_Pertumbuhan 7,06 persen ditopang perjalanan antarkota, commuter, LRT, regional, bandara, wisata, dan kereta cepat_
Kabar-kini.com, Dalam sembilan bulan pertama 2026, semakin banyak masyarakat menggunakan layanan KAI Group untuk berbagai kebutuhan perjalanan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat 394.443.300 pelanggan dilayani sepanjang Januari–September 2026, meningkat 7,06 persen dibandingkan 368.429.917 pelanggan pada periode yang sama tahun 2025.
Pertumbuhan tersebut berlangsung di tengah tingginya mobilitas masyarakat secara nasional. Badan Pusat Statistik mencatat 104,30 juta perjalanan wisatawan nusantara pada Agustus 2026, sementara kunjungan wisatawan mancanegara pada bulan yang sama mencapai 1,60 juta kunjungan. Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang Januari–Agustus 2026 mencapai sekitar 10,58 juta kunjungan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan KAI Group menggambarkan semakin beragamnya kebutuhan perjalanan masyarakat, mulai dari mobilitas harian, perjalanan antarkota dan regional, akses bandara, perjalanan wisata, hingga perjalanan berkecepatan tinggi.
“Hampir 394,5 juta pelanggan menggunakan layanan KAI Group dalam sembilan bulan pertama 2026. Di balik angka tersebut terdapat kebutuhan perjalanan yang sangat beragam, dari aktivitas harian, perjalanan antarkota, akses bandara, hingga wisata. Kebutuhan pelanggan inilah yang terus menjadi dasar pengembangan layanan KAI Group,” ujar Anne.
Porsi terbesar berasal dari KAI Commuter yang melayani 312.302.440 pelanggan, tumbuh 6,38 persen. Jaringannya melayani mobilitas masyarakat melalui Commuter Line Jabodetabek, wilayah Banten termasuk koridor Rangkasbitung–Merak, wilayah Bandung, wilayah Yogyakarta termasuk Commuter Line Yogyakarta dan Prameks, serta wilayah Surabaya. Karakter perjalanan di setiap wilayah berbeda, mulai dari perjalanan harian perkotaan hingga konektivitas regional.
Untuk perjalanan antarkota dan lokal, KAI melayani 43.959.327 pelanggan, tumbuh 8,33 persen. Di kawasan perkotaan, LRT Jabodebek melayani 24.702.905 pelanggan, naik 18,94 persen, sementara LRT Sumsel melayani 3.303.595 pelanggan. Di Sulawesi Selatan, KA Makassar–Parepare melayani 253.547 pelanggan, meningkat 10,78 persen.
Konektivitas menuju bandara juga menjadi bagian dari perjalanan pelanggan. Sepanjang Januari–September 2026, layanan yang dikelola KAI Bandara melayani 5.110.010 pelanggan. Layanannya mencakup KA Bandara YIA serta KA Srilelawangsa yang melayani konektivitas menuju Bandara Kualanamu sekaligus mobilitas regional masyarakat di Sumatera Utara.
Pilihan perjalanan pelanggan juga berkembang pada segmen wisata dan layanan berkecepatan tinggi. KAI Wisata melayani 234.635 pelanggan, tumbuh 39,43 persen, sedangkan Whoosh melayani 4.576.841 pelanggan, meningkat 1,16 persen. Seluruh rincian layanan tersebut membentuk total 394.443.300 pelanggan KAI Group selama Januari–September 2026.
Anne mengatakan arah pengembangan KAI Group adalah membuat berbagai layanan tersebut semakin mudah digunakan dalam satu rangkaian perjalanan. Integrasi stasiun dengan angkutan perkotaan, layanan antarkota, akses bandara, kereta cepat, serta moda lanjutan menjadi bagian penting agar pelanggan memiliki lebih banyak pilihan perjalanan.
“Bagi pelanggan, yang paling penting adalah perjalanan dapat direncanakan dengan mudah dan perpindahan antarlayanan semakin sederhana. Karena itu, konektivitas menjadi bagian penting dari pengembangan KAI Group, agar setiap layanan dapat saling melengkapi sesuai kebutuhan perjalanan masyarakat,” kata Anne.
KAI juga menjaga konsistensi operasional seiring meningkatnya volume perjalanan. Berdasarkan kinerja Januari–September 2026, rata-rata OTP kedatangan KA Penumpang mencapai 97,31 persen. Data permintaan pelanggan, ketepatan waktu, kapasitas, serta kesiapan sarana dan prasarana menjadi dasar KAI dalam mengelola perjalanan menuju periode mobilitas akhir tahun.
“Pertumbuhan lebih dari 26 juta pelanggan dibandingkan periode yang sama tahun lalu menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap transportasi berbasis rel terus berkembang. KAI Group akan terus membaca pola perjalanan pelanggan agar layanan yang tersedia semakin relevan, terhubung, dan mudah digunakan di berbagai wilayah Indonesia,” tutup Anne.






