_Mobilitas antarkota Jawa Tengah–DIY berkembang di tengah tingginya pergerakan masyarakat dan wisata_
Mobilitas antarkota di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkembang sepanjang 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat KA Joglosemarkerto melayani 1.104.419 pelanggan selama Januari–September 2026, meningkat 9,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 1.006.467 pelanggan.
Secara absolut, jumlah pelanggan bertambah 97.952 orang dalam sembilan bulan. Pertumbuhan tersebut menunjukkan kuatnya kebutuhan perjalanan antarkota pada koridor Jawa Tengah–DIY yang menghubungkan sejumlah pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, pemerintahan, serta pariwisata.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan Joglosemarkerto memiliki karakter layanan yang khas karena menghubungkan banyak kota melalui pola perjalanan melingkar. Kota-kota yang terhubung antara lain Semarang, Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Tegal, Pekalongan, serta sejumlah wilayah di sepanjang lintasan.
“Lebih dari 1,1 juta pelanggan menggunakan Joglosemarkerto selama Januari hingga September 2026. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jumlahnya bertambah hampir 98 ribu pelanggan. Data ini menunjukkan tingginya kebutuhan perjalanan antarkota di Jawa Tengah dan DIY yang berlangsung sepanjang tahun,” ujar Anne.
Kuatnya mobilitas pada kawasan tersebut juga terlihat dari aktivitas pariwisata. Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah mencatat perjalanan wisatawan nusantara yang datang ke Jawa Tengah pada Agustus 2026 mencapai 13,79 juta perjalanan, atau meningkat 25,80 persen dibandingkan Agustus 2025. Pada tingkat nasional, jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Agustus 2026 mencapai 104,30 juta perjalanan, naik 11,47 persen secara tahunan.
Menurut Anne, tingginya arus perjalanan tersebut selaras dengan karakter wilayah yang dilalui Joglosemarkerto. Semarang, Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Tegal, Pekalongan, dan kota di antaranya memiliki hubungan perjalanan yang beragam, mulai dari pekerjaan, pendidikan, perdagangan, kunjungan keluarga hingga wisata.
“Karakter perjalanan pelanggan pada koridor ini sangat beragam. Seseorang bisa melakukan perjalanan Solo–Semarang untuk bekerja, Yogyakarta–Purwokerto untuk pendidikan atau kunjungan keluarga, maupun bergerak antarkota untuk wisata dan aktivitas ekonomi. Pola seperti ini membentuk pasar perjalanan regional yang kuat,” kata Anne.
Joglosemarkerto juga menjadi salah satu layanan komersial dengan volume pelanggan tinggi. Pada Semester I 2026, seluruh perjalanan Joglosemarkerto melayani sekitar 730 ribu pelanggan, tumbuh 10,29 persen dibandingkan Semester I 2025. KA 187 dan KA 193 Joglosemarkerto bahkan menempati dua posisi teratas KA komersial berdasarkan jumlah pelanggan pada periode tersebut.
Pola perjalanan melingkar membuat pelanggan dapat memanfaatkan Joglosemarkerto pada banyak pasangan kota dalam satu jaringan perjalanan. Karakter tersebut memungkinkan layanan menjangkau pasar perjalanan yang tersebar tanpa bergantung pada satu kota sebagai tujuan utama.
“Pertumbuhan 9,73 persen hingga September memberi gambaran bahwa mobilitas regional terus berkembang. KAI akan membaca pola permintaan pada setiap segmen perjalanan sebagai dasar dalam pengelolaan kapasitas dan pelayanan Joglosemarkerto ke depan,” tutup Anne.






