_Pengembangan Fasilitas Stasiun Karet Mendukung Akses Pelanggan Menuju Stasiun Sudirman Baru_
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat integrasi Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru melalui pengembangan fasilitas akses pelanggan. Penataan ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan perjalanan masyarakat dengan menghadirkan konektivitas yang lebih baik antara kawasan Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pengembangan Stasiun Karet menjadi bagian dari upaya KAI dalam meningkatkan kualitas fasilitas stasiun sekaligus mendukung keterhubungan antarkawasan layanan transportasi rel perkotaan.
“Stasiun Karet tetap memiliki peran sebagai pintu akses pelanggan. Melalui pengembangan fasilitas ini, KAI menata akses dan area pendukung agar pelanggan dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman, aman, dan tertata yang terpusat di Stasiun Sudirman Baru,” ujar Anne.
Anne menjelaskan, Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru tetap memiliki fungsi masing-masing. Integrasi dilakukan melalui penataan akses pelanggan dan fasilitas penghubung yang memudahkan konektivitas antararea stasiun.
Berdasarkan data Januari–Agustus 2026, Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru melayani 6.702.680 aktivitas pelanggan. Jumlah tersebut terdiri atas 4.909.334 aktivitas pelanggan di Stasiun Karet dan 1.793.346 aktivitas pelanggan di Stasiun Sudirman Baru.
Dalam pengembangannya, KAI melakukan penataan sisi Stasiun Karet melalui peningkatan lanskap stasiun, area drop off kendaraan lanjutan termasuk ojek online, pemanfaatan area stasiun, serta penataan koridor pejalan kaki. Penataan tersebut dilakukan untuk menciptakan akses pelanggan yang lebih nyaman di sekitar kawasan stasiun.
KAI juga akan menyiapkan fasilitas penghubung dari Stasiun Karet menuju Stasiun Sudirman Baru berupa 1 unit travelator datar sepanjang 20 meter dan 2 unit travelator vertikal. Fasilitas tersebut mendukung kemudahan pelanggan saat berpindah kawasan stasiun menuju layanan Commuter Line di Stasiun Sudirman Baru.
Selain itu, pengembangan sisi Kendal dilakukan melalui penambahan eskalator akses, kanopi selasar, serta penataan koridor pejalan kaki. Penataan area pedestrian dan akses kendaraan lanjutan juga dilakukan untuk mendukung kelancaran mobilitas pelanggan serta mengurangi kepadatan aktivitas di sekitar Stasiun Karet.
Setelah pengembangan dilakukan, Stasiun Karet memiliki peran sebagai akses pelanggan menuju perjalanan KRL di Sudirman Baru. Sementara itu, konektivitas menuju Stasiun Sudirman Baru diperkuat melalui fasilitas penghubung yang mendukung kemudahan pelanggan dalam mengakses layanan Commuter Line.
Integrasi Stasiun Karet–Sudirman Baru juga menjadi bagian dari perjalanan panjang perkembangan transportasi rel perkotaan. Stasiun Karet mulai beroperasi pada 1922 dan menjadi bagian dari perkembangan KRL perkotaan. Selanjutnya, Stasiun Sudirman Baru mulai melayani perjalanan kereta api pada 2017–2018 dan memasuki tahap integrasi kawasan pada 2026.
Anne menambahkan, pengembangan fasilitas stasiun menjadi bagian dari langkah KAI dalam menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Jabodetabek yang terus berkembang.
“Melalui pengembangan Stasiun Karet dan konektivitas menuju Stasiun Sudirman Baru, KAI menghadirkan akses pelanggan yang lebih tertata dengan fasilitas pendukung perjalanan yang semakin baik. Penguatan fasilitas ini mendukung pengalaman perjalanan Commuter Line yang lebih nyaman bagi masyarakat,” tutup Anne.






