malang, kawasan Bendungan Sutami atau Waduk Karangkates menjadi salah satu ruang rekreasi yang lekat dengan kehidupan warga. Di tengah potensi tersebut, Stasiun Sumberpucung hadir sebagai akses penting yang membantu masyarakat menjangkau wisata, pekerjaan, pendidikan, pasar, dan aktivitas ekonomi lokal.

Bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero), Stasiun Sumberpucung menunjukkan bahwa stasiun kecil dapat memberi manfaat besar bagi daerah. Dari titik ini, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menuju kawasan Karangkates, sementara warga sekitar memperoleh akses mobilitas yang lebih terjangkau, terjadwal, dan dekat dengan pusat aktivitas sehari-hari.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, stasiun di daerah perlu dilihat sebagai simpul yang menyatukan perjalanan masyarakat dengan peluang ekonomi lokal. Ketika layanan kereta api hadir secara konsisten, warga memiliki pilihan transportasi yang membantu mereka bekerja, berdagang, bersekolah, berwisata, serta menjaga hubungan sosial antarkeluarga dan antardaerah.

“Stasiun Sumberpucung menjadi pintu yang dekat dengan kehidupan warga. Dari stasiun ini, akses menuju kawasan Karangkates, tempat kerja, sekolah, pasar, dan aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih terbuka,” ujar Anne.

Kebutuhan masyarakat terhadap layanan tersebut mulai terlihat dari tren volume pelanggan. Berdasarkan data KAI, sepanjang Maret hingga Mei 2026, Stasiun Sumberpucung melayani 984 pelanggan naik dan 793 pelanggan turun. Jumlah pelanggan naik tumbuh 15,49 persen dibanding periode Oktober hingga Desember 2025 sebanyak 852 pelanggan. Sementara pelanggan turun tumbuh 21,63 persen dibanding periode sebelumnya sebanyak 652 pelanggan.

Secara total, volume naik dan turun di Stasiun Sumberpucung meningkat dari 1.504 pelanggan pada Oktober–Desember 2025 menjadi 1.777 pelanggan pada Maret–Mei 2026, atau tumbuh 18,15 persen. Pertumbuhan ini menjadi sinyal bahwa layanan kereta api di Sumberpucung memiliki ruang untuk terus diperkuat seiring berkembangnya aktivitas masyarakat di sekitar Bendungan Sutami.

“Angka pertumbuhan pelanggan ini penting dibaca sebagai suara masyarakat. Ketika akses tersedia, warga memanfaatkannya. Karena itu, peningkatan perhatian terhadap stasiun-stasiun seperti Sumberpucung akan memberi dampak langsung bagi kehidupan daerah,” kata Anne.

Potensi Sumberpucung juga ditopang oleh kekuatan demografi. Berdasarkan publikasi Kecamatan Sumberpucung Dalam Angka 2025 yang memuat data tahun 2024, Kecamatan Sumberpucung memiliki 58.955 penduduk. Dari jumlah tersebut, penduduk usia produktif 15–64 tahun mencapai 41.201 jiwa. Mereka adalah pekerja, pelaku usaha, petani, pembudidaya ikan, pedagang, pelajar, dan keluarga muda yang membutuhkan akses mobilitas yang layak.

Bagi masyarakat usia produktif tersebut, stasiun adalah pintu menuju kesempatan.

“Satu perjalanan yang lebih mudah dapat berarti peluang kerja yang lebih luas. Satu akses transportasi yang lebih terjangkau dapat berarti biaya keluarga yang lebih hemat. Satu jadwal perjalanan yang lebih pasti dapat berarti waktu pulang yang lebih tenang bagi orang tua yang ditunggu anaknya di rumah,” tambah Anne.

Di sekitar Stasiun Sumberpucung, Bendungan Sutami memiliki peran penting bagi kehidupan warga. Bendungan ini mendukung pengelolaan air Sungai Brantas, irigasi, pengendalian banjir, pembangkit listrik, serta aktivitas wisata di kawasan Karangkates. Di wilayah perairannya, masyarakat juga mengembangkan budidaya ikan air tawar melalui keramba jaring apung yang menjadi sumber penghasilan banyak keluarga.

Kehadiran kereta api membantu memperluas manfaat tersebut. Wisatawan memiliki alternatif perjalanan menuju kawasan Karangkates. Pelaku UMKM kuliner memperoleh peluang pembeli yang lebih luas. Pembudidaya ikan, pekerja wisata, pedagang kecil, dan warga sekitar memiliki akses yang lebih mudah untuk menjalankan aktivitas harian. Dari perjalanan yang terlihat sederhana, ada perputaran ekonomi yang hidup di warung makan, jasa lokal, penginapan, transportasi lanjutan, hingga usaha keluarga di sekitar bendungan.

“KAI melihat konektivitas sebagai jalan untuk mempertemukan potensi alam, tenaga kerja, wisata, dan ekonomi warga. Di Sumberpucung, kereta api membantu masyarakat menjangkau kesempatan dengan cara yang lebih aman dan terjangkau,” ujar Anne.

Kawasan ini juga memiliki peluang pengembangan ke depan melalui energi terbarukan. Rencana pengembangan PLTS Terapung Karangkates di Bendungan Sutami menjadi bagian dari arah pemanfaatan kawasan air untuk mendukung energi bersih. Dengan adanya pengembangan seperti ini, kebutuhan akses menuju Sumberpucung berpotensi semakin besar, baik bagi tenaga kerja, pelaku jasa, UMKM, maupun masyarakat sekitar.

Karena itu, penguatan konektivitas menuju Stasiun Sumberpucung menjadi penting bagi pemangku kepentingan daerah. Penataan akses jalan menuju stasiun, dukungan transportasi lanjutan, promosi wisata Karangkates, integrasi dengan pelaku UMKM, serta pengembangan ruang publik di sekitar stasiun dapat memperbesar manfaat kereta api bagi masyarakat. Semakin mudah warga dan wisatawan menjangkau stasiun, semakin besar pula peluang ekonomi yang dapat tumbuh di Sumberpucung.

Pada akhir pekan, potensi tersebut terasa semakin dekat. Wisatawan dapat menikmati Bendungan Sutami, kuliner ikan bakar, suasana air, ruang piknik keluarga, hingga pemandangan alam Karangkates. Di sisi lain, setiap kunjungan wisata turut membuka harapan bagi warga yang menggantungkan penghidupan dari warung, jasa parkir, usaha kuliner, perahu wisata, hingga produk lokal.

Wilayah Sumberpucung juga menyimpan nilai sejarah perkeretaapian. Tidak jauh dari stasiun, terdapat Terowongan Karangkates I dan Terowongan Karangkates II yang menjadi bagian penting dalam perjalanan teknik perkeretaapian Indonesia. Keberadaan bendungan, jalur rel, terowongan, dan lanskap alam memberi nilai tambah bagi wisata minat khusus, fotografi, edukasi, serta perjalanan berbasis pengalaman.

Stasiun Sumberpucung saat ini melayani perjalanan kereta api jarak jauh dan lokal. Untuk perjalanan jarak jauh, stasiun ini menjadi perhentian KA Malabar relasi Malang–Bandung dan KA Matarmaja relasi Malang–Pasar Senen. Sementara untuk mobilitas harian masyarakat Jawa Timur, Sumberpucung juga terhubung dengan Commuter Line Dhoho dan Commuter Line Penataran.

Anne menegaskan, KAI akan terus mendorong agar stasiun-stasiun di daerah menjadi bagian dari penguatan layanan publik dan pertumbuhan wilayah.

“Setiap stasiun menyimpan cerita tentang masyarakat yang ingin hidup lebih baik. Di Sumberpucung, kereta api mendekatkan warga dengan pekerjaan, pendidikan, wisata, dan harapan. Ketika konektivitas daerah diperkuat, yang ikut tumbuh adalah kesempatan, kebanggaan, dan masa depan masyarakat,” tutup Anne.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *