_Konektivitas layanan di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi Selatan memperluas akses masyarakat menuju berbagai destinasi wisata, pusat budaya, dan kawasan ekonomi kreatif_
PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat perannya dalam mendukung perkembangan pariwisata nasional melalui layanan transportasi berbasis rel yang menghubungkan berbagai kota di Pulau Jawa, Sumatra, dan Sulawesi Selatan. Konektivitas tersebut memudahkan masyarakat menjangkau destinasi wisata, kawasan budaya, pusat kuliner, sentra ekonomi kreatif, hingga berbagai agenda nasional dan daerah yang menjadi penggerak sektor pariwisata.
Peran tersebut semakin relevan seiring meningkatnya aktivitas perjalanan wisata di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Mei 2026 mencapai 106,16 juta perjalanan, meningkat 8,69 persen dibandingkan Mei 2025. Pada periode yang sama, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,38 juta kunjungan, meningkat 5,83 persen, sementara tingkat penghunian kamar hotel berbintang mencapai 50,76 persen. Perkembangan tersebut menunjukkan aktivitas pariwisata nasional tetap terjaga dan memberikan ruang bagi penguatan konektivitas antardaerah.
Secara global, UN Tourism juga mencatat pariwisata internasional masih bertumbuh pada kuartal pertama 2026 meskipun di tengah dinamika ekonomi dunia. Tren perjalanan saat ini semakin mengarah pada experience-based tourism, yaitu wisata yang mengutamakan pengalaman, budaya lokal, keindahan alam, serta kemudahan mobilitas antardestinasi. Kondisi tersebut sejalan dengan karakter layanan kereta api yang menghubungkan pusat-pusat aktivitas masyarakat dengan berbagai tujuan wisata.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan transportasi merupakan salah satu elemen penting dalam rantai perjalanan wisata karena menentukan kemudahan akses menuju destinasi.
“Kereta api menjadi bagian dari perjalanan wisata masyarakat. Layanan kami menghubungkan pelanggan dengan berbagai kota tujuan di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi Selatan, sehingga perjalanan menuju kawasan wisata, pusat budaya, kuliner, maupun ekonomi kreatif menjadi semakin mudah, nyaman, dan efisien,” ujar Anne.
Sepanjang Semester I 2026, KAI Group melayani 258.993.359 pelanggan, meningkat 7,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 240.805.920 pelanggan. Pelayanan tersebut mencakup layanan PSO, KA Perintis, penugasan Pemerintah, serta layanan komersial.
Berdasarkan pengelompokan volume pada entitas dan layanan yang juga menjalankan PSO, KA Perintis, atau penugasan Pemerintah, tercatat sebanyak 235.137.908 pelanggan pada Semester I 2026. Jumlah tersebut setara sekitar 90,79 persen dari keseluruhan pelanggan KAI Group. Angka tersebut menunjukkan besarnya peran transportasi perkeretaapian dalam mendukung mobilitas masyarakat yang menjadi salah satu pendukung aktivitas pariwisata nasional.
Pada layanan KA Jarak Jauh dan Lokal yang dioperasikan KAI, tercatat 29.858.267 pelanggan, meningkat 8,72 persen dibandingkan Semester I 2025 sebanyak 27.463.555 pelanggan. Layanan ini menghubungkan berbagai kota tujuan wisata seperti Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Banyuwangi, Garut, Purwokerto, Kutoarjo, hingga sejumlah kota di Sumatra yang dilayani jaringan kereta api.
Layanan perkotaan juga memberikan kontribusi besar terhadap mobilitas wisatawan. Sepanjang Semester I 2026, KAI Commuter melayani 204.151.200 pelanggan, meningkat 6,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di Jabodetabek, layanan Commuter Line memudahkan wisatawan menjangkau kawasan Kota Tua Jakarta, Monumen Nasional, Taman Mini Indonesia Indah, Gelora Bung Karno, pusat perbelanjaan, hingga berbagai kawasan kuliner dan budaya yang terintegrasi dengan jaringan transportasi publik.
LRT Jabodebek turut memperkuat konektivitas menuju pusat bisnis, kawasan olahraga, destinasi hiburan, serta jaringan transportasi lanjutan dengan melayani 16.018.911 pelanggan atau meningkat 22,84 persen dibandingkan Semester I 2025.
Di Sumatra, layanan kereta api mendukung mobilitas masyarakat menuju berbagai kota di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Lampung, dan Aceh. Kehadiran layanan tersebut memperkuat akses menuju kawasan budaya, destinasi alam, pusat kuliner, bandara, serta sentra ekonomi daerah yang menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.
Sementara itu, di Sulawesi Selatan, layanan KA Makassar–Parepare melayani 172.015 pelanggan sepanjang Semester I 2026 atau meningkat 15,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Layanan tersebut memperkuat konektivitas masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan sekaligus mendukung pengembangan potensi wisata dan ekonomi di sepanjang lintas operasionalnya.
Seiring berkembangnya tren wisata berbasis pengalaman, masyarakat juga semakin memanfaatkan layanan wisata premium yang dikelola KAI Wisata. Selama Januari hingga Juni 2026, berbagai kereta wisata mencatat 6.312 perjalanan dengan total 163.255 pelanggan.
Kereta Panoramic menjadi layanan dengan minat tertinggi melalui 2.708 perjalanan yang melayani 98.415 pelanggan. Layanan tersebut memungkinkan pelanggan menikmati panorama sepanjang perjalanan melalui jendela berdimensi luas yang menjadi ciri khas kereta.
Selanjutnya, Kereta Priority melayani 57.259 pelanggan melalui 2.200 perjalanan, sedangkan Kereta Imperial melayani 6.471 pelanggan melalui 468 perjalanan. KAI Wisata juga mengoperasikan berbagai layanan tematik lainnya, antara lain Kereta Istimewa dengan 285 pelanggan, KAIS 4 sebanyak 279 pelanggan, KA Toraja sebanyak 173 pelanggan, Kereta Sumatera sebanyak 183 pelanggan, Kereta Bali sebanyak 163 pelanggan, KAIS 3 sebanyak 70 pelanggan, serta Kereta Nusantara sebanyak 38 pelanggan selama Semester I 2026.
Menurut Anne, berkembangnya pilihan layanan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin memandang perjalanan kereta api sebagai bagian dari pengalaman berwisata.
“Perjalanan wisata dimulai sejak pelanggan berangkat dari stasiun. KAI akan terus menghadirkan layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan beragam sehingga perjalanan menuju destinasi menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Anne.






