Kabar-kini.com, Stasiun Rantauprapat yang berlokasi di Kelurahan Padang Matingi, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, terus memperkuat perannya sebagai simpul transportasi penting yang tumbuh dan berkembang bersama daerah. Stasiun yang berada pada ketinggian 27 meter di atas permukaan laut ini mencatatkan kinerja operasional yang kian menguat dalam melayani mobilitas masyarakat.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan keberadaan konektivitas kereta api di Rantauprapat menjadi salah satu pilar utama penggerak aktivitas dan perekonomian warga.
“Konektivitas menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung aktivitas masyarakat. Melalui layanan kereta api dari Rantauprapat menuju Medan dan kota-kota lain yang terhubung dalam jaringan perjalanan, masyarakat memiliki alternatif transportasi untuk menjalankan berbagai keperluan secara lebih terencana,” ujar Anwar.
Anwar mengungkapkan, sepanjang periode Januari hingga September 2026, Stasiun Rantauprapat telah melayani sebanyak 389.881 pelanggan. Angka tersebut tumbuh signifikan sebesar 12 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencatatkan 349.263 pelanggan.
Secara historis, Stasiun Rantauprapat mulai dioperasikan sejak tahun 1937 bersamaan dengan dibukanya jalur kereta api lintas Kisaran–Rantauprapat. Pada awal berdirinya, stasiun ini berfungsi mendukung distribusi hasil perkebunan karet dan kelapa sawit yang marak di wilayah Labuhanbatu sejak awal abad 20 menuju Pelabuhan Belawan untuk kebutuhan ekspor.
Pascanasionalisasi perusahaan Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) oleh Pemerintah Indonesia dan integrasinya ke dalam sistem perkeretaapian nasional, fungsi Stasiun Rantauprapat diperkuat, tidak hanya melayani distribusi komoditas, tetapi juga angkutan penumpang.
Tingginya minat masyarakat terlihat dari rekor pelayanan di stasiun ini. Pada tahun 2025, rekor tertinggi layanan tercatat pada bulan April dengan total 48.252 pelanggan naik dan turun. Rekor tersebut kembali terpecahkan pada Maret 2026 yang bertepatan dengan momen Idulfitri 1447 Hijriah, di mana Stasiun Rantauprapat melayani hingga 55.561 pelanggan naik dan turun.
“Transportasi yang terhubung dengan baik dapat membantu memperlancar mobilitas masyarakat dan memperluas akses terhadap berbagai aktivitas ekonomi. Semakin mudah akses dan mobilitas dari dan menuju suatu daerah, turut berdampak meningkatkan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut,” jelas Anwar.
Untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan warga, setiap harinya Stasiun Rantauprapat melayani enam perjalanan KA Sribilah Utama yang datang dan berangkat. Selain itu, pada momen-momen tertentu seperti libur panjang hari besar nasional maupun keagamaan, dioperasikan pula perjalanan tambahan KA Sribilah Fakultatif relasi Medan–Rantauprapat pergi-pulang (PP).
“Pertumbuhan kebutuhan mobilitas masyarakat harus diimbangi dengan konsistensi dalam menjaga keselamatan dan kualitas pelayanan. KAI Divre I Sumatera Utara terus berupaya memastikan perjalanan kereta api berjalan sesuai standar operasional, didukung kesiapan sarana, prasarana, dan petugas dalam menjalankan tugasnya,” tutup Anwar.






