Home / Ragam Berita / Lebih dari Satu Abad, Balai Yasa Jembatan Kiaracondong Perkuat Keandalan Rel dan Jembatan KAI

Lebih dari Satu Abad, Balai Yasa Jembatan Kiaracondong Perkuat Keandalan Rel dan Jembatan KAI

_Sepanjang 2023–2025, fasilitas teknis di Bandung menghasilkan 9.899 produk dan komponen untuk mendukung keselamatan perjalanan di Jawa dan Sumatra_

Kabar-kini.com, Sekitar 500 meter dari Stasiun Kiaracondong, terdapat fasilitas KAI yang telah bekerja selama lebih dari satu abad untuk mendukung keselamatan perjalanan kereta api. Di tempat tersebut, material baja dipotong, dibentuk, dirangkai, diperiksa, dan dilapisi hingga menjadi jembatan serta berbagai peralatan perawatan jalur.

Fasilitas itu adalah Balai Yasa Jembatan Kiaracondong yang berlokasi di Jalan Kiaracondong Nomor 92, Bandung. Berdiri sejak 1921, balai yasa ini menangani produksi dan perbaikan jembatan baja serta pembuatan peralatan kerja untuk kebutuhan jalur kereta api di Jawa dan Sumatra.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pekerjaan di Balai Yasa Jembatan Kiaracondong mempunyai hubungan langsung dengan keselamatan perjalanan.

“Setiap produk yang dihasilkan berangkat dari kebutuhan menjaga rel dan jembatan tetap aman dilalui perjalanan kereta api,” ujar Anne.

*Menghasilkan 9.899 Produk dan Komponen*

Berdasarkan data produksi 2023–2025, Balai Yasa Jembatan Kiaracondong menghasilkan 9.899 produk dan komponen yang terbagi dalam 26 jenis. Produk tersebut digunakan untuk pemeriksaan, perawatan, perbaikan, serta penanganan kondisi khusus pada rel dan jembatan.

Produksi terbesar berupa 2.970 mata pecok, yaitu komponen yang digunakan pada alat pemadat batu pecah di bawah dan sekitar bantalan rel. Batu pecah tersebut membantu menjaga posisi rel tetap stabil ketika dilalui rangkaian kereta api.

Balai yasa ini juga menghasilkan 587 penjepit rel sementara. Peralatan tersebut digunakan untuk mengamankan rel yang mengalami kerusakan sebelum perbaikan permanen dilaksanakan.

Untuk mendukung ketepatan pemeriksaan, dihasilkan pula 464 alat pengukur dan penyesuai lebar jalur, 399 mistar pemeriksa cacat rel, serta 290 alat ukur keausan rel. Peralatan tersebut membantu petugas mengetahui kondisi jalur berdasarkan hasil pengukuran yang akurat.

“Keselamatan membutuhkan pemeriksaan yang teliti. Karena itu, alat ukur dan peralatan perawatan harus akurat, kuat, dan sesuai kebutuhan petugas di lapangan,” kata Anne.

Produk lainnya berupa roda lori, katrol pengangkat rel, alat penggeser rel, alat pemasang pengikat rel, serta alat pemindah rel. Lori merupakan kereta kerja berukuran kecil yang digunakan petugas untuk membawa alat dan material menuju lokasi perawatan.

*Menyiapkan Penyangga Jembatan Darurat*

Balai Yasa Jembatan Kiaracondong menghasilkan 312 penyangga jembatan darurat dalam berbagai tipe selama 2023–2025. Beberapa tipe mempunyai kemampuan menahan beban maksimum hingga 46 ton, sedangkan tipe 50 mampu menopang beban hingga 83 ton.

Penyangga tersebut dapat digunakan untuk membantu menjaga konstruksi tetap stabil ketika jembatan memerlukan penanganan khusus. Kesiapan peralatan darurat menjadi penting agar tindakan pengamanan dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan.

Pada periode yang sama, balai yasa menghasilkan 603 pengikat rel untuk konstruksi jembatan darurat dan 132 cetakan tetrapod. Tetrapod adalah struktur beton yang ditempatkan di sekitar pilar dan pangkal jembatan untuk mengurangi dampak gerusan arus sungai.

Anne menjelaskan kemampuan produksi internal membantu KAI menyiapkan komponen sesuai fungsi dan ukuran yang dibutuhkan.

“Produksi internal memperkuat kesiapan penanganan. Komponen dapat dibuat sesuai kebutuhan jalur sehingga petugas memiliki peralatan yang tepat saat melakukan pengamanan dan perbaikan,” ujar Anne.

*Tangani Jembatan Baja Berbobot 137,91 Ton*

Pada program kerja 2026, Balai Yasa Jembatan Kiaracondong telah menyelesaikan penanganan satu jembatan baja sepanjang 40 meter dengan bobot 137,91 ton.

Balai yasa ini juga menyelesaikan 16 komponen untuk empat jembatan di wilayah Pekalongan–Sragi dengan berat keseluruhan 3,236 ton. Pada produksi peralatan kerja, sebanyak 760 mata pecok telah selesai dibuat.

Sementara itu, produksi 75 set penyangga jembatan darurat telah mencapai 57,76 persen berdasarkan periode pelaporan dalam dokumen. Seluruh pekerjaan tersebut mendukung kesiapan peralatan untuk perawatan rutin maupun penanganan kondisi khusus.

Proses pengerjaan dimulai dari pemotongan material sesuai ukuran, pembentukan, pengeboran, perakitan, dan pengelasan. Setelah itu, permukaan baja dibersihkan dan diberi lapisan pelindung untuk mengurangi risiko karat serta memperpanjang masa penggunaannya.

Balai yasa ini didukung mesin pemotong logam, mesin bor, mesin pembentuk logam, mesin bubut, peralatan las, serta ruang khusus untuk membersihkan dan melapisi permukaan baja.

Untuk memindahkan material berukuran besar, tersedia enam alat pengangkat berkapasitas masing-masing 10 ton. Terdapat pula dua kendaraan pengangkat barang dengan kapasitas masing-masing tiga ton.

*Didukung Pekerja Bersertifikat*

Per 1 Juni 2026, Balai Yasa Jembatan Kiaracondong didukung 26 pekerja yang terdiri atas 21 pegawai KAI, dua petugas kebersihan, dan tiga petugas pengamanan.

Para pegawainya mempunyai sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi serta sertifikat keahlian sesuai bidang pekerjaan. Balai yasa ini juga menerapkan ISO 9001:2015, yaitu standar internasional dalam pengelolaan mutu.

Setiap tahap pekerjaan disertai pemeriksaan peralatan, penggunaan perlengkapan pelindung, pengaturan area kerja, serta pengendalian risiko. Ketentuan tersebut diterapkan sejak material diterima hingga produk selesai dan siap digunakan.

*Kembangkan Alat Pemeriksaan Digital*

Selain menghasilkan jembatan dan alat kerja, Balai Yasa Jembatan Kiaracondong mengembangkan sejumlah model awal peralatan baru. Salah satunya adalah dongkrak rel yang mampu menahan beban maksimum 12 ton untuk membantu pekerjaan perawatan dan penggantian komponen jalur.

Pengembangan lainnya berupa alat digital untuk mengukur gelombang keausan pada permukaan rel. Kondisi permukaan rel perlu dipantau karena dapat memengaruhi kenyamanan perjalanan dan kondisi komponen jalur.

Balai yasa juga mengembangkan alat pengukur keausan pada wesel, perangkat pemeriksa ketepatan alat ukur lebar jalur, serta kendaraan kerja sederhana untuk membantu petugas memeriksa jalur. Wesel merupakan bagian rel yang mengarahkan rangkaian kereta api berpindah dari satu jalur ke jalur lainnya.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari rencana penguatan Balai Yasa Jembatan Kiaracondong menjadi Balai Yasa Jalan Rel dan Jembatan. Cakupan kerjanya diarahkan untuk mendukung kebutuhan jembatan sekaligus peralatan perawatan rel.

“Pengembangan alat ukur dan peralatan kerja diarahkan untuk membantu petugas menemukan kondisi jalur lebih dini sehingga penanganan keselamatan dapat dilakukan secara tepat,” tutup Anne.

Dari jembatan baja berbobot ratusan ton hingga alat ukur yang digunakan petugas di lapangan, setiap hasil pekerjaan Balai Yasa Jembatan Kiaracondong memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga rel dan jembatan tetap andal sebelum dilalui perjalanan kereta api.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *