Home / Ragam Berita / Semester I 2026, Volume Pelanggan Lima Layanan KA dengan Relasi Terpanjang di Sumatra Kompak Meningkat

Semester I 2026, Volume Pelanggan Lima Layanan KA dengan Relasi Terpanjang di Sumatra Kompak Meningkat

_Peningkatan pada seluruh layanan memperkuat konektivitas antarkota serta mendukung ekonomi daerah, pariwisata, pendidikan, dan aktivitas masyarakat di Sumatra_

Kabar-kini.com, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat volume pelanggan pada lima layanan kereta api penumpang dengan relasi terpanjang di Pulau Sumatra seluruhnya meningkat sepanjang Semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

*Berikut lima layanan KA penumpang dengan relasi terpanjang di Pulau Sumatra beserta volume pelanggannya:*

1. KA Rajabasa relasi Tanjungkarang–Kertapati pulang pergi (pp)
Jarak sekitar 388 kilometer, Semester I 2026 melayani 469.028 pelanggan, Semester I 2025 melayani 345.770 pelanggan, meningkat 35,65 persen.

2. KA Sindang Marga relasi Kertapati–Lubuklinggau pulang pergi (pp)
Jarak sekitar 305 kilometer, Semester I 2026 melayani 159.658 pelanggan, Semester I 2025 melayani 147.797 pelanggan, meningkat 8,03 persen.

3. KA Bukit Serelo relasi Kertapati–Lubuklinggau pulang pergi (pp)
Jarak sekitar 305 kilometer, Semester I 2026 melayani 278.705 pelanggan, Semester I 2025 melayani 275.636 pelanggan, meningkat 1,11 persen.

4. KA Sribilah Utama relasi Medan–Rantau Prapat pulang pergi (pp)
Jarak sekitar 266 kilometer, Semester I 2026 melayani 419.637 pelanggan, Semester I 2025 melayani 387.459 pelanggan, meningkat 8,30 persen.

5. KA Kuala Stabas relasi Tanjungkarang–Baturaja pulang pergi (pp)
Jarak sekitar 215 kilometer, Semester I 2026 melayani 377.928 pelanggan, Semester I 2025 melayani 360.185 pelanggan, meningkat 4,93 persen.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, peningkatan pada seluruh layanan memperlihatkan kuatnya kebutuhan masyarakat Sumatra terhadap transportasi massal yang menghubungkan kota, kabupaten, pusat perdagangan, kawasan pendidikan, layanan publik, dan destinasi wisata.

“Setiap relasi memiliki karakter perjalanan yang beragam. Masyarakat menggunakan kereta api untuk bekerja, menempuh pendidikan, berdagang, berobat, mengunjungi keluarga, hingga menikmati perjalanan wisata. Peningkatan volume pelanggan menunjukkan bahwa kereta api terus menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Sumatra,” ujar Anne.

Layanan dengan relasi terpanjang adalah KA Rajabasa yang menghubungkan Tanjungkarang dan Kertapati dengan jarak sekitar 388 kilometer. Sepanjang Semester I 2026, KA Rajabasa melayani 469.028 pelanggan, meningkat 35,65 persen dibandingkan Semester I 2025 sebanyak 345.770 pelanggan.

Relasi tersebut menghubungkan Bandar Lampung dan Palembang, dua ibu kota provinsi dengan aktivitas pemerintahan, perdagangan, pendidikan, kuliner, dan pariwisata yang kuat di bagian selatan Sumatra.

Dari Stasiun Kertapati, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menuju kawasan Sungai Musi, Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, pusat kuliner, serta sentra kerajinan khas Sumatra Selatan. Dari Tanjungkarang, pelanggan dapat menjangkau pusat Kota Bandar Lampung dan meneruskan perjalanan menuju beragam destinasi alam serta bahari di Provinsi Lampung.

“Peningkatan pelanggan KA Rajabasa memperlihatkan tingginya kebutuhan perjalanan antara Lampung dan Sumatra Selatan. Relasi ini memperluas akses masyarakat menuju pusat ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, dan destinasi wisata di kedua provinsi,” kata Anne.

Pada posisi berikutnya terdapat KA Sindang Marga dan KA Bukit Serelo. Kedua layanan tersebut sama-sama menempuh relasi Kertapati–Lubuklinggau (pp) dengan jarak sekitar 305 kilometer.

Meskipun menempuh relasi yang sama, kedua layanan memberikan pilihan pelayanan bagi segmen pelanggan yang berbeda. KA Sindang Marga melayani kelas bisnis dan eksekutif, sedangkan KA Bukit Serelo menjadi pilihan layanan ekonomi bagi masyarakat.

Sepanjang Semester I 2026, KA Sindang Marga melayani 159.658 pelanggan, meningkat 8,03 persen dibandingkan Semester I 2025 sebanyak 147.797 pelanggan.

Relasi ini menghubungkan Palembang dengan sejumlah wilayah di bagian barat Sumatra Selatan, antara lain Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Tebing Tinggi, hingga Lubuklinggau. Perjalanan tersebut mendukung kebutuhan pekerjaan, kegiatan usaha, kunjungan keluarga, pendidikan, dan akses menuju pusat pelayanan publik.

Pelanggan juga dapat melanjutkan perjalanan menuju beragam destinasi wisata, mulai dari kawasan Sungai Musi di Palembang, peninggalan megalitik di Kabupaten Lahat, hingga Air Terjun Temam dan Bukit Sulap di Lubuklinggau.

Pada relasi yang sama, KA Bukit Serelo melayani 278.705 pelanggan sepanjang Semester I 2026. Jumlah tersebut meningkat 1,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 275.636 pelanggan.

Nama Bukit Serelo diambil dari bentang alam khas Kabupaten Lahat yang dikenal pula sebagai Bukit Jempol karena bentuknya menyerupai ibu jari. Penamaan tersebut memperkenalkan kekayaan alam dan identitas daerah yang dilalui kereta api.

KA Bukit Serelo banyak digunakan oleh pekerja, pelajar, pedagang, keluarga, serta masyarakat yang melakukan perjalanan menuju pusat pendidikan, kesehatan, perdagangan, pemerintahan, dan pelayanan publik.

“KA Sindang Marga dan KA Bukit Serelo memperlihatkan bagaimana satu relasi dapat melayani kebutuhan pelanggan yang beragam. Masyarakat memiliki pilihan kelas pelayanan dan jadwal perjalanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhannya,” jelas Anne.

Dari Sumatra Utara, KA Sribilah Utama melayani relasi Medan–Rantau Prapat (pp) sepanjang sekitar 266 kilometer. Pada Semester I 2026, layanan tersebut mencatat 419.637 pelanggan, meningkat 8,30 persen dibandingkan Semester I 2025 sebanyak 387.459 pelanggan.

KA Sribilah Utama menghubungkan Medan dengan sejumlah pusat aktivitas masyarakat di bagian timur Sumatra Utara, antara lain Tebing Tinggi, Kisaran, Membang Muda, hingga Rantau Prapat.

Medan menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, jasa, kuliner, dan pariwisata perkotaan. Sementara wilayah yang dilalui menuju Rantau Prapat memiliki basis kegiatan perkebunan, perdagangan, pelayanan publik, dan usaha masyarakat.

Pelanggan yang tiba di Medan dapat melanjutkan perjalanan menuju kawasan bersejarah Kesawan, Istana Maimun, pusat kuliner, serta berbagai bangunan yang merekam perkembangan Kota Medan. Perjalanan menuju Rantau Prapat juga membantu masyarakat mengakses pusat ekonomi dan pelayanan di wilayah Labuhanbatu dan sekitarnya.

Layanan kelima adalah KA Kuala Stabas yang menghubungkan Tanjungkarang dan Baturaja dengan jarak sekitar 215 kilometer. Sepanjang Semester I 2026, KA Kuala Stabas melayani 377.928 pelanggan, meningkat 4,93 persen dibandingkan Semester I 2025 sebanyak 360.185 pelanggan.

KA Kuala Stabas melayani perjalanan masyarakat di sejumlah wilayah Lampung dan Kabupaten Ogan Komering Ulu. Layanan ini digunakan untuk bekerja, menempuh pendidikan, berdagang, memperoleh layanan kesehatan, serta mengunjungi keluarga.

Dari Baturaja, pelanggan dapat meneruskan perjalanan menuju sejumlah destinasi alam dan sejarah, seperti Gua Putri dan kawasan Situs Gua Harimau. Sementara Tanjungkarang menjadi salah satu pintu perjalanan menuju pusat Kota Bandar Lampung serta beragam destinasi wisata di Provinsi Lampung.

Anne menjelaskan, layanan kereta api penumpang di Sumatra tersebar di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, dan Lampung. Setiap wilayah memiliki karakter layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi jaringan perkeretaapian setempat.

Di Sumatra Barat, KAI juga melayani masyarakat melalui KA Pariaman Ekspres, KA Minangkabau Ekspres, dan KA Lembah Anai. Layanan tersebut mendukung perjalanan harian, akses menuju Bandara Internasional Minangkabau, serta konektivitas menuju kawasan wisata pesisir.

“Sumatra memiliki basis perkeretaapian yang kuat dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama puluhan tahun. Kereta api menghubungkan kota dan kabupaten serta mendekatkan masyarakat dengan pusat ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, dan destinasi wisata,” ujar Anne.

Keberadaan layanan kereta api turut memberikan manfaat bagi kegiatan ekonomi di sekitar stasiun dan kota tujuan. Perjalanan pelanggan menciptakan kebutuhan terhadap transportasi lanjutan, rumah makan, penginapan, pusat oleh-oleh, pasar, dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah.

Saat pelanggan tiba di suatu kota, perjalanan dapat berlanjut melalui penggunaan transportasi lokal, kunjungan ke destinasi wisata, pembelian makanan, kegiatan belanja, dan pemanfaatan berbagai jasa masyarakat. Rangkaian aktivitas tersebut membantu memperluas perputaran ekonomi di daerah.

KAI akan terus meningkatkan keselamatan, keandalan perjalanan, kualitas pelayanan, kebersihan sarana dan stasiun, serta kemudahan memperoleh tiket. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan agar layanan semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.

“Melalui perjalanan kereta api, masyarakat dapat melihat luasnya Sumatra, mengenal kota-kota yang dilalui, serta menemukan beragam potensi ekonomi, budaya, dan wisata di setiap daerah. KAI ingin setiap perjalanan semakin aman, nyaman, menyenangkan, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tutup Anne.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *