Home / Ragam Berita / Kawal Penyampaian Aspirasi, 633 Personel Gabungan Disiagakan di Gedung DPR RI

Kawal Penyampaian Aspirasi, 633 Personel Gabungan Disiagakan di Gedung DPR RI

 

Jakarta Pusat – Dalam rangka memberikan pelayanan dan pengamanan terhadap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum, sebanyak 633 personel gabungan TNI dan Polri disiagakan untuk mengawal sejumlah aksi unjuk rasa yang berlangsung di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kelurahan Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026).

Kegiatan diawali dengan apel pelayanan aksi unjuk rasa pada pukul 09.00 WIB. Apel tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kesiapsiagaan personel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan seluruh rangkaian penyampaian aspirasi dapat berjalan dengan aman, tertib dan kondusif.

Apel pasukan dipimpin oleh Kompol Toha Subakat selaku Danyon C Pelopor Polda Metro Jaya. Dalam arahannya, personel diminta melaksanakan tugas secara profesional, humanis dan proporsional serta mengedepankan komunikasi dan koordinasi dalam memberikan pelayanan dan pengamanan kepada peserta aksi.

Sejumlah elemen masyarakat menyampaikan aspirasi dengan tuntutan yang berbeda. Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (AMPB, MURYI & BMPI) dengan jumlah massa sekitar 25 orang menyampaikan tuntutan terkait pengesahan RUU Perampasan Aset dan revisi UU Nomor 31 Tahun 1999, serta meminta pemberian hukuman berat terhadap pelaku tindak pidana korupsi.

Kemudian, Solidaritas Nasional untuk Papua dengan jumlah massa sekitar 50 orang menyampaikan aspirasi agar pemerintah menaikkan status KKB/OPM menjadi kelompok teroris.

Sementara itu, Mahasiswa Peduli Bangsa Kota Bekasi – Indonesia dengan jumlah massa sekitar 20 orang melakukan aksi untuk menyikapi peristiwa meninggalnya seorang siswi SMA yang tertabrak KRL di kawasan Jurangmangu, Tangerang Selatan.

Selanjutnya, Komando Rakyat Jaga Persatuan (KRJP) dengan jumlah massa sekitar 300 orang menyampaikan aspirasi mengenai pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menolak provokasi, ujaran kebencian serta berbagai upaya yang dapat memecah belah persatuan bangsa. Massa juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan kritik dan aspirasi secara damai dengan mengedepankan demokrasi yang santun.

Selain itu, Aliansi Mahasiswa Jakarta dengan jumlah massa sekitar 200 orang menyampaikan aspirasi untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta menolak segala bentuk provokasi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama kegiatan berlangsung, Polri bersama TNI menyiapkan kekuatan sebanyak 633 personel gabungan.

Kekuatan tersebut terdiri dari 200 personel TNI sebagai BKO yang dipimpin oleh Letkol Inf Danang. Dari jajaran Polda Metro Jaya dilibatkan 150 personel Dit Samapta, 160 personel Sat Brimob, 15 personel Dit Lantas, 25 personel Polwan, 15 personel Dit Pamobvit, 10 personel Dit Intelkam, 15 personel Dit Reskrimsus, 10 personel Dit Res Siber, serta 15 personel Dit Res Narkoba.

Sementara itu, dari jajaran Polres Metro Jakarta Pusat dilibatkan 3 personel Sat Intelkam dan 1 personel Si Propam. Sedangkan dari jajaran Polsek, Polsek Metro Tanah Abang menyiagakan 4 personel yang dipimpin oleh Iptu Sandi Purnama, S.H., selaku Kapolsubsektor Palmerah.

Personel gabungan ditempatkan di sejumlah titik strategis di sekitar Gedung MPR/DPR/DPD RI untuk melaksanakan pengamanan, pemantauan dan pelayanan kepada seluruh peserta aksi. Kehadiran petugas juga sebagai upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama kegiatan berlangsung.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan bahwa Polri bersama TNI akan terus hadir memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat dalam setiap kegiatan penyampaian aspirasi.

“Polri menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, penyampaian aspirasi hendaknya dilakukan secara damai, tertib dan bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum serta menghormati hak masyarakat lainnya,” ujar Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung.

Dalam pelaksanaan pengamanan, personel mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Petugas juga melakukan komunikasi serta koordinasi dengan koordinator lapangan dari masing-masing elemen massa guna menjaga situasi tetap kondusif dan mencegah terjadinya kesalahpahaman.

Para peserta aksi diimbau untuk menyampaikan aspirasi secara damai, tidak melakukan tindakan anarkis, serta tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Petugas juga terus memantau perkembangan situasi di lapangan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gangguan keamanan.

Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo menambahkan bahwa selain melakukan pengamanan terhadap massa aksi, personel juga memperhatikan kelancaran aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas di sekitar Jalan Jenderal Gatot Subroto.

“Pengaturan dilakukan secara situasional menyesuaikan perkembangan kegiatan di lapangan. Kami mengimbau seluruh peserta aksi untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan menyampaikan aspirasi secara damai sehingga kegiatan dapat berjalan aman serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar AKBP Dhimas Prasetyo.

Polri menghormati penyampaian aspirasi sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Namun demikian, kebebasan menyampaikan pendapat harus tetap dilaksanakan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan ketentuan hukum, keamanan, ketertiban umum serta hak masyarakat lainnya.

Dengan kesiapan 633 personel gabungan TNI-Polri serta koordinasi yang baik dengan seluruh pihak, diharapkan seluruh rangkaian aksi unjuk rasa di Gedung MPR/DPR/DPD RI dapat berlangsung dengan aman, tertib dan kondusif.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *