Jalesveva Jayamahe
Jakarta, 28 Agustus 2026,—- Menembus medan sulit dan kawasan terisolir pascabencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI AL mengerahkan unsur udara guna mendistribusikan 1,2 ton bantuan logistik. Langkah tanggap darurat ini ditempuh guna memastikan pasokan kebutuhan pokok masyarakat terdampak dapat tersalurkan dengan cepat dan merata pada Kamis (27/08) kemarin.
Dalam misi kemanusiaan ini TNI AL menerjunkan dua unsur helikopter yakni Helikopter AS 565 MBe Panther HS-1305 yang diawaki Pilot Kapten Laut (P) Riffan dan Lettu Laut (P) Marfi serta Helikopter Bell 412 EP HU-4205 yang diawaki Pilot Lettu Laut (P) Marthin dan Lettu Laut (P) Adila.
Helikopter AS 565 MBe Panther HS-1305 melaksanakan dukungan distribusi bantuan sebanyak 2 sortie @sortie 400 kg dengan rute Maumere – Pulau Sukun – Maumere. Sementara itu, Helikopter Bell 412 EP HU-4205 telah melaksanakan pendistribusian logistik sebanyak 400 Kg bahan bantuan pokok dengan rute penerbangan Labuan Bajo – Nagekeo – Labuan Bajo.
Penggunaan unsur udara menjadi krusial mengingat kondisi geografis dan aksesibilitas wilayah terdampak yang terbatas. Kehadiran helikopter TNI AL memastikan bantuan logistik berupa bahan pangan dan kebutuhan pokok dapat didistribusikan secara cepat dan merata kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Aksi tanggap darurat ini merupakan wujud nyata komitmen dan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar seluruh jajaran dan alutsista TNI AL senantiasa siap sedia, hadir cepat di tengah-tengah masyarakat, serta memberikan manfaat nyata khususnya dalam mengatasi kesulitan warga di daerah bencana alam.
Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut.






