Kabar-kini.com, Operasi Patroli Terkoordinasi Malaysia-Indonesia (Patkor Malindo) 173/26 resmi dibuka sebagai upaya memperkuat kerja sama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dan Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) dalam menjaga keamanan dan keselamatan pelayaran di Selat Malaka.
Dalam amanatnya, Komandan Gugus Tugas (GT) Patkor Malindo-173/26 Laksamana Pertama TNI Dedi Komarudin, S.H., M.Tr.Opsla., M.Sos., menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki arti strategis dalam meningkatkan sinergi kedua angkatan laut, khususnya dalam menghadapi berbagai potensi illegal activity di wilayah perairan Selat Malaka.
Patkor Malindo-173/26 melibatkan unsur TNI AL yakni KRI Torani-860 dan KRI Bubara-868 serta unsur TLDM KD Ledang-13 dan KD Kinabalu-14. Melalui patroli terkoordinasi ini, kedua negara berkomitmen meningkatkan profesionalisme, memperkuat komunikasi dan koordinasi, serta membangun semangat navy brotherhood dalam mewujudkan keamanan maritim kawasan.
Laksamana Pertama TNI Dedi Komarudin juga mengajak seluruh personel gugus tugas melaksanakan operasi dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab, berpedoman pada prosedur yang telah ditetapkan, serta menjaga kehormatan kedua negara dan kedua angkatan laut.
“Kerja sama bilateral ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan pengalaman berharga serta semakin memperkuat hubungan TNI AL dan TLDM dalam menghadapi tantangan keamanan maritim di masa mendatang,” tegasnya.






