Jakarta Pusat – Polsek Kemayoran bersama unsur Tiga Pilar menggelar patroli skala besar dalam rangka Operasi Cipta Kondisi (Ops Cipkon) di wilayah hukum Polsek Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (25/7/2026) malam. Patroli dilakukan sebagai upaya preventif untuk mengantisipasi tawuran, balap liar, pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta berbagai bentuk kejahatan jalanan lainnya.
Patroli yang dimulai sekitar pukul 22.50 WIB itu dipimpin Iptu Budi Setiyadi, S.H. dengan melibatkan 12 personel gabungan. Sejumlah ruas jalan yang dinilai rawan gangguan kamtibmas menjadi sasaran patroli, mulai dari Jalan Dakota Raya, kawasan Rusun Tahap 3, Fly Over Kemayoran, Bundaran Ondel-Ondel, hingga Jalan Benyamin Sueb.
Di kawasan Rusun Tahap 3, petugas melakukan pemantauan untuk mengantisipasi potensi tawuran remaja dan aksi kriminalitas. Selanjutnya, patroli bergerak menuju Fly Over Kemayoran dan Bundaran Ondel-Ondel guna mencegah balap liar serta gangguan keamanan yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Dr. Reynold E.P. Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si., M.H. mengatakan patroli kewilayahan merupakan bagian dari strategi preventif Polri dalam menjaga situasi keamanan tetap kondusif sekaligus memperkuat kehadiran polisi di tengah masyarakat.
“Patroli Tiga Pilar kami optimalkan sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu menekan aksi tawuran, balap liar, curanmor, maupun kejahatan jalanan sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman,” kata Reynold.
Sementara itu, Kapolsek Kemayoran Kompol Dr. Agung Ardiyansyah, S.H., M.H. mengatakan patroli akan terus dilaksanakan secara rutin dengan pola yang disesuaikan berdasarkan tingkat kerawanan di setiap wilayah.
“Kami terus memetakan lokasi dan waktu yang berpotensi terjadi gangguan kamtibmas. Patroli Tiga Pilar menjadi langkah nyata untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus memastikan masyarakat merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Agung.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)






