Home / Transportasi / Menjaga Ruang Aman Kereta Api dan Masyarakat, KAI Tata Perlintasan Sebidang

Menjaga Ruang Aman Kereta Api dan Masyarakat, KAI Tata Perlintasan Sebidang

_Ratusan Petugas Mendapat Sertifikasi, Ribuan Perlintasan Liar Ditata Bersama Stakeholder_

Kabar-kini.com, Jalur kereta api menjadi bagian dari mobilitas masyarakat di berbagai daerah. Di sejumlah lokasi, jalur tersebut berinteraksi langsung dengan aktivitas masyarakat melalui perlintasan sebidang yang membutuhkan pengelolaan keselamatan secara berkelanjutan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan sinergi antara operator, regulator, pemerintah daerah, dan masyarakat. Sebagai operator perkeretaapian, KAI terus menjalankan perannya melalui kesiapan petugas, penyediaan fasilitas, serta koordinasi dengan pihak terkait.

“Perlintasan sebidang merupakan bagian dari perjalanan kereta api yang membutuhkan perhatian bersama. KAI terus menjalankan perannya untuk menciptakan perjalanan kereta api yang aman serta menjaga keselamatan masyarakat di sekitar jalur rel,” ujar Anne.

Salah satu langkah yang dilakukan KAI adalah memastikan kesiapan petugas penjaga perlintasan sebidang (PJL). Pada 2026, sebanyak 748 petugas PJL mengikuti program sertifikasi melalui enam tempat uji kompetensi yang tersebar di 13 area.

Melalui sertifikasi tersebut, petugas memperoleh pengakuan kompetensi sesuai standar yang dibutuhkan dalam menjalankan fungsi pengamanan perlintasan sebidang.

Selain peningkatan kompetensi petugas, KAI juga melakukan peningkatan fasilitas keselamatan pada lokasi prioritas. Berdasarkan pembaruan data per 8 September 2026, pembangunan gardu Juru Periksa Lintasan (JPL) telah mencapai 166 lokasi dari total 190 lokasi prioritas dengan progres sebesar 87,37 persen.

Fasilitas gardu JPL mendukung keberadaan petugas penjaga perlintasan dalam menjalankan tugas pengamanan perjalanan kereta api pada titik-titik yang telah ditetapkan sebagai prioritas.

Dalam upaya menciptakan perjalanan kereta api yang semakin aman, penataan perlintasan sebidang juga dilakukan melalui kolaborasi bersama stakeholder. Sejak 2021 hingga April 2026, sebanyak 1.329 perlintasan liar telah ditutup di berbagai wilayah operasional KAI.

Anne menyampaikan bahwa penataan perlintasan merupakan proses yang dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, kebutuhan keselamatan, serta koordinasi antarinstansi.

“KAI terus melakukan upaya peningkatan keselamatan perkeretaapian melalui langkah-langkah yang menjadi bagian dari peran perusahaan. Kolaborasi bersama berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api,” kata Anne.

Melalui peningkatan kompetensi petugas, penyediaan fasilitas keselamatan, serta kolaborasi bersama stakeholder, KAI terus menjalankan perannya dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api sekaligus mendukung aktivitas masyarakat di sekitar jalur rel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *