Home / Ragam Berita / Hari Keterampilan Pemuda Sedunia, KAI Perkuat Talenta Adaptif untuk Masa Depan Perkeretaapian

Hari Keterampilan Pemuda Sedunia, KAI Perkuat Talenta Adaptif untuk Masa Depan Perkeretaapian

_Sebanyak 73 persen dari 28.003 pekerja KAI Induk berada pada rentang usia 18–40 tahun; Porseni Kereta Api 2026 menjadi ruang mengasah disiplin, kreativitas, kolaborasi, dan kepedulian terhadap keberlanjutan_

Kabar-kini.com, Setiap perjalanan kereta api yang berlangsung aman, setiap layanan digital yang digunakan pelanggan seperti Access by KAI, hingga setiap pemeriksaan sarana dan prasarana ditopang oleh keterampilan para pekerja di baliknya. Kemampuan teknis, ketelitian, komunikasi, kreativitas, dan kerja sama menjadi bagian yang saling terhubung dalam melayani masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan Hari Keterampilan Pemuda Sedunia atau World Youth Skills Day yang diperingati setiap 15 Juli. Mengusung tema “Skills for a Shared Future”, peringatan tahun ini menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan keterampilan digital, kecerdasan artifisial, ekonomi hijau, serta kemampuan sosial-emosional untuk menghadapi perubahan dunia kerja.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan pelanggan, dan tuntutan keberlanjutan membuat keterampilan di lingkungan perkeretaapian semakin beragam.

“Perkeretaapian merupakan sistem yang menghubungkan manusia, teknologi, sarana, prasarana, dan pelayanan dalam satu rangkaian kerja. Karena itu, setiap pekerja perlu terus mengembangkan kompetensi, tetap adaptif, dan mampu berkolaborasi dengan tetap mengutamakan disiplin keselamatan,” ujar Bobby.

KAI Induk saat ini didukung oleh 28.003 pekerja berdasarkan data per Juni 2026. Sebanyak 20.446 pekerja atau sekitar 73 persen berada pada rentang usia 18–40 tahun. Komposisi tersebut terdiri atas 6.684 pekerja berusia 18–30 tahun dan 13.762 pekerja berusia 31–40 tahun.

Sementara itu, sebanyak 4.736 pekerja berada pada kelompok usia 41–50 tahun dan 2.821 pekerja berusia 51 tahun ke atas. Berdasarkan jenis kelamin, komposisi pekerja KAI Induk terdiri atas 26.432 laki-laki dan 1.571 perempuan.

Data tersebut mencakup pekerja dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu atau PKWTT serta calon pekerja pada KAI Induk. Perhitungannya berada di luar pekerja pada anak perusahaan dan afiliasi, external employee, serta pekerja dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tertentu atau PKWT.

Bobby menjelaskan, perpaduan antargenerasi menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan pengetahuan perkeretaapian. Pengalaman para pekerja senior memperkaya kesiapan generasi berikutnya, sementara pekerja muda membawa kedekatan dengan teknologi, pola komunikasi baru, serta gagasan yang relevan dengan kebutuhan pelanggan.

“Pengetahuan mengenai keselamatan, operasional, dan pelayanan perlu diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pada saat yang sama, perusahaan memberikan ruang bagi gagasan baru agar dapat dikembangkan secara terukur dan menghasilkan manfaat bagi layanan maupun masyarakat,” kata Bobby.

Kebutuhan keterampilan tersebut mencakup berbagai bidang kerja, mulai dari pengoperasian perjalanan, pelayanan pelanggan, perawatan sarana dan prasarana, teknologi informasi, keamanan sistem, pengelolaan data, logistik, hingga berbagai fungsi pendukung perusahaan.

Perkembangan layanan digital juga membuat pekerja perlu memahami perubahan perilaku pelanggan dan pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab. Transformasi tersebut antara lain dijalankan melalui aplikasi Access by KAI serta fasilitas Face Recognition Boarding Gate.

Sepanjang Semester I 2026, Face Recognition Boarding Gate digunakan oleh 5.555.034 pelanggan KA Jarak Jauh. Pemanfaatannya membantu mengurangi kebutuhan sekitar 13.888 rol kertas boarding pass, dengan estimasi efisiensi mencapai Rp203,80 juta.

Pada bidang keberlanjutan, keterampilan pekerja dibutuhkan untuk mendukung penerapan energi terbarukan, efisiensi sumber daya, pengelolaan material, dan kesiapan sarana. KAI telah mengoperasikan 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya di 92 lokasi dengan kapasitas terpasang 4.430,65 kilowatt peak.

Sejak 1 Juli 2026, KAI juga mulai menerapkan biodiesel B50 secara bertahap dengan memperhatikan kualitas bahan bakar, kesiapan sarana, keselamatan, dan keandalan operasi.

Bobby menegaskan, transformasi KAI diarahkan pada keseimbangan antara kinerja bisnis, manfaat bagi masyarakat, dan pelestarian lingkungan melalui prinsip 3P, yaitu profit, people, dan planet.

“Transformasi KAI diarahkan pada keseimbangan 3P: profit, people, dan planet. Perusahaan harus mampu menjaga kinerja, memberi manfaat bagi masyarakat, dan berperan aktif dalam merawat bumi. Prinsip ini menjadi bagian dari cara KAI menjalankan bisnis dan operasional secara berkelanjutan,” ujar Bobby.

Dalam penerapannya, keterampilan masa depan berkaitan erat dengan kemampuan memahami teknologi, membaca dan mengelola data, menggunakan energi secara efisien, serta mempertimbangkan dampak lingkungan dalam setiap proses kerja. Seluruh kemampuan tersebut berjalan bersama tanggung jawab untuk menjaga keselamatan perjalanan dan kualitas pelayanan.

Semangat pengembangan keterampilan turut hadir dalam Pekan Olahraga dan Seni Kereta Api atau Porseni Kereta Api 2026 yang tengah berlangsung di Yogyakarta. Kegiatan bertema “Spirit Competition, Power of Sustainability” tersebut diikuti 1.632 peserta dari 17 kontingen di lingkungan KAI Group.

Para peserta berasal dari berbagai daerah operasi, divisi regional, unit kerja, dan anak perusahaan. Mereka mengikuti sembilan cabang olahraga, yaitu basket, futsal, sepak bola, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, catur, dan e-sport Mobile Legends. Pada bidang seni, peserta berkompetisi dalam kategori band dan tari tradisional.

Bobby menjelaskan, olahraga dan seni memberi ruang bagi pekerja untuk mengasah berbagai kemampuan yang juga dibutuhkan dalam lingkungan kerja. Olahraga melatih disiplin, ketahanan fisik dan mental, pengambilan keputusan, serta kerja tim. Catur mengembangkan pemikiran strategis, sedangkan e-sport melatih koordinasi dan kecepatan membaca situasi.

Kompetisi band dan tari tradisional mengasah kreativitas, komunikasi, keselarasan, serta kemampuan menghargai perbedaan. Pertemuan antarkontingen juga membuka ruang untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, dan memperkuat kolaborasi lintas wilayah serta fungsi kerja.

“Dalam pertandingan maupun pertunjukan seni, setiap peserta belajar memahami peran, mengelola emosi, membaca situasi, dan menyelesaikan target bersama. Nilai-nilai tersebut sangat dekat dengan keseharian pekerja dalam menjaga pelayanan perkeretaapian,” kata Bobby.

Sejalan dengan tema keberlanjutan, para peserta Porseni didorong membawa tumbler dan menggunakan alat makan guna ulang untuk mengurangi sampah sekali pakai. Setiap pekerja juga mengumpulkan satu seragam putih R6 yang telah selesai digunakan untuk diolah menjadi produk baru melalui penerapan ekonomi sirkular.

Rangkaian kegiatan lingkungan telah dimulai melalui penanaman 25 pohon produktif di Balai Yasa Yogyakarta pada 13 Juli 2026. Secara kumulatif, KAI telah menanam 99.785 pohon sejak 2022 hingga 13 Juli 2026. Sebanyak 4.540 pohon di antaranya ditanam sepanjang tahun ini.

Keterampilan dan kolaborasi para pekerja turut menopang pelayanan KAI Group sepanjang Semester I 2026. Pada periode Januari–Juni 2026, KAI Group melayani 258.993.359 pelanggan, meningkat 7,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 240.805.920 pelanggan.

Pada periode yang sama, KAI melayani sekitar 32,50 juta ton barang untuk mendukung distribusi komoditas energi, industri, perkebunan, dan logistik nasional. Pelayanan tersebut melibatkan pekerja di stasiun, di atas kereta api, pusat kendali, balai yasa, depo, jalur, serta berbagai unit pendukung.

“Setiap pekerja membawa keterampilan dan tanggung jawab yang berbeda, kemudian menghubungkannya dalam satu sistem pelayanan. Melalui pengembangan kompetensi dan ruang kolaborasi, KAI menyiapkan insan yang mampu menjaga keselamatan, menghadirkan inovasi, memberi manfaat bagi masyarakat, serta membawa perkeretaapian Indonesia menjawab kebutuhan masa depan,” tutup Bobby.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *