Jakarta Pusat — Polsek Johar Baru bersama Polres Metro Jakarta Pusat memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada sejumlah remaja yang terlibat dalam aksi pada 27 Agustus 2026 di kawasan DPR/MPR RI.
Kegiatan yang berlangsung Kamis (3/9/2026) pukul 16.15 WIB di Pos RW 08, Jalan Kampung Rawa Sawah, Kelurahan Kampung Rawa, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, dipimpin Kasat PPA/PPO Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Rita Oktavia, S.H.
Dalam kegiatan tersebut, para remaja diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga diri, menjauhi tindakan yang dapat merugikan masa depan, serta diarahkan mengikuti Program Pembekalan Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI).
Program tersebut dilaksanakan pada 5–14 September 2026 di Stand By Force TNI, Sentul, Bogor, oleh Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI bersama instansi terkait.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan pembinaan merupakan langkah preventif untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda agar tidak kembali terlibat dalam kegiatan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. “Kami mengedepankan pembinaan dan edukasi agar para remaja memahami konsekuensi dari setiap tindakan, sekaligus diberikan ruang untuk membangun karakter, disiplin, dan tanggung jawab.”
Sementara itu, Kapolsek Johar Baru Kompol Zakaria Said Al Jaidi, menegaskan pihaknya bersama unsur terkait akan terus melakukan pendampingan terhadap para remaja dan lingkungan tempat tinggalnya. “Kami ingin para remaja mengambil pelajaran dari kejadian sebelumnya, mengisi waktu dengan kegiatan positif, serta memiliki arah yang lebih baik untuk masa depan.”
Sebanyak tiga remaja dijadwalkan mengikuti program pembekalan bela negara. Pada Jumat (4/9/2026), mereka akan dijemput personel Unit PPA/PPO Polres Metro Jakarta Pusat untuk selanjutnya dikumpulkan di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat sebelum mengikuti program.
Polsek Johar Baru berharap pembinaan tersebut menjadi momentum perubahan positif bagi para remaja sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mencegah keterlibatan anak dalam aksi yang berisiko.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)






