Jakarta Pusat – Polres Metro Jakarta Pusat terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan literasi digital di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui pelaksanaan Program Paham AI yang digelar di SMK Al Ihsan, Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti sebanyak 66 siswa-siswi SMK Al Ihsan. Program ini menjadi sarana edukasi bagi para pelajar untuk mengenal perkembangan Artificial Intelligence (AI), sekaligus memahami bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara positif, aman, dan bertanggung jawab.
Kegiatan dipimpin oleh Kanit PPA & PPO Polres Metro Jakarta Pusat IPTU Amanda Averena, bersama Tim Trainer Program Paham AI Polres Metro Jakarta Pusat. Turut hadir personel Bag SDM dan Sat Samapta Polres Metro Jakarta Pusat serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebon Kacang, AIPTU Suhartono.
Dari pihak sekolah, kegiatan dihadiri Kepala SMK Al Ihsan Bapak As’adi dan Bidang Kesiswaan Bapak Lukman Nurul Hakim.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak memahami AI tidak hanya sebagai teknologi yang sedang berkembang, tetapi juga sebagai alat yang dapat memberikan manfaat dalam mendukung kegiatan belajar, mengembangkan kreativitas, dan mempermudah berbagai aktivitas apabila digunakan secara tepat.
Para peserta mendapatkan sejumlah materi yang dikemas secara edukatif dan interaktif. Materi tersebut meliputi Cerita Jeda, Introduction of AI, Ethical Use of AI, Data Privacy & Safety AI, serta AI Prompt.
Melalui materi Introduction of AI, para siswa diperkenalkan dengan konsep dasar kecerdasan buatan serta perkembangan teknologi AI yang saat ini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Para pelajar juga diberikan gambaran mengenai berbagai bentuk pemanfaatan AI yang dapat membantu proses pembelajaran dan pengembangan kemampuan diri.
Tidak kalah penting, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai etika penggunaan AI. Melalui materi Ethical Use of AI, siswa diajak memahami bahwa kemudahan teknologi harus diiringi dengan tanggung jawab. AI dapat digunakan sebagai sarana untuk membantu belajar dan berkarya, namun penggunaannya tetap harus memperhatikan kejujuran, etika, hak orang lain, serta ketentuan yang berlaku.
Polres Metro Jakarta Pusat juga memberikan perhatian terhadap aspek keamanan data dan privasi. Melalui materi Data Privacy & Safety AI, para siswa diingatkan agar lebih berhati-hati ketika menggunakan berbagai layanan digital, termasuk tidak sembarangan membagikan data pribadi maupun informasi sensitif kepada platform atau pihak yang tidak dapat dipercaya.
Edukasi tersebut penting diberikan kepada generasi muda karena perkembangan teknologi digital memberikan banyak kemudahan, namun pada saat yang sama juga menghadirkan berbagai tantangan. Kesadaran menjaga data pribadi dan keamanan akun menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah masyarakat, khususnya pelajar, menjadi korban penyalahgunaan teknologi maupun kejahatan siber.
Selain itu, peserta diperkenalkan dengan materi AI Prompt, yakni cara menyusun instruksi yang tepat agar teknologi AI dapat memberikan hasil sesuai dengan kebutuhan. Dengan pemahaman tersebut, para pelajar diharapkan mampu menggunakan AI secara lebih efektif sebagai alat bantu untuk belajar, mencari ide, mengembangkan kreativitas, dan meningkatkan kemampuan digital.
Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan pengenalan website Senopati Academy serta pelaksanaan Quiz Pretest dan Posttest. Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengetahui pemahaman peserta sebelum dan setelah mendapatkan materi Program Paham AI.
Antusiasme para siswa terlihat selama mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka diberikan ruang untuk memahami teknologi AI secara lebih dekat sekaligus berdiskusi mengenai penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan bahwa perkembangan teknologi yang begitu cepat harus diimbangi dengan pengetahuan dan pendampingan, khususnya bagi generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kami terus mendorong kolaborasi antara kepolisian, sekolah, dan lingkungan keluarga dalam memberikan pendampingan kepada generasi muda. Kami ingin para pelajar tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami etika, keamanan, serta tanggung jawab dalam pemanfaatannya,” ujar Kombes Pol Reynold.
Menurutnya, pemanfaatan AI secara bijak dapat memberikan banyak manfaat bagi dunia pendidikan. Namun, para pelajar juga perlu memahami potensi risiko yang muncul sehingga teknologi tersebut tidak disalahgunakan.
“AI harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif, seperti mendukung proses belajar dan mengembangkan kreativitas. Di sisi lain, pelajar juga harus memahami pentingnya menjaga data pribadi, menyaring informasi, serta menghindari berbagai bentuk penyalahgunaan teknologi yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tambahnya.
Program Paham AI juga menjadi bagian dari upaya preventif Polri dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai potensi ancaman di ruang digital. Dengan bekal literasi digital yang baik, para pelajar diharapkan dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial, memahami informasi yang diterima, menjaga data pribadi, serta menghindari perilaku yang dapat berpotensi menimbulkan permasalahan hukum.
Sementara itu, Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo menyampaikan bahwa edukasi mengenai teknologi dan keamanan digital merupakan bagian penting dalam membangun karakter generasi muda di tengah perkembangan zaman.
“Melalui kegiatan ini, Polri tidak hanya mengajak pelajar untuk menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mendorong mereka menjadi generasi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab di ruang digital,” kata AKBP Dhimas.
Ia menambahkan, lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada siswa mengenai penggunaan teknologi secara sehat dan produktif.
“Kami berharap para siswa dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik saat belajar, bermedia sosial, maupun ketika menggunakan berbagai platform digital. Jadikan teknologi sebagai sarana untuk berkembang dan berkarya,” tambahnya.
Polres Metro Jakarta Pusat mengajak para pelajar untuk tidak takut terhadap perkembangan teknologi, tetapi justru mempelajarinya dengan baik dan menggunakannya untuk hal-hal yang positif.
“Kenali teknologinya, pahami risikonya, dan gunakan AI secara bijak untuk belajar dan berkarya.”
Pesan tersebut menjadi semangat dalam pelaksanaan Program Paham AI, bahwa kemajuan teknologi seharusnya berjalan seiring dengan peningkatan pengetahuan, etika, dan tanggung jawab penggunanya.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta yang berjumlah 66 siswa-siswi SMK Al Ihsan mendapatkan Sertifikat Program Paham AI sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam kegiatan edukasi tersebut.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Melalui Program Paham AI, Polres Metro Jakarta Pusat berharap semakin banyak pelajar yang memiliki pemahaman mengenai kecerdasan buatan serta mampu memanfaatkannya secara aman, etis, produktif, dan bertanggung jawab.
Upaya tersebut sekaligus menjadi wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam mendampingi generasi muda menghadapi perkembangan zaman dan membangun ruang digital yang aman, sehat, dan bermanfaat bagi masa depan bangsa.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)






